Age-related physiological changes in the respiratory system contribute to a progressive decline in lung function and increase the risk of ventilatory impairment among older adults. This community service program aimed to conduct spirometry-based screening for the early detection of pulmonary ventilatory disorders in older adults. The program was implemented using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) approach, integrating spirometry examinations with respiratory health education. A total of 38 older adults with a mean age of 77.29±7.49 years participated in the program. The mean Forced Vital Capacity (FVC) was 47.97±20.12%, while the mean Forced Expiratory Volume in One Second (FEV₁) was 56.63±23.62%. The mean FEV₁/FVC ratio was 1.20±0.17. Reduced FVC and FEV₁ values indicated a decline in ventilatory capacity among a proportion of participants, whereas the relatively preserved FEV₁/FVC ratio suggested that airflow obstruction was not the predominant pattern. Community-based spirometry screening combined with health education may facilitate early identification of respiratory impairment and improve awareness of strategies for maintaining lung health. Such an approach may contribute to preserving functional capacity, independence, and quality of life among older adults. ABSTRAK Perubahan fisiologis sistem respirasi akibat proses penuaan dapat menyebabkan penurunan fungsi paru dan meningkatkan risiko gangguan ventilasi pada lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining fungsi paru menggunakan spirometri sebagai upaya deteksi dini gangguan ventilasi paru pada lansia. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA) yang mengintegrasikan pemeriksaan spirometri dan edukasi kesehatan respirasi. Sebanyak 38 lansia dengan rerata usia 77,29±7,49 tahun mengikuti kegiatan. Parameter yang diperiksa meliputi Forced Vital Capacity (FVC), Forced Expiratory Volume in One Second (FEV₁), dan rasio FEV₁/FVC. Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata nilai FVC sebesar 47,97±20,12%, FEV₁ sebesar 56,63±23,62%, dan rasio FEV₁/FVC sebesar 1,20±0,17. Nilai FVC dan FEV₁ yang rendah menunjukkan adanya penurunan kapasitas ventilasi paru pada sebagian peserta, sedangkan rasio FEV₁/FVC mengindikasikan bahwa gangguan obstruktif bukan merupakan pola dominan. Skrining spirometri berbasis komunitas yang disertai edukasi kesehatan berpotensi mendukung deteksi dini gangguan respirasi, meningkatkan kesadaran kesehatan paru, serta membantu mempertahankan kapasitas fungsional dan kualitas hidup lansia.