Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEPATUHAN MENGONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 15 BANDAR LAMPUNG Lintang Dhyta Kinantie; Wayan Aryawati; Christin Angelina Febriani
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i2.5009

Abstract

Rendahnya kepatuhan ini menjadi permasalahan utama dalam efektivitas program pencegahan anemia. Data Riskesdas menunjukkan dari 76,2% remaja putri yang menerima TTD, hanya 1,4% yang patuh mengonsumsinya sesuai anjuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor Health Belief Model yang berhubungan dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 132 rematri dengan teknik proportional random sampling. Penelitian analitik kuantitatif desain cross-sectional, menggunakan data primer penyebaran kuisioner. Data dianalisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian sebagian besar siswi tidak patuh (60,6%), persepsi kerentanan kurang baik (56,1%), persepsi keparahan baik (56,8%), persepsi manfaat baik (64,4%), persepsi hambatan kurang baik (68,2%), isyarat bertindak kurang baik (52,3%), dan efikasi diri kurang baik (55,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi kerentanan (p=0,043; OR=2,217), persepsi keparahan (p=0,043; OR=2,217), persepsi manfaat (p=0,025; OR=2,593), persepsi hambatan (p=0,008; OR=2,952), isyarat bertindak (p=0,002; OR=3,322), dan efikasi diri (p=0,003; OR=3,141) dengan kepatuhan mengonsumsi TTD. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan mengonsumsi TTD adalah efikasi diri dengan nilai OR sebesar 2,848. Peningkatan kepatuhan konsumsi TTD perlu difokuskan pada penguatan efikasi diri, peningkatan edukasi kesehatan, pengurangan hambatan yang dirasakan, serta peningkatan dukungan dari sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan