Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Karakter Anti-Perundungan melalui Edukasi Interaktif dan Kegiatan Kreatif bagi Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar di Kelurahan Sungai Selayur Palembang Sutinah Sutinah; Budi Santoso; Ivana Ivana; Wangi Sari; Ahmad Rozikin; M. Ridwan; M. Aria S.
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4307

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan salah satu permasalahan sosial yang dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan pendidikan anak. Rendahnya pemahaman anak mengenai bentuk, dampak, dan upaya pencegahan perundungan menunjukkan pentingnya edukasi sejak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) mengenai perilaku anti-perundungan sekaligus menanamkan nilai saling menghormati, menghargai perbedaan, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik STISIPOL Candradimuka Tahun 2026 pada 27 Juli 2026 di Rumah Cinta Dahlia, RW 02, Kelurahan Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain action research yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Peserta kegiatan berjumlah 42 anak usia PAUD dan SD beserta orang tua atau wali. Program dilaksanakan melalui edukasi anti-perundungan secara interaktif, pemutaran film edukatif, diskusi, serta kegiatan kreatif berupa lomba mewarnai, cat patung, dan menyanyi. Data kegiatan dianalisis secara kualitatif deskriptif berdasarkan observasi, catatan lapangan, respons peserta, dan umpan balik orang tua/wali. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme dan partisipasi peserta dalam seluruh rangkaian kegiatan. Anak-anak menunjukkan kemampuan memahami pesan dasar mengenai pentingnya menghormati orang lain, menghargai perbedaan, membangun empati, dan menghindari perilaku menyakiti teman. Kegiatan kreatif juga mendukung pengembangan rasa percaya diri, kemampuan berekspresi, sportivitas, dan keterampilan sosial. Keterlibatan orang tua/wali turut memperkuat penyampaian nilai-nilai pendidikan karakter di lingkungan keluarga. Dengan demikian, kombinasi edukasi interaktif, media film, aktivitas kreatif, dan keterlibatan keluarga dapat menjadi pendekatan partisipatif yang relevan dalam mendukung upaya pencegahan perundungan dan penguatan karakter anak di tingkat masyarakat.