Pembelajaran numerasi awal yang bersifat abstrak seringkali menyulitkan anak usia dini karena penggunaan media konvensional kurang memfasilitasi aktivitas manipulasi benda konkret. Padahal, tinjauan pendidikan dan humaniora sosial menekankan pentingnya interaksi aktif anak dengan lingkungan alam terdekatnya sebagai sumber belajar. Merespons hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Media Pembelajaran Rumah Pintar Berbasis Bahan Alam yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membilang anak usia 4–5 tahun. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) yang dipandu oleh tahapan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Partisipan penelitian melibatkan 14 anak Kelompok A di TK Darul Ulum beserta guru kelas dan panel ahli validator. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis melalui observasi, wawancara, angket kelayakan, serta asesmen unjuk kerja (pre-test dan post-test). Data kualitatif dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan perangkat lunak Jamovi untuk mengukur indeks validitas Aiken’s V, persentase kepraktisan, Paired Sample t-test, Effect Size (Cohen’s d), serta N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan persentase kelayakan dari ahli materi (95,83%), ahli media (95,83%), dan praktisi PAUD (95,83%) dengan indeks Aiken’s V 0,96, yang mengindikasikan bahwa media tersebut sangat valid dan praktis. Pengujian efektivitas mengungkapkan peningkatan skor rata-rata kemampuan membilang secara signifikan dari 11,07 menjadi 18,21 (p < 0,001), didukung oleh Effect Size kategori sangat besar (2,81) dan N-Gain kategori tinggi (0,86). Sebagai kesimpulan, media ini berkontribusi dalam mengintegrasikan teori konstruktivisme kognitif dengan pendekatan ekologis, serta memberikan implikasi praktis bagi pendidik untuk memanfaatkan kearifan lingkungan lokal (loose parts) sebagai instrumen pedagogis alternatif yang ekonomis dan berkelanjutan.