Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal dalam pemasaran kopi bubuk serta merumuskan strategi pemasaran yang dapat mendukung peningkatan nilai tambah dan pendapatan petani kopi di Desa Latimojong, Kabupaten Enrekang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan pada Juli–September 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan 10 informan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan analisis SWOT melalui penyusunan Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS), yang selanjutnya digunakan untuk merumuskan strategi S–O, W–O, S–T, dan W–T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan identitas lokal merupakan kekuatan utama dalam pengembangan pemasaran kopi bubuk, sedangkan keterbatasan modal, inovasi kemasan, dan kapasitas pemasaran menjadi kelemahan yang perlu diperbaiki. Peluang pengembangan berasal dari potensi pasar, dukungan pemerintah, dan pemanfaatan saluran pemasaran digital, sementara persaingan produk dari daerah lain dan fluktuasi harga menjadi ancaman yang perlu diantisipasi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kondisi usaha didukung oleh kekuatan internal dan peluang eksternal, sehingga strategi diarahkan pada penguatan identitas dan kualitas produk, inovasi kemasan, perluasan pemasaran digital dan distribusi, diversifikasi produk, serta penguatan kelembagaan pemasaran. Strategi tersebut berpotensi meningkatkan daya saing dan nilai tambah kopi bubuk serta memperkuat manfaat ekonomi yang diterima petani.