Sitti Rahmah
Universitas Sulawesi Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Praktik Hidroponik Lahan Terbatas oleh Peserta Didik sebagai Bagian dari Pemuda-Pemudi Generasi Sehat Indonesia di SMA Negeri 1 Majene Jirana Jirana; Mesra Damayanti; Surahmi Surahmi; Nurul Afiah; Sitti Rahmah; Adriwiyani Adriwiyani; Nurfadilah Nurfadilah; Fusfita Fusfita; Nurfadia Nurfadia; Nurmiati Nurmiati
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v5i1.7060

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pengalaman praktik hidroponik kepada peserta didik SMA Negeri 1 Majene sekaligus mengaktifkan kembali fasilitas Green House sebagai ruang belajar berbasis lingkungan. Kegiatan melibatkan 40 peserta didik kelas X dan dilaksanakan melalui observasi, revitalisasi instalasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik penyemaian, transplanting, pengelolaan nutrisi, pendampingan, serta evaluasi. Evaluasi program diarahkan pada pengetahuan, keterampilan praktik, dan sikap peserta didik. Berdasarkan data evaluasi kegiatan, rata-rata pengetahuan meningkat dari 51,25 pada pretest menjadi 81,75 pada posttest, sedangkan skor keterampilan praktik meningkat dari 54,00 menjadi 85,20. Skor sikap yang diamati setelah kegiatan berada pada rata-rata 4,42 dari skala 5,00 atau 88,33%. Pada aspek pelaksanaan, 40 peserta didik mengikuti rangkaian kegiatan dan seluruh peserta terlibat dalam praktik penyemaian serta transplanting. Instalasi yang digunakan terdiri atas dua pipa, masing-masing sepanjang 2 meter, dengan tanaman sawi dan pakcoy. Temuan tersebut menunjukkan bahwa praktik langsung dapat digunakan sebagai pendekatan pemberdayaan untuk mengenalkan hidroponik pada lahan terbatas dan mengembangkan pengalaman belajar yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian lingkungan. Namun, interpretasi capaian kuantitatif perlu disesuaikan kembali dengan data lapangan yang terdokumentasi sebelum publikasi.