Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Cooking Class Berbasis Kearifan Lokal Bugis untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi pada Anak Kelompok B di TK Negeri Pertiwi Kota Parepare Andi Sri Ramadana Azis; Novita Ashari; Andi Tien Asmara Palintan; Tri Ayu Lestari Natsir
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12704

Abstract

Literasi anak usia dini meliputi kemampuan bahasa, numerasi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi awal kemampuan literasi anak dan penerapan cooking class berbasis kearifan lokal di TK Negeri Pertiwi Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 17 anak kelompok B2 usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif persentase dengan kategori BB, MB, BSH, dan BSB. Kegiatan cooking class menggunakan makanan tradisional Bugis, yaitu onde-onde, putu pesse’, pisang talemme, dan kue nagasari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan cooking class berbasis kearifan lokal meningkatkan kemampuan literasi anak pada aspek menyimak, berbicara, numerasi, dan budaya. Capaian BSH (Berkembang Sesuai Harapan) dan BSB (Berkembang Sangat Baik) meningkat dari 22,79% pada Pra-Siklus menjadi 62,13% pada Siklus I, atau meningkat 39,34 poin persentase, dan menjadi 84,56% pada Siklus II, atau meningkat 22,43 poin persentase dari Siklus I dan 61,77 poin persentase dari Pra-Siklus. Pada Siklus II, 14 dari 17 anak (82,35%) mencapai ketuntasan klasikal, melampaui kriteria keberhasilan 80%. Dengan demikian, cooking class berbasis kearifan lokal dapat digunakan sebagai kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi anak usia 5–6 tahun melalui pengalaman langsung dalam menyimak, berbicara, berhitung, dan mengenal budaya lokal.