Siti Habibah Amalia
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Produk Olahan Singkong Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang Herlina Pratiwi; Firda Hidayah; Nawal Septiana Mardi; Azizah Zalfa Salzabil; Siti Habibah Amalia; Lu’luatul Fauziah; Sinta Setiawati; Putri Umi Ayu Mas Melati; Alifia Unzila Artamevia; Ahmad Lathif; Alfi Syahri Ridho; Dzikri Ramadhan; Robby Miftahul Ulum; Ulum Ulum; Rifky Husen Arrosid; Nazwa Oktavia Ramadhani
Journal of Community Service and Engagement Vol 2 No 1 (2026): August: Servitia: Journal of Community Service and Engagement
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/6mkwdd21

Abstract

This study analyzes cassava-based product development as an effort to increase added value and strengthen economic empowerment in Sukamulya Village, Mekarjaya District, Pandeglang Regency. The activity employed a participatory approach through observation, education, demonstrations, hands-on practice, mentoring, and evaluation. Results show that cassava processing not only produces ready-to-consume food products but also introduces the community to quality control, packaging, labeling, cost recording, pricing, and marketing. The economic calculation scenario indicates a production cost of IDR 299,000 for 50 packages, a production cost of IDR 5,980 per package, a selling price of IDR 8,000, revenue of IDR 400,000, and a break-even point of approximately 24 packages. These figures function as an economic learning model and require verification using transaction records. The activity provided practical experience supporting skills formation and business understanding. Local and digital marketing may expand market access when production capacity and product quality are maintained consistently. Program sustainability requires organized management, production and sales records, legal compliance, food safety, product diversification, and continued mentoring so the activity can develop into an independent sustainable community enterprise based on local resources.
Peningkatan Kesadaran Remaja melalui Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini di Desa Sukamulya, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang Herlina Pratiwi; Firda Hidayah; Nawal Septiana Mardi; Azizah Zalfa Salzabil; Siti Habibah Amalia; Lu’luatul Fauziah; Sinta Setiawati; Putri Umi Ayu Mas Melati; Alifia Unzila Artamevia; Ahmad Lathif; Alfi Syahri Ridho; Dzikri Ramadhan; Robby Miftahul Ulum; Ulum Ulum; Rifky Husen Arrosid; Nazwa Oktavia Ramadhani
Journal of Community Service and Engagement Vol 2 No 1 (2026): August: Servitia: Journal of Community Service and Engagement
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/357zn156

Abstract

Early marriage remains a multidimensional social issue that affects adolescents’ education, health, psychological readiness, social relations, and economic prospects. This community service program aimed to increase adolescent awareness through education on preventing early marriage in Sukamulya Village, Mekarjaya District, Pandeglang Regency. The activity used an educational-participatory approach through material presentations, interactive discussions, question-and-answer sessions, and descriptive evaluation of participant responses. The educational content covered the legal minimum age for marriage, contributing factors, health and psychological consequences, educational and economic risks, family roles, social norms, and future planning. The activity provided participants with structured information and a discussion space to understand marriage as a decision requiring multidimensional readiness. The findings also indicate that prevention efforts need support from families, communities, schools, health workers, and village government. Because no quantitative pre-test and post-test data were collected, the program’s effectiveness cannot be expressed as a percentage increase in knowledge. Sustainable education, family communication, social support, and measurable evaluation are therefore recommended to strengthen long-term prevention efforts. These measures can also strengthen adolescents’ educational aspirations, decision-making capacity, and access to alternatives before entering marriage.
Penanaman Bibit Pohon Albasiyah Sebagai Upaya Penghijauan dan Pelestarian Lingkungan di Desa Sukamulya, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang Rifky Husen Arrosid; Herlina Pratiwi; Ulum Ulum; Robby Miftahul Ulum; Dzikri Ramadhan; Alfi Syahri Ridho; Ahmad Lathif; Alifia Unzila Artamevia; Putri Umi Ayu Mas Melati; Sinta Setiawati; Lu’luatul Fauziah; Siti Habibah Amalia; Azizah Zalfa Salzabil; Nawal Septiana Mardi; Firda Hidayah; Nazwa Oktavia Ramadhani
Journal of Community Service and Engagement Vol 2 No 1 (2026): August: Servitia: Journal of Community Service and Engagement
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/ht1ez556

Abstract

Kegiatan penanaman bibit pohon albasiyah di Desa Sukamulya, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang merupakan upaya penghijauan berbasis masyarakat yang mengintegrasikan aspek ekologis, edukatif, dan partisipatif. Program dilaksanakan melalui persiapan lokasi, penanaman, penyiraman awal, edukasi lingkungan, serta pemantauan kondisi bibit setelah ditanam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelibatan masyarakat memperkuat pemahaman mengenai fungsi pohon dalam meningkatkan tutupan vegetasi, menjaga kualitas tanah, mendukung penyimpanan karbon, dan memperbaiki kualitas lingkungan. Pemilihan albasiyah dinilai relevan karena merupakan tanaman cepat tumbuh yang berpotensi dikembangkan dalam sistem penghijauan dan agroforestri. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga oleh kesinambungan pemeliharaan, pengendalian gangguan tanaman, dan keterlibatan masyarakat setelah kegiatan selesai. Kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan penghijauan yang mengombinasikan manfaat ekologis dengan nilai sosial dan ekonomi. Dengan demikian, penanaman albasiyah dapat menjadi langkah awal dalam membangun model pelestarian lingkungan berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Ke depan, pemantauan pertumbuhan, perawatan berkala, diversifikasi vegetasi, dan penanaman lanjutan diperlukan untuk memperkuat dampak ekologis program di tingkat desa secara nyata. Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap tanaman sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan kolektif dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan lokal.