Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ACTIVATED CARBON PRODUCTION FROM TURF SOIL SANI, SANI
Jurnal Teknik Kimia Vol 5, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v5i2.144

Abstract

Indonesia is one of the country that proposed as a country tag has the world's largest peat, whilethe carbon content in peat is quite high, namely ± 60%. To increase the economical value of peat in amanner that is processed into activated carbon. This research aims to make activated carbon from thepeat soil and nutrient concentrations studied the influence of activators and activation times for the qualityactivated carbon produced. Raw materials used to make activated carbon is peat derived from centralKalimantan. H2SO4 solution is used as the activator. While Iod solution, a solution of potassium iodideand thiosulphate solution 0.1 N is used as active carbon absorbent testing agent. Set of variables: 550 0Ctemperature carbonization, carbonization time of 2 hours, peat, coal 40 mesh particle size , weight of 100grams of active carbon, the comparison of the char activator 1: 10 and the drying temperature is 120 0C.Carried out activator concentration are 5%, 10%, 15%, 20% and 25% and time of immersion / activationare 1, 1.5, 2, 2.5, 3 (h). Research results are measured from the active carbon absorbent rate of Iodinesolution. Best results absorbed rate measured as 21.88% were obtained in 20% H2SO4 concentration andactivation time of 2.5 hours.Key words: active carbon, peat, activator, carbonization, absorbent rate
PENGEMBANGAN OLAHAN KERUPUK IKAN MANYUNG PADA WARGA GANG DOLLY SURABAYA ,, Sani; Hapsari, Nur; Rosida, Dedin F; Sri, Sri Djajati
REKAPANGAN Vol 11, No 2 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyuluhan dan pelatihan dari Program Abdimas ini merupakan aplikasi dari hasil penelitian untuk menjadikan aneka produk pangan yang berbasis ikan sebagai alternatif produk pangan bergizi tinggi dan berpeluang untuk dikembangkan pada warga Gang Dolly Surabaya untuk meningkatkan pendapatan. Metoda yang digunakan dalam memfasilitasi peningkatan ketrampilan olahan ikan di wilayah Gang Dolly Surabaya ini adalah dengan mengadakan pelatihan dengan metode pelatihannya adalah : metode ceramah, metode praktek dan metode pendampingan untuk keberlanjutan kegiatan usaha dan pemasaran hasil. Kondisi Obyektif  yang ada adalah rendahnya produktivitas produsen olahan perikanan  yang dihasilkan selama ini lebih disebabkan oleh lemahnya sumberdaya manusia di bidang manajemen, organisasi yang kurang professional, kurangnya penguasaan teknologi pengolahan dan informasi serta pemasaran yang lemah, dan rendahnya kualitas kewirausahaan dari para pelaku  usaha . Untuk itu pada program ini dilakukan pelatihan ibu-ibu warga Putat Jaya (Gang Dolly) dalam pembuatan kerupuk dari ikan Manyung. Dalam bidang ekonomi ataupun bisnis, ikan manyung merupakan ikan ekonomis yang penting sebagai ikan konsumsi yang dapat dijadikan sebagai bahan penghasil uang. Dibanding dengan ikan tengiri yang banyak digunakan sebagai bahan kerupuk ikan, ikan manyung lebih menjanjikan untuk menghasilkan uang karena harga ikan manyung relatif lebih murah dibanding ikan tengiri. Dan yang pasti kandungan protein dalam ikan manyung sangat tinggi. Kata Kunci : dolly, manyung, kerupuk, pangan, protein, gizi, murah
ETANOL GEL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Sani, Sani; Astuti, Dwi Hery; Fathoni, Muhammad; Pratama, Bayu Prima
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i1.825

Abstract

Bahan Bakar Minyak sudah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat. Namun karena deposit minyak bumi di Indonesia hanya tinggal  20 tahun maka harus dicari bahan bakar alternatif lain yang dapat menggantikan minyak tanah. Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang potensial karena sumbernya mudah diperbaharui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan  volume C2H5OH dan lama pengadukan terhadap hasil nilai flash point etanol gel dari cangkang kerang hijau dan etanol. Cangkang kerang hijau yang telah dihaluskan dimasukkan dalam beaker glass kemudian dicampur dengan asam asetat (CH3COOH), kalsium asetat (Ca(CH3COO)2) yang terbentuk dicampur dengan etanol 85% sesuai variabel volume etanol yaitu (70;75;80;85;90 ml), diaduk selama waktu sesuai variabel yaitu (30;60;90;120;150 menit) kemudian didiamkan sampai terbentuk etanol gel. Kemudian disaring untuk diambil etanol gelnya dan dianalisakan flash pointnya. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengadukan   nilai flash point menurun. Hasil terbaik yang diperoleh yaitu flash point sebesar 16,80 oC yang didapat pada volume etanol 75 ml dan waktu pengadukan 150 menit.
KAJIAN KARAKTERISTIK BIOCHAR DARI BATANG TEMBAKAU, BATANG PEPAYA DAN JERAMI PADI DENGAN PROSES PIROLISIS Astuti, Dwi Hery; Sani, Sani -; Yuandana, Yohanes Gilang; Karlin, Karlin -
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i2.1083

Abstract

Biochar adalah produk yang kaya karbon yang dihasilkan oleh pirolisis dari biomassa yang sangat ringan. Namun, biochar berbeda dari yang lain karena diberikan dalam tanah sebagai pembenah tanah dan bermanfaat bagi lingkungan. Biomassa batang tembakau, batang pepaya dan jerami padi dapat dibuat biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik biochar dari ketiga bahan meliputi rendemen, luas permukaan pori – pori, kadar C organic dan daya adsorbsi. Variabel yang kami gunakan dalam penelitian ini meliputi suhu pirolisis dan jenis bahan yang digunakan. Bahan yang digunakan pada masing – masing suhu pirolisis sebesar 100 gram. Penentuan karakteristik biochar untuk luas permukaan pori  –  pori  menggunakan  metode  BET  (Brunauer-Emmett-Teller)  dan  untuk  C organic menggunakan metode spektofotometri. Hasil biochar yang terbaik untuk rendemen tertinggi diperoleh dari biochar batang tembakau pada suhu 550oC sebesar 30,49%. Kadar C–organik yang tertinggi pada suhu 400oC ada pada biochar batang tembakau sebesar 57,08%. Luas permukaan pori–pori tertinggi pada biochar batang tembakau sebesar 319,3715 m2/g. Sedangkan daya adsorbsi yang tertinggi terdapat pada biochar dari batang pepaya DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.1083
PENURUNAN BOD DAN COD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI RUMPUT LAUT DENGAN METODE ION EXCHANGE Sani, Sani; Istiqomah, Umi Ary; Prabowo,, Nina Sari; Astuti, Dwi Hery
Jurnal Teknik Kimia Vol 13, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v13i2.1413

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia disektor kelautan, disampingudang dan tuna. Dengan banyaknya Industri rumput laut akan menimbulkan permasalahan limbah cairyang mempunyai kandungan BOD awal 5297,78mg/liter dan COD 18.252,55mg/liter. Penelitian inibertujuan untuk menurunkan BOD dan COD dari limbah cair industri rumput laut melalui proses resinpenukar ion, dimana resin yang digunakan adalah resin anion. Variabel berat resin adalah 250, 300,350, 400, dan 450gr, dengan kecepatan pengadukan 200rpm, dan waktu pengadukan 15, 30, 45, 60dan 75menit. Kemudian setelah resin mengalami kejenuhan, maka dilakukan regenerasi, denganmenggunakan larutan NaOH 13%. Hasil penelitian penurunan COD terbaik adalah 9196 mg/literdidapat pada waktu pengadukan 45menit dengan penambahan resin 450gr. Hasil penurunan BODterbaik adalah 3002,66mg/liter didapat pada waktu pengadukan 75menit dan penambahan resin450gr. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i2.1413
KARBON AKTIF DARI BATUBARA LIGNITE DENGAN PROSES AKTIVASI MENGGUNAKAN HIDROGEN FLOURIDA Novananda, Ajie; Rahmawati, Ira; Sani, Sani; Astuti, Dwi Hery; Suprianti, Lilik
Jurnal Teknik Kimia Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2297

Abstract

Lignit merupakan jenis batu bara yang mengandung banyak pengotor dan memiliki nilai kalor relatif rendah sehingga tidak banyak dimanfaatkan untuk bahan bakar, tetapi mengandung senyawa karbon yang cukup tinggi sehingga mempunyai peluang untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan karbon aktif. Pada penelitiaan ini dilakukan sintesa lignit menjadi karbon aktif dengan menggunakan aktivator Hidrogen Florida (HF). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi aktivator HF dan suhu aktivasi pada pembuatan karbon aktif dari batubara lignit. Proses sintesa lignit menjadi karbon aktif diawali dengan melakukan preparasi batubara melalui proses karbonasi pada temperatur 500oC selama 2 jam. Selanjutnya serbuk batu bara dihaluskan dan  diayak untuk diperoleh ukuran yang seragam 100 mesh. Serbuk batu bara direndam pada larutan HF dengan perbandingan 1:10. Konsentrasi larutan HF bervariasiasi sebesar: 2, 2,5, 3, 3,5, 4 % volume. Perendaman dilakukan selama 5 jam pada temperatur 30oC, kemudian larutan disaring dan residu batu bara diaktivasi menggunakan furnace dengan variabel temperatur 700; 750; 800; 850; 900 oC selama 2 jam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karbon aktif terbaik didapatkan pada konsentrasi HF 4% dan suhu aktivasi 900oC dengan daya serap terhadap iodin (I2) sebesar 810,75 mg/g, kadar air 1,9992%, kadar zat terbang 0,192%, kadar abu 5,408% dan fixed carbon mencapai 92,401%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2297
MINIMIZING IDLE CAPACITY AND EFFICIENCY COST BY MODIFYING FEEDING AND FINISHING PF-I TO PRODUCE NPK Dea Indiastuti Ramadany; Mu’tasim Billah; Kevin Esmunaldo; Sani Sani
Konversi Vol 11, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v11i2.14020

Abstract

With the policy of revoking the SP-36 fertilizer subsidy in 2022, an alternative is needed to minimize idle capacity and cost efficiency caused by stopping operations at the Phosphate I Fertilizer Unit. Based on national fertilizer stock data for NPK 15-10-12 fertilizer, there is a gap between the actual stock nationally and the minimum stock. The low actual stock nationally can lead to a scarcity of NPK fertilizer which can affect national food security. So as an alternative solution to solving the problem, the Phosphate I Fertilizer Factory is utilized to be able to produce NPK fertilizer. This problem is solved by using the PDCA Cycle (Plan-Do-Check-Action) method. Based on the data and facts in the field, it is known that the existing equipment condition of the Phosphate I Fertilizer Unit has not been able to produce NPK fertilizer. The results of the project found the best solution to the problem of equipment conditions at the Phosphate Fertilizer Unit I by modifying the feeding system facility which was originally manual to weigher based by installing 3 hoppers, dozometers, BC mixing, and DAP crusher in the Curing 250 Warehouse, then installing coating facilities and coloring NPK fertilizer on the existing cooler in the Phosphate I Fertilizer Unit, making key operating parameters, and conducting an On Job Training scheme for the Phosphate I Fertilizer Unit personnel at the NPK II/III/IV Plant. So with this modification, the Phosphate Fertilizer Factory I is expected to be able to produce NPK fertilizer.
DAILY DATA VISUALIZATION OF PLANT III PT PETROKIMIA GRESIK VIA DASHBOARD UP DATE Devita Salsa Gunawan; Erwan Adi Saputra; Faris Harditya Purnama; Sani Sani
Konversi Vol 11, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v11i2.14018

Abstract

Dashboard is a visual display, numbers and metrics containing all the data that aims to provide information and help users to make the right and fast decisions based on existing data. From here, the idea of a project Up To Date Dashboard "BODATE" came about. A dashboard designed with the concept of Less Input, More Output. The dashboard will continue to be updated and changed every day based on production data and existing field realizations. This dashboard includes an observation of the performance of achieving the production targets of each unit, realization, stock of raws materials and products as well as consumption of raw materials for each unit. The result of this "BODATE" Up To Date Dashboard is that it overcomes the difficulty of finding relationships between data, and the set of daily report numbers that are constantly changing every day just by turning it into a unique but still efficient data visualization display in terms of time. The purpose of this "BODATE" Up To Date Dashboard is to create fast and efficient data visualization in order to overcome problems that exist in the Department of Production Planning and Energy Management (PPPE) and can be implemented, especially in the Work Unit of Planning and Control (Rendal) Production Plant III PT Petrokimia Gresik.
PENENTUAN PERSAMAAN LANGMUIR DAN FREUNDLICH PADA ADSORPSI LOGAM CU(II) DI AIR LIMBAH ELEKTROPLATING DENGAN SILIKA DARI ABU VULKANIK GUNUNG BROMO Desy Nuriyah Alifa Rusdiyana; Anisa Ety Purnamawati; Dwi Hery Astuti; Sani Sani
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i2.8071

Abstract

Industri elektroplating di Indonesia semakin berkembang sehingga menimbulkan limbah cair yang berpotensi dapat mencemari lingkungan. Salah satu alternatif pengurangan kandungan logam berat dalam limbah buangan industri yaitu menggunakan senyawa yang disintesis untuk menyerap logam berat tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan dan membandingkan persamaan Langmuir dan Freundlich agar diperoleh persamaan yang sesuai pada proses adsorpsi logam Cu(II) dengan silika dari Abu Vulkanik Gunung Bromo. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap ekstraksi silika, sintesis silika, dan adsorpsi logam Cu(II) menggunakan limbah elektroplating dengan variabel massa silika 0,5 gram; 1 gram; 1,5 gram; 2 gram dan 2,5 gram serta variabel waktu adsorpsi 40 menit; 60 menit; 80 menit; 100 menit dan 120 menit. Silika yang dihasilkan memiliki kandungan SiO2 sebesar 41,1 %, dimana konsentrasi limbah elektroplating sebesar 187 mg/L dan volume 10 mL dengan massa silika 2 gram selama 80 menit dapat mengadsorpsi logam Cu(II) hingga 99,0481% menggunakan persamaan isoterm adsorpsi Langmuir dan diperoleh persmaan linier y = 1,635x – 0,021 dengan nilai R2 sebesar 0,9701. Daya adsorpsi silika terhadap logam Cu(II) meningkat seiring dengan bertambahnya massa adsorben dan lamanya waktu adsorpsi hingga mencapai titik optimumnya, setelah mencapai titik optimumnya massa adsorben dan waktu adsorpsi tidak memiliki pengaruh yang signifikan.
Pemanfaatan Limbah Padat Penyulingan Daun Cengkeh Menjadi Biobriket Di Desa Kalipucang Af'ida, Layyinatul; Sani, Sani; Siswati, Nana Dyah
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol. 2 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/madani.v2i2.8685

Abstract

Daun cengkeh kering dari hasil penyulingan minyak atsiri daun cengkeh seringkali dipandang sebagai limbah industri yang pemanfaatannya masih kurang. Limbah daun cengkeh ini biasanya hanya digunakan sebagai bahan bakar tambahan untuk proses penyulingan di Desa Kalipucang. Sehingga limbah tersebut dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi biobriket dengan campuran arang sekam padi. Biobriket adalah sumber energi alternatif yang terbuat dari campuran biomassa dengan proses karbonisasi bersuhu tinggi. Tujuan dari pemanfaatan limbah daun cengkeh yaitu untuk mengurangi limbah yang terbuang dan menjadikannya produk yang memiliki nilai jual bagi masyarakat Desa Kalipucang. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu pembuatan biobriket daun cengkeh dan penyuluhan kepada masyarakat. Hasil capaian kegiatan ini adalah briket daun cengkeh yang ramah lingkungan. Pembuatan biobriket daun cengkeh ini diharapkan mampu menjadi solusi alternatif terhadap limbah penyulingan daun cengkeh di Desa Kalipucang.