Muhammad Fatich Jalaludin Ridwan
Universitas PGRI Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kualitas Produk, Pemasaran Digital, dan Citra Merek pada Keputusan Pembelian Kopi Lelet Muhammad Fatich Jalaludin Ridwan; Sutrisno Sutrisno; M. Fadjar Darmaputra
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13448

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas produk dan pemasaran digital terhadap keputusan pembelian Kopi Lelet khas Rembang dengan citra merek sebagai variabel intervening. Penelitian dilatarbelakangi oleh semakin ketatnya persaingan produk kopi lokal, perubahan perilaku konsumen pada era digital, serta masih terbatasnya pemanfaatan kanal digital oleh sebagian pelaku usaha Kopi Lelet. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas terhadap 100 konsumen yang pernah membeli atau mengonsumsi Kopi Lelet. Responden dipilih melalui teknik purposive sampling dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4.0, meliputi evaluasi model pengukuran, model struktural, pengaruh langsung, dan pengaruh tidak langsung spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, pemasaran digital, dan citra merek masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Kualitas produk dan pemasaran digital juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek. Selanjutnya, citra merek memediasi secara parsial pengaruh kualitas produk maupun pemasaran digital terhadap keputusan pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan konsumen tidak hanya dibentuk oleh atribut fungsional produk dan komunikasi digital secara langsung, tetapi juga oleh persepsi merek yang terbentuk dari pengalaman tersebut. Implikasinya, pelaku usaha perlu menjaga konsistensi rasa, aroma, proses, higienitas, dan kemasan sekaligus mengoptimalkan media sosial, marketplace, storytelling digital, dan penguatan identitas budaya Rembang agar citra merek semakin kuat dan keputusan pembelian meningkat secara berkelanjutan.