The Dhuha prayer habituation program is widely implemented in elementary schools to build student discipline, yet its success is often measured only by attendance rather than by the quality of students' engagement during worship. This study aims to determine the quality of student participation in the Dhuha prayer program, the level of student discipline, and the relationship between the two at an elementary school in Bekasi Regency. This study used a quantitative approach with a correlational method. The sample consisted of 142 fourth, fifth, and sixth grade students determined through proportionate stratified random sampling from a population of 218 students. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation, then analyzed using descriptive statistics and the Spearman Rank correlation test with SPSS. The results show that the quality of student participation is in the good category (mean 29.02) and the level of student discipline is in the good category (mean 40.01). The correlation test produced a coefficient of 0.608 with a significance of < 0.001, indicating a strong and significant positive relationship between the two variables, with a contribution of 36.97 percent, while the remaining 63.03 percent is influenced by other factors outside this study. These findings confirm that the depth of students' engagement during worship, not merely physical attendance, is an important factor in fostering discipline among elementary school students, so that schools need to evaluate religious habituation programs not only in terms of attendance but also the quality of internalization. ABSTRAK Program pembiasaan salat Dhuha banyak diterapkan di sekolah dasar untuk membentuk kedisiplinan siswa. Namun, keberhasilannya sering hanya diukur dari kehadiran, bukan dari kualitas keterlibatan siswa selama beribadah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas partisipasi siswa dalam program Shalat Dhuha, tingkat kedisiplinan siswa, dan hubungan antara keduanya di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel berjumlah 142 siswa kelas IV, V, dan VI yang ditentukan melalui proportionate stratified random sampling dari populasi 218 siswa. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman rank menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan kualitas partisipasi siswa berada pada kategori baik (rata-rata 29,02) dan tingkat kedisiplinan siswa berada pada kategori baik (rata-rata 40,01). Uji korelasi menghasilkan koefisien sebesar 0,608 dengan signifikansi < 0,001, yang menunjukkan hubungan positif yang kuat dan signifikan antara kedua variabel, dengan kontribusi sebesar 36,97 persen, sedangkan 63,03 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan bahwa kedalaman keterlibatan siswa saat beribadah, bukan sekadar kehadiran fisik, merupakan faktor penting dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa sekolah dasar, sehingga sekolah perlu mengevaluasi program pembiasaan religius tidak hanya dari aspek presensi, tetapi juga dari kualitas penghayatannya.