Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Eksplorasi Seni Rupa melalui Kegiatan Kolase dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Raudatul Jannah; Erna Anggraini; Sarifudin
Global Education Trends Vol. 4 No. 2 (2026): Global Education Trends-Desember
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/get.v4i2.1331

Abstract

Seni rupa kolase merupakan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman eksplorasi dan ekspresi bagi anak usia dini dalam mengembangkan kreativitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kegiatan kolase dalam mengembangkan kreativitas anak Kelas B di PAUD Darul Ulum Bongor. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek anak Kelas B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kolase memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih bahan, warna, bentuk, dan tekstur sesuai ide serta imajinasinya. Anak mampu memadukan berbagai material dan menghasilkan karya yang beragam, disertai perkembangan imajinasi, motorik halus, konsentrasi, ketelitian, dan kepercayaan diri. Guru berperan sebagai fasilitator melalui arahan, motivasi, dan pemberian kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh ketersediaan bahan dan alat, lingkungan belajar yang nyaman, minat anak, dan waktu yang memadai, sedangkan keterbatasan waktu, sarana, variasi kegiatan, perbedaan minat, dan pengelolaan kelas menjadi tantangan. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan kolase dapat menjadi salah satu pengalaman pembelajaran seni yang mendukung kreativitas anak melalui eksplorasi, ekspresi, dan penciptaan karya berdasarkan gagasan masing-masing.
Implikasi Tidur Siang Terhadap Konsentrasi Belajar Anak Selama Kegiatan Belajar Deni Noviyanti Windiastuti; Rifki Ayu Rosmita; Sarifudin
Global Education Trends Vol. 4 No. 2 (2026): Global Education Trends-Desember
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/get.v4i2.1333

Abstract

Tidur siang merupakan salah satu rutinitas yang dapat mendukung kesiapan anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tidur siang dan keterkaitannya dengan konsentrasi belajar anak di Denniza Day Care, Perumahan Royal Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi nonpartisipan, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Kelas Pisang, dan anak usia 3–5 tahun. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidur siang dilaksanakan secara rutin setelah makan siang, meskipun anak menunjukkan respons yang berbeda; sebagian anak mudah tertidur, sedangkan sebagian lainnya memerlukan bantuan guru. Setelah tidur siang, anak tampak lebih siap memusatkan perhatian, mempertahankan konsentrasi, merespons instruksi guru, dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Namun, konsentrasi belajar juga dipengaruhi oleh karakteristik individu, motivasi, aktivitas sebelum pembelajaran, tingkat kesulitan tugas, lingkungan belajar, dan dukungan guru. Temuan ini menunjukkan bahwa tidur siang dapat menjadi salah satu kondisi pendukung kesiapan belajar anak, tetapi tidak membuktikan adanya pengaruh sebab-akibat secara langsung terhadap konsentrasi belajar
Peran Guru Dalam Mengembangkan Kreativitas Mewarnai Menggunakan Bahan Alam Anak Usia 5-6 Tahun Kusdania; Sarifudin; Erna Anggraini
Global Education Trends Vol. 4 No. 2 (2026): Global Education Trends-Desember
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/get.v4i2.1350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan kreativitas mewarnai menggunakan bahan alam pada anak usia 5–6 tahun serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru dan anak usia 5–6 tahun di TK Kembang Melati, Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan mewarnai menggunakan bahan alam yang diwujudkan dalam empat peran, yaitu sebagai fasilitator, inspirator, motivator, dan mediator. Sebagai fasilitator, guru menyediakan bahan alam seperti kunyit, daun pandan, bunga kembang sepatu, arang, dan tanah berwarna serta menyiapkan alat dan media yang diperlukan. Sebagai inspirator, guru memberikan contoh pemanfaatan bahan alam sebagai pewarna tanpa membatasi ide dan imajinasi anak. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, pujian, dan penghargaan terhadap usaha anak sehingga meningkatkan kepercayaan diri dan semangat dalam berkarya. Sebagai mediator, guru membantu anak ketika mengalami kesulitan sekaligus memberikan kesempatan untuk bereksplorasi sesuai minat dan kemampuan. Kreativitas anak berkembang melalui aspek kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi dalam menghasilkan karya. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan ketersediaan bahan alam, proses pengolahan bahan yang membutuhkan waktu, keterbatasan variasi warna, dan fasilitas yang belum sepenuhnya memadai.