Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERIAN AKUPRESUR TITIK P6 UNTUK MENGURANGI NAUSEA GRAVIDARUM TRIMESTER I DI PMB EKA SRIWAHYUNI KOTA MEDAN Sofhia Akemi; Nopita Yanti Sitorus; Desi Handayani Lubis; Maimunah R
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i2.4929

Abstract

Nausea gravidarum (mual muntah) merupakan keluhan fisiologis yang umum dialami oleh sekitar 50% hingga 90% ibu hamil pada trimester pertama akibat fluktuasi hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesteron. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini berisiko menjadi patologis (hiperemesis gravidarum) yang memicu dehidrasi dan gangguan nutrisi. Akupresur pada titik P6 (Neiguan) merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang bekerja merangsang sistem neuroendokrin untuk melepaskan beta-endorfin, guna menginhibisi sinyal mual di otak. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I di PMB Eka Sriwahyuni pada bulan Juni-Juli 2026 yang berjumlah 40 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah kuesioner Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistic non-parametrik Wilcoxon Signed Rank. Hasil Penelitian menunjukkan sebelum intervensi (pre-test), mayoritas responden mengalami mual muntah tingkat sedang yaitu sebanyak 22 orang (55%) dan tingkat ringan 18 orang (45%). Setelah pemberian terapi akupresur titik P6 (post-test), seluruh responden (100%) mengalami penurunan skor mual muntah menjadi kategori derajat ringan. Uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa terapi akupresur titik P6 efektif secara signifikan dalam menurunkan derajat nausea gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Eka Sriwahyuni Kota Medan tahun 2026. Disarankan Kepada ibu hamil untuk melakukan terapi akupresur titik P6 untuk mengurangi mual muntah.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AKUPRESUR BL23 TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB EKA SRIWAHYUNI KOTA MEDAN Rita Permata Sari Nasution; Maimunah R; Desi Handayani Lubis; Yaumil Fauziah
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i2.4932

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan keluhan yang umum dialami sekitar 50% hingga 80% ibu hamil, terutama pada trimester III, akibat perubahan fisiologis seperti pembesaran uterus, perubahan postur tubuh, serta peningkatan hormon relaksin yang menyebabkan peregangan ligamen dan otak. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari hari, kualitas tidur, dan kualitas hidup ibu hamil. Akupresur pada titik BL23 merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang berkerja dengan merangsang pelepasan hormon endorfin , meningkatkan sirkulasi darah, serta mengurangi ketegangan otot sehingga membantu menurunkan intensitas nyeri. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah 65 orang ibu hamil Trimester III diambil data dari PMB Eka Sriwahyuni dari bulan Juni-Juli 2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi yaitu sebanyak 50 orang ibu hamil Trimester III. Instrumen yang digunakan adalah numerik rating scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik nonparametric wilcoson signed ranks test. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum intervensi pretest seluruh responden (100%) mengalami nyeri punggung bawah kategori berat. Setelah pemberian terapi akupresur BL23 posttest, sebagian besar responden (70%) mengalami nyeri sedang dan sebagain kecil (30%) mengalami nyeri ringan. Uji statistik menunjukan nilai p-value = 0,000 (p<0,05) sehingga Hₐ diterima. Dapat disimpulkan bahwa terapi akupresur BL23 efektif secara signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di PMB Eka Sriwahyuni Kota Medan Tahun 2026. Disarankan kepada ibu hamil untuk melakukan terapi akupresur BL23 untuk mengurangi nyeri punggung bawah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEPATUHAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI 0-12 BULAN DI PUSKESMAS PANIPAHAN Lisa Wati; Annisa Namirah Nasution; Maimunah R; Nopita Yanti Sitorus
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i2.4939

Abstract

Basic immunization is an effective effort to prevent infectious diseases in infants. The benefits of immunization include helping the body develop antibodies so that it can fight disease-causingpathogens when exposed to them in thefuture. However, some mothers still fail to comply with the recommended schedule for administering basic immunization. One of the factors suspected to influence such compliance is the mother's level ofknowledge regarding basic immunization. This study ainled to determine the relationship between maternal knowledge and compliance with basic immunization administration among infants aged 0—12 months in the working area of Panipahan Public Health Center. This study employed a quantitative research method with a cross-sectional design. The study population consisted ofall mothers with infants aged 0—12 months in the working area of Panipahan Public Health Center. The sampling technique used was purposive sampling, with a total sample of 49 respondents. Data were collected using a questionnaire to measure the mothers' level of knowledge and an observation sheet based on the Maternal and Child Health (KIA) Book to assess compliance with basic immunization adnlinistration. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a significance level ofa 0.05. The results showed that the majority of respondents had a moderate level ofknowledge, consisting of 25 respondents (51.0%), followed by a low level of knowledge among 13 respondents (26.5%), and a good level of knowledge among 11 respondents (22.4%). Regarding compliance with basic immunization administration, the majority of respondents were non-compliant, comprising 29 respondents (59.2%), while 20 respondents (40.8%) were compliant. The results of the Chi-Square test obtained a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant relationship between maternal knowledge and compliance with basic immunization administration among infants aged 0—12 months in the working area ofPanipahan Public Health Center. It can be concluded that the better the mother's knowledge regarding basic immunization, the higher the mother's level ofcompliance in administering basic immunization to her infant according to the recommended schedule