Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Dalam Mengembangkan Kreativitas Mewarnai Menggunakan Bahan Alam Anak Usia 5-6 Tahun Kusdania; Sarifudin; Erna Anggraini
Global Education Trends Vol. 4 No. 2 (2026): Global Education Trends-Desember
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/get.v4i2.1350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan kreativitas mewarnai menggunakan bahan alam pada anak usia 5–6 tahun serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru dan anak usia 5–6 tahun di TK Kembang Melati, Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan mewarnai menggunakan bahan alam yang diwujudkan dalam empat peran, yaitu sebagai fasilitator, inspirator, motivator, dan mediator. Sebagai fasilitator, guru menyediakan bahan alam seperti kunyit, daun pandan, bunga kembang sepatu, arang, dan tanah berwarna serta menyiapkan alat dan media yang diperlukan. Sebagai inspirator, guru memberikan contoh pemanfaatan bahan alam sebagai pewarna tanpa membatasi ide dan imajinasi anak. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, pujian, dan penghargaan terhadap usaha anak sehingga meningkatkan kepercayaan diri dan semangat dalam berkarya. Sebagai mediator, guru membantu anak ketika mengalami kesulitan sekaligus memberikan kesempatan untuk bereksplorasi sesuai minat dan kemampuan. Kreativitas anak berkembang melalui aspek kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi dalam menghasilkan karya. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan ketersediaan bahan alam, proses pengolahan bahan yang membutuhkan waktu, keterbatasan variasi warna, dan fasilitas yang belum sepenuhnya memadai.