ABSTRAK Penguatan ideologi, kepemimpinan, dan karakter kader Muhammadiyah memerlukan program perkaderan yang sistematis untuk menjawab tantangan perkembangan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta menumbuhkan komitmen peserta dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam Berkemajuan melalui kegiatan Baitul Arqam Aceh Singkil 2026. Mitra kegiatan adalah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Singkil dengan melibatkan 40 peserta yang berasal dari unsur pimpinan, kader, organisasi otonom, pendidik, tenaga kependidikan, dan calon kader Muhammadiyah. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, dinamika kelompok, studi kasus, refleksi, serta pembinaan karakter dan kepemimpinan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, partisipasi peserta, diskusi, refleksi, umpan balik peserta, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta terhadap ideologi Muhammadiyah, kesadaran pentingnya kaderisasi, pemahaman prinsip kepemimpinan, motivasi untuk berkontribusi dalam organisasi dan masyarakat, komitmen terhadap implementasi nilai-nilai Islam Berkemajuan, serta terbentuknya jejaring komunikasi dan kolaborasi antarpeserta. Program ini menunjukkan bahwa Baitul Arqam merupakan model pengabdian yang efektif dalam mendukung penguatan sumber daya manusia dan kaderisasi Muhammadiyah.Kata kunci: Baitul Arqam; kaderisasi Muhammadiyah; kepemimpinan; pengabdian kepada masyarakat; penguatan ideologi. ABSTRACT Strengthening Muhammadiyah ideology, leadership, and cadre character requires a systematic cadre development program to address contemporary societal challenges. This community service program aimed to strengthen participants' understanding of Muhammadiyah ideology, enhance leadership capacity, and foster commitment to implementing the values of Progressive Islam through the 2026 Baitul Arqam Aceh Singkil program. The partner was the Regional Leadership of Muhammadiyah Aceh Singkil, involving 40 participants consisting of organizational leaders, cadres, autonomous organization members, educators, education personnel, and prospective Muhammadiyah cadres. The implementation methods included lectures, interactive discussions, question-and-answer sessions, group dynamics, case studies, reflection, and leadership and character development activities. Evaluation was conducted through observation, participant involvement, discussions, reflection, participant feedback, and activity documentation. The program results indicated improved understanding of Muhammadiyah ideology, increased awareness of cadre development, strengthened leadership understanding, higher motivation to contribute to organizations and society, stronger commitment to implementing the values of Progressive Islam, and the establishment of communication and collaboration networks among participants. The program demonstrates that Baitul Arqam is an effective community service model for strengthening human resources and Muhammadiyah cadre development.Keywords: Baitul Arqam; community service; leadership; Muhammadiyah cadre development; ideological strengthening.