Najla Lestari
Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Fungsi Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle L) Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Candida Albicans Yuni Rahmayanti; Hendro Mustaqim; Najla Lestari
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 4 (2026): JUPIN Oktober 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2781

Abstract

Candida albicans merupakan jamur oportunistik yang dapat menyebabkan kandidiasis ketika pertumbuhannya tidak terkendali. Pemanfaatan bahan alam sebagai sumber senyawa antijamur menjadi salah satu alternatif yang perlu dikembangkan, salah satunya melalui penggunaan daun sirih (Piper betle L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia dan menganalisis daya hambat ekstrak etanol daun sirih terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Ekstrak daun sirih diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diuji menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%, dengan masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Nistatin digunakan sebagai kontrol positif dan akuades steril sebagai kontrol negatif. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih mengandung flavonoid, saponin, fenolik, dan steroid. Konsentrasi 20%, 40%, dan 60% menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 6 mm, sedangkan konsentrasi 80% dan 100% menghasilkan rata-rata diameter zona hambat masing-masing sebesar 12,37 mm dan 13,21 mm. Nistatin menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 23,48 mm, sedangkan akuades steril tidak menghasilkan zona hambat. Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan dengan nilai p < 0,001. Ekstrak etanol daun sirih menunjukkan aktivitas antijamur terhadap Candida albicans, terutama pada konsentrasi 80% dan 100%, tetapi diameter zona hambat yang dihasilkan masih lebih rendah dibandingkan dengan nistatin.