Keberlanjutan merupakan suatu konsep pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan pemenuhan kebutuhan generasi mendatang, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang menuntut praktik keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan perkebunan kelapa sawit swadaya di Desa Gahang, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, dengan pendekatan triple bottom line yang mencakup dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive, dengan jumlah sampel sebanyak 53 rumah tangga petani dari total 112 populasi yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Analisis data dilakukan menggunakan metode Rap-SAWIT melalui pendekatan Multidimensional Scaling (MDS), Hasil anlisis keberlanjutan tiap dimensi menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan dimensi ekologi sebesar 60,69% (cukup berkelanjutan), dimensi sosial sebesar 71,85% (cukup berkelanjutan), dan dimensi ekonomi sebesar 82,79% (sangat berkelanjutan). Secara multidimensi, indeks keberlanjutan mencapai 71,78% yang termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis laverage atribut sensitif pada dimensi ekologi meliputi kebakaran lahan dan penggunaan pupuk; pada dimensi ekonomi meliputi pemasaran, jumlah produksi, dan penggunaan bibit unggul; serta pada dimensi sosial meliputi sistem sosial, konflik lahan, dan pengalaman petani. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan praktik budidaya berkelanjutan, penguatan kelembagaan, serta dukungan kebijakan pemerintah