Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penyebab  Produk Not Good (NG) Pada Proses Outgoing Quality  Control (OQC) Menggunakan Metode Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) Di Perusahaan Manufaktur Bidang Elektronik Wakhit Irawan; Gigih Hapsak Pradipto; Agus Andriani
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2220

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan aspek penting dalam industri manufaktur untuk memastikan produk memenuhi standar sebelum dikirim ke pelanggan. Pada proses Outgoing Quality Control (OQC) produk Dehumidifier, masih ditemukan produk Not Good (NG). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan akar penyebab produk NG, menentukan prioritas risiko kegagalan, serta merumuskan usulan perbaikan. Data penelitian mencakup periode Mei–Juli 2025 dengan total produksi 79.401 unit dan produk NG 466 unit (0,59%). Metode yang digunakan meliputi Diagram Pareto, Diagram Fishbone, dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil Diagram Pareto menunjukkan dua jenis cacat utama, yaitu kerusakan visual (54,51%) dan kebocoran refrigeran (45,49%). Berdasarkan FMEA, nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi diperoleh pada conveyor tidak stabil (RPN 196), operator kurang berpengalaman (RPN 192), pengelasan manual tanpa parameter standar (RPN 160), dan operator kurang teliti (RPN 144). Usulan perbaikan difokuskan pada pemeliharaan preventif conveyor, pelatihan dan pendampingan operator, standardisasi parameter pengelasan, serta penerapan check sheet dan inspeksi berlapis. Hasil ini menegaskan kontribusi metodologis bahwa prioritas pengendalian kualitas pada final gate OQC tidak dapat hanya didasarkan pada frekuensi kecacatan dominan, melainkan harus diprioritaskan pada analisis risiko dampak fungsional produk.