Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN BERBASIS TEKNOLOGI DALAM PRODUKSI BIO-BRIKET TERAPEUTIK DARI LIMBAH KULIT KOPI DAN KULIT PISANG Raka Selaksa Charisma Muchammad; Nur Afiqoh Sari; sani sani; Muhammad Fauzan Satyasyauqi; R. Rama Satria Novartha; Anggi Durrotul Fauziyah; Falya Riswanti Awalia; Afidah Vanmugi Isnayanti
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.41657

Abstract

ABSTRAKPenanganan limbah biomassa pertanian yang belum terintegrasi sering kali berujung pada praktik pembakaran terbuka yang mencemari lingkungan, sehingga diperlukan pendekatan inovatif untuk mengonversi residu tersebut menjadi produk bernilai tambah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas teknis masyarakat dalam memanfaatkan limbah kulit kopi dan kulit pisang untuk produksi bio-briket terapeutik sebagai produk energi terbarukan bernilai tambah. Program ini dilaksanakan di Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, yang memiliki permasalahan lingkungan akibat limbah biomassa pertanian yang umumnya dibuang melalui praktik pembakaran terbuka. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang melibatkan 35 anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 36% pada pre-test menjadi 91% pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 55%. Peserta juga berhasil memproduksi bio-briket terapeutik berbentuk silinder yang kompak dengan penambahan minyak atsiri, yang memiliki karakteristik emisi asap rendah dan mudah dinyalakan. Inovasi ini menunjukkan potensi konversi limbah biomassa pertanian menjadi produk yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular pada skala rumah tangga. Secara keseluruhan, program ini berhasil memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah biomassa secara berkelanjutan. Kegiatan lanjutan direkomendasikan untuk mencakup pendampingan teknis yang berkelanjutan, standardisasi mutu produk, serta pengembangan strategi pemasaran guna meningkatkan keberlanjutan dan potensi komersialisasi bio-briket terapeutik.Kata kunci: Bio briket; Ekonomi sirkular; Kulit pisang; Kulit kopi. ABSTRACTThe unintegrated management of agricultural biomass waste frequently results in open burning practices that pollute the environment, thus necessitating an innovative approach to convert these residues into value-added products. This community service program aimed to enhance community knowledge and technical capacity in utilizing coffee husk and banana peel waste for the production of therapeutic bio-briquettes as a value-added renewable energy product. The program was conducted in Kalipucang Village, Tutur District, Pasuruan Regency, where agricultural biomass waste is commonly disposed of through open burning, resulting in environmental concerns. A participatory approach was adopted through socialization, practical training, mentoring, and pre-test and post-test evaluations involving 35 members of the local Family Welfare Empowerment (PKK) organization. The evaluation results demonstrated a substantial improvement in participants' knowledge, with the average score increasing from 36% in the pre-test to 91% in the post-test, reflecting a 55% improvement. Participants successfully produced compact cylindrical therapeutic bio-briquettes incorporated with essential oils, exhibiting low smoke emissions and favorable ignition characteristics. This innovation demonstrates the potential of converting agricultural biomass waste into environmentally sustainable and economically valuable products while promoting the implementation of a household-scale circular economy. Overall, the program effectively strengthened community capacity in sustainable biomass waste management. Further initiatives are recommended to include continuous technical assistance, product quality standardization, and market development to enhance the long-term sustainability and commercialization of therapeutic bio-briquettes.Keywords: Banana peel; Circular economy; Coffee husk; Therapeutic bio-briquette.