Juliya Lidya Priskila Galamba
Universitas Tadulako

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bentuk Sanksi Adat Yang Diberikan Terhadap Pelaku Perzinahan Dalam Masyarakat Adat Pamona Juliya Lidya Priskila Galamba; Amirrudin Amirrudin; Vivi Nur Qalbi
VIVA THEMIS Vol 9, No 2 (2026): VIVA THEMIS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/vt.v9i2.5571

Abstract

Mosalara merupakan salah satu bentuk pelanggaran adat dalam masyarakat Pamona yang berkaitan dengan perzinahan atau pelanggaran kesusilaan yang dianggap mencemari kehormatan keluarga dan mengganggu keseimbangan sosial masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme penyelesaian tindak pidana perzinahan (mosalara) melalui hukum adat Pamona di Kabupaten Poso dan bentuk sanksi adat yang diberikan kepada pelaku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan hukum adat dan pendekatan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian mosalara dilakukan melalui tahapan pengaduan, klarifikasi, musyawarah adat, dan penjatuhan sanksi adat yang melibatkan tokoh adat, keluarga pelaku, keluarga korban, serta pihak terkait lainnya. Sanksi adat yang diberikan berupa denda adat, pemberian hewan ternak, uang adat, permintaan maaf, dan ritual adat tertentu yang bertujuan memulihkan kehormatan keluarga serta keseimbangan sosial masyarakat. Penyelesaian melalui hukum adat dinilai lebih efektif karena mengedepankan musyawarah, perdamaian, dan pemulihan hubungan sosial sehingga sejalan dengan konsep keadilan restoratif (restorative justice).