Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ACTIVATED CARBON PRODUCTION FROM TURF SOIL SANI, SANI
Jurnal Teknik Kimia Vol 5, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v5i2.144

Abstract

Indonesia is one of the country that proposed as a country tag has the world's largest peat, whilethe carbon content in peat is quite high, namely ± 60%. To increase the economical value of peat in amanner that is processed into activated carbon. This research aims to make activated carbon from thepeat soil and nutrient concentrations studied the influence of activators and activation times for the qualityactivated carbon produced. Raw materials used to make activated carbon is peat derived from centralKalimantan. H2SO4 solution is used as the activator. While Iod solution, a solution of potassium iodideand thiosulphate solution 0.1 N is used as active carbon absorbent testing agent. Set of variables: 550 0Ctemperature carbonization, carbonization time of 2 hours, peat, coal 40 mesh particle size , weight of 100grams of active carbon, the comparison of the char activator 1: 10 and the drying temperature is 120 0C.Carried out activator concentration are 5%, 10%, 15%, 20% and 25% and time of immersion / activationare 1, 1.5, 2, 2.5, 3 (h). Research results are measured from the active carbon absorbent rate of Iodinesolution. Best results absorbed rate measured as 21.88% were obtained in 20% H2SO4 concentration andactivation time of 2.5 hours.Key words: active carbon, peat, activator, carbonization, absorbent rate
PENGEMBANGAN OLAHAN KERUPUK IKAN MANYUNG PADA WARGA GANG DOLLY SURABAYA ,, Sani; Hapsari, Nur; Rosida, Dedin F; Sri, Sri Djajati
REKAPANGAN Vol 11, No 2 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyuluhan dan pelatihan dari Program Abdimas ini merupakan aplikasi dari hasil penelitian untuk menjadikan aneka produk pangan yang berbasis ikan sebagai alternatif produk pangan bergizi tinggi dan berpeluang untuk dikembangkan pada warga Gang Dolly Surabaya untuk meningkatkan pendapatan. Metoda yang digunakan dalam memfasilitasi peningkatan ketrampilan olahan ikan di wilayah Gang Dolly Surabaya ini adalah dengan mengadakan pelatihan dengan metode pelatihannya adalah : metode ceramah, metode praktek dan metode pendampingan untuk keberlanjutan kegiatan usaha dan pemasaran hasil. Kondisi Obyektif  yang ada adalah rendahnya produktivitas produsen olahan perikanan  yang dihasilkan selama ini lebih disebabkan oleh lemahnya sumberdaya manusia di bidang manajemen, organisasi yang kurang professional, kurangnya penguasaan teknologi pengolahan dan informasi serta pemasaran yang lemah, dan rendahnya kualitas kewirausahaan dari para pelaku  usaha . Untuk itu pada program ini dilakukan pelatihan ibu-ibu warga Putat Jaya (Gang Dolly) dalam pembuatan kerupuk dari ikan Manyung. Dalam bidang ekonomi ataupun bisnis, ikan manyung merupakan ikan ekonomis yang penting sebagai ikan konsumsi yang dapat dijadikan sebagai bahan penghasil uang. Dibanding dengan ikan tengiri yang banyak digunakan sebagai bahan kerupuk ikan, ikan manyung lebih menjanjikan untuk menghasilkan uang karena harga ikan manyung relatif lebih murah dibanding ikan tengiri. Dan yang pasti kandungan protein dalam ikan manyung sangat tinggi. Kata Kunci : dolly, manyung, kerupuk, pangan, protein, gizi, murah
ETANOL GEL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Sani, Sani; Astuti, Dwi Hery; Fathoni, Muhammad; Pratama, Bayu Prima
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i1.825

Abstract

Bahan Bakar Minyak sudah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat. Namun karena deposit minyak bumi di Indonesia hanya tinggal  20 tahun maka harus dicari bahan bakar alternatif lain yang dapat menggantikan minyak tanah. Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang potensial karena sumbernya mudah diperbaharui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan  volume C2H5OH dan lama pengadukan terhadap hasil nilai flash point etanol gel dari cangkang kerang hijau dan etanol. Cangkang kerang hijau yang telah dihaluskan dimasukkan dalam beaker glass kemudian dicampur dengan asam asetat (CH3COOH), kalsium asetat (Ca(CH3COO)2) yang terbentuk dicampur dengan etanol 85% sesuai variabel volume etanol yaitu (70;75;80;85;90 ml), diaduk selama waktu sesuai variabel yaitu (30;60;90;120;150 menit) kemudian didiamkan sampai terbentuk etanol gel. Kemudian disaring untuk diambil etanol gelnya dan dianalisakan flash pointnya. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengadukan   nilai flash point menurun. Hasil terbaik yang diperoleh yaitu flash point sebesar 16,80 oC yang didapat pada volume etanol 75 ml dan waktu pengadukan 150 menit.
KAJIAN KARAKTERISTIK BIOCHAR DARI BATANG TEMBAKAU, BATANG PEPAYA DAN JERAMI PADI DENGAN PROSES PIROLISIS Astuti, Dwi Hery; Sani, Sani -; Yuandana, Yohanes Gilang; Karlin, Karlin -
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i2.1083

Abstract

Biochar adalah produk yang kaya karbon yang dihasilkan oleh pirolisis dari biomassa yang sangat ringan. Namun, biochar berbeda dari yang lain karena diberikan dalam tanah sebagai pembenah tanah dan bermanfaat bagi lingkungan. Biomassa batang tembakau, batang pepaya dan jerami padi dapat dibuat biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik biochar dari ketiga bahan meliputi rendemen, luas permukaan pori – pori, kadar C organic dan daya adsorbsi. Variabel yang kami gunakan dalam penelitian ini meliputi suhu pirolisis dan jenis bahan yang digunakan. Bahan yang digunakan pada masing – masing suhu pirolisis sebesar 100 gram. Penentuan karakteristik biochar untuk luas permukaan pori  –  pori  menggunakan  metode  BET  (Brunauer-Emmett-Teller)  dan  untuk  C organic menggunakan metode spektofotometri. Hasil biochar yang terbaik untuk rendemen tertinggi diperoleh dari biochar batang tembakau pada suhu 550oC sebesar 30,49%. Kadar C–organik yang tertinggi pada suhu 400oC ada pada biochar batang tembakau sebesar 57,08%. Luas permukaan pori–pori tertinggi pada biochar batang tembakau sebesar 319,3715 m2/g. Sedangkan daya adsorbsi yang tertinggi terdapat pada biochar dari batang pepaya DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.1083
PENURUNAN BOD DAN COD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI RUMPUT LAUT DENGAN METODE ION EXCHANGE Sani, Sani; Istiqomah, Umi Ary; Prabowo,, Nina Sari; Astuti, Dwi Hery
Jurnal Teknik Kimia Vol 13, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v13i2.1413

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia disektor kelautan, disampingudang dan tuna. Dengan banyaknya Industri rumput laut akan menimbulkan permasalahan limbah cairyang mempunyai kandungan BOD awal 5297,78mg/liter dan COD 18.252,55mg/liter. Penelitian inibertujuan untuk menurunkan BOD dan COD dari limbah cair industri rumput laut melalui proses resinpenukar ion, dimana resin yang digunakan adalah resin anion. Variabel berat resin adalah 250, 300,350, 400, dan 450gr, dengan kecepatan pengadukan 200rpm, dan waktu pengadukan 15, 30, 45, 60dan 75menit. Kemudian setelah resin mengalami kejenuhan, maka dilakukan regenerasi, denganmenggunakan larutan NaOH 13%. Hasil penelitian penurunan COD terbaik adalah 9196 mg/literdidapat pada waktu pengadukan 45menit dengan penambahan resin 450gr. Hasil penurunan BODterbaik adalah 3002,66mg/liter didapat pada waktu pengadukan 75menit dan penambahan resin450gr. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i2.1413
KARBON AKTIF DARI BATUBARA LIGNITE DENGAN PROSES AKTIVASI MENGGUNAKAN HIDROGEN FLOURIDA Novananda, Ajie; Rahmawati, Ira; Sani, Sani; Astuti, Dwi Hery; Suprianti, Lilik
Jurnal Teknik Kimia Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2297

Abstract

Lignit merupakan jenis batu bara yang mengandung banyak pengotor dan memiliki nilai kalor relatif rendah sehingga tidak banyak dimanfaatkan untuk bahan bakar, tetapi mengandung senyawa karbon yang cukup tinggi sehingga mempunyai peluang untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan karbon aktif. Pada penelitiaan ini dilakukan sintesa lignit menjadi karbon aktif dengan menggunakan aktivator Hidrogen Florida (HF). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi aktivator HF dan suhu aktivasi pada pembuatan karbon aktif dari batubara lignit. Proses sintesa lignit menjadi karbon aktif diawali dengan melakukan preparasi batubara melalui proses karbonasi pada temperatur 500oC selama 2 jam. Selanjutnya serbuk batu bara dihaluskan dan  diayak untuk diperoleh ukuran yang seragam 100 mesh. Serbuk batu bara direndam pada larutan HF dengan perbandingan 1:10. Konsentrasi larutan HF bervariasiasi sebesar: 2, 2,5, 3, 3,5, 4 % volume. Perendaman dilakukan selama 5 jam pada temperatur 30oC, kemudian larutan disaring dan residu batu bara diaktivasi menggunakan furnace dengan variabel temperatur 700; 750; 800; 850; 900 oC selama 2 jam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karbon aktif terbaik didapatkan pada konsentrasi HF 4% dan suhu aktivasi 900oC dengan daya serap terhadap iodin (I2) sebesar 810,75 mg/g, kadar air 1,9992%, kadar zat terbang 0,192%, kadar abu 5,408% dan fixed carbon mencapai 92,401%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2297
Development of Manyung Fruit Fish Process in Gang Dolly Surabaya Nur Hapsari; Sani; Dedin F Rosida; Sri Djajati
Nusantara Science and Technology Proceedings International Seminar of Research Month Science and Technology in Publication, Implementation and Co
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Counseling and training of the Abdimas Program is an application of research results to make various fish products based on fish as an alternative high nutritious food products and a chance to be developed in Gang Dolly residents Surabaya to increase revenue.The method used in facilitating the improvement of fish processing skills in the area of Gang Dolly Surabaya is to conduct training with training methods are: lecture method, practice method and advisory methods for the sustainability of business activities and marketing results.The existing objective condition is that the low productivity of fishery producers produced during this time is more due to the weakness of human resources in the field of management, less professional organization, lack of mastery of processing technology and weak information and marketing, and the low quality of entrepreneurship from business actors. For this purpose, the training was conducted by the mothers of Putat Jaya (Gang Dolly) residents in making crackers from Manyung fish.In the field of economy or business, fish manyung is an economical fish that is important as a consumption fish that can be used as a money-producing material. Compared with the tengiri fish that are widely used as fish crackers, manyung fish is more promising to make money because the price of manyung fish is relatively cheaper than fish tengiri. And certainly the protein content in manyung fish is very high.
Synthesis and Modification of Nano-Precipitated Calcium Carbonate (PCC) with Addition of Ethylene Glycol Sani; Mega Rosilina; Mochamad Titus Maulana; A. R Yelvia Sunarti; Srie Muljani; Dwi Hery Astuti; Isni Utami
International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering Vol. 3 No. 01 (2022): IJEISE
Publisher : Engineering Faculty, University of Pembangunan Nasional Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ijeise.v3i01.57

Abstract

ZA fertilizer waste (Ammonium sulfate) is waste generated from the industrial process of producing ZA fertilizer. The waste contains very high calcium and has the potential to be used as a raw material in the manufacture of Precipitated Calcium Carbonate (PCC). PCC with certain qualities can be developed in the field of advanced materials, with size modification into nanoparticles. One method to produce nanoparticles is using the coprecipitation method, with the help of a polymer solution. This study aims to produce Nano-PCC by finding the best conditions of CaCl2: Ethylene Glycol mole ratio and stirring speed. Nano-PCC is synthesized by reacting fertilizer waste with HCl to form a CaCl2 solution. Then, the solution is mixed with ethylene glycol to prevent particle agglomeration so that the size obtained will be smaller. The mixture is then reacted with Na2CO3 to form precipitated calcium carbonate (PCC). In this study, the variables were the mole ratio of CaCl2: ethylene glycol (1:12, 1:14, 1:18, 1:20) and stirring speed (350, 500, 650, 800, and 950 rpm). Based on PSA analysis, the Nano-PCC obtained at the smallest CaCl2: ethylene glycol ratio 1:12, stirring speed 950 rpm was 51.83 nm. Based on Scherrer’s calculations with XRD, the particle size obtained was 48.25 nm. SEM analysis showed that the crystals formed were dominated by vaterite crystals, with a size range of 55.71-607.79 nm.
Morphology Characteristic Study of Adsorbent Prepared from Sidoarjo Hot Mud Dwi Hery Astuti; Aissyah Lathifah Adriyanti; Arrizal Buditama; Ardika Nurmawati; Lucky Indrati Utami; Sani
Nusantara Science and Technology Proceedings 3rd International Conference Eco-Innovation in Science, Engineering, and Technology
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2736

Abstract

Sidoarjo hot mud has erupted for the past 16 years and has many effects on the environment. This mud contains several porous materials, such as silica and aluminum oxide, which can be used as adsorbents. This study aimed to characterize the morphology of the adsorbent and apply it to waste cooking oil purification. The composition of virgin hot mud was 46.5% SiO2 and 13% Al2O3 with an amorphous crystalline structure. The hot mud was activated with H2SO4 under different drying process conditions where the drying temperature differed from 150oC to 250oC, while the drying period was set from 30 to 90 minutes. After the activation, the structure of the adsorbent became more crystalline. From XRD analysis, the lowest intensity resulted from adsorbent with 225oC and 75 minutes of drying, with 191,038 m2/gr on pore surface area. This adsorbent had a greater pore surface area and gave the best adsorption process.
MINIMIZING IDLE CAPACITY AND EFFICIENCY COST BY MODIFYING FEEDING AND FINISHING PF-I TO PRODUCE NPK Dea Indiastuti Ramadany; Mu’tasim Billah; Kevin Esmunaldo; Sani Sani
Konversi Vol 11, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v11i2.14020

Abstract

With the policy of revoking the SP-36 fertilizer subsidy in 2022, an alternative is needed to minimize idle capacity and cost efficiency caused by stopping operations at the Phosphate I Fertilizer Unit. Based on national fertilizer stock data for NPK 15-10-12 fertilizer, there is a gap between the actual stock nationally and the minimum stock. The low actual stock nationally can lead to a scarcity of NPK fertilizer which can affect national food security. So as an alternative solution to solving the problem, the Phosphate I Fertilizer Factory is utilized to be able to produce NPK fertilizer. This problem is solved by using the PDCA Cycle (Plan-Do-Check-Action) method. Based on the data and facts in the field, it is known that the existing equipment condition of the Phosphate I Fertilizer Unit has not been able to produce NPK fertilizer. The results of the project found the best solution to the problem of equipment conditions at the Phosphate Fertilizer Unit I by modifying the feeding system facility which was originally manual to weigher based by installing 3 hoppers, dozometers, BC mixing, and DAP crusher in the Curing 250 Warehouse, then installing coating facilities and coloring NPK fertilizer on the existing cooler in the Phosphate I Fertilizer Unit, making key operating parameters, and conducting an On Job Training scheme for the Phosphate I Fertilizer Unit personnel at the NPK II/III/IV Plant. So with this modification, the Phosphate Fertilizer Factory I is expected to be able to produce NPK fertilizer.
Co-Authors A. Fani Dwiyulianty Fariadi A.R Yelvia Sunarti abdillah, nabil zhillan Af'ida, Layyinatul Ahmad, Naufal Ramadhan Ainur Rofiq Aissyah Lathifah Adriyanti Aisyah, Aurela Naura Akmalia Dinda Oktavianta Aldy Cahya Putra Amanah Nur Febrianti Anisa Ety Purnamawati AR Yelvia AR Yelvia Sunarti AR Yelvia Sunarti Ardika Nurmawati, Ardika Arfinka Pinakesti Aristio, Rivaldi Arke, Nadya Ramadhani Arrizal Buditama Ashilah Hanindya Astuti, Dwi Hery Bimantara Hidayah Caecillia P udjiastuti Dea Indiastuti Ramadany Dedin F Rosida Dedin F Rosida Desy Nuriyah Alifa Rusdiyana Devita Salsa Gunawan Dwi Hery Astuti Dwi Hery Astuti Dwi Hery Astuti Dwi Hery Astuti Dwi Hery Astuti Dwika Mahtris Nandani Putri Erwan Adi Saputro Faris Harditya Purnama Hasanah, Rofidatul Ibadurrahman, Muhammad Watsieq Ika N. Puspitawati Ika Nawang Puspitawati Ira Rahmawati ISNI UTAMI Isni Utami Istiqomah, Umi Ary Izam Arrazhi Jouvita Rosanti Karlin, Karlin - Kevin Esmunaldo Kindriari Nurma Wahyusi L.Urip Widodo, Yohandrik Novel Karaman Lucky Indrati Utami Ma’rifah, Zustah Damul Mega Rosilina Mega Rosilina Mochamad Titus Maulana Mochamad Titus Maulana Mochammad Rifqi Ardiansyah Muhammad Fathoni, Muhammad Muhammad, Fitrah Guna Muljani, Sri Mutasim Billah Muttaqin, Anfai Syifa Mu’tasim Billah Nana Dyah Siswati, Anwar Zain and Mohammad Nashrul Haqqi Novananda, Ajie Nur Hapsari Nur Hapsari Padmasari, Rahmita Prabowo,, Nina Sari Prakoso, Satryo Arya Prasetyo Hadi Pratama, Bayu Prima Puspitawat, Ika Nawang Ramandani, Adityas Agung Retno Dewati Reva Edra Nugraha Rizka Amalia Kusuma Putri RR. Jasmine Nadya E. N. Rochadiana S Suprihatin Sagala, Maria Tania Agustia salma sekarningrum Sari, Dewa Ayu Made Dearwita Septianingsih, Dilla Shiva Eric Z. Nur Sintha Soraya Santi Sri Djajati Sri, Sri Djajati SRIE MULJANI Sulaiman, Yusri Risyad Suprianti, Lilik Suprihatin Suprihatin Syahputra, Febryan Rama Wahyu Hidayah Wirayudha, Umar Wulandari, Pingky Fantika Yogaswara, Rachmad Ramadhan Yonathan Juanto Yuandana, Yohanes Gilang Yudhistira, Nashrulfatih Zulianti, Mei Fifa