Articles
PENGEMBANGAN DESAIN PERAGA INTERAKTIF MATEMATIKA BERBASIS E-LEARNING UNTUK MEMBENTUK KREATIVITAS MAHASISWA PADA MATA KULIAH WORKSHOP
Zuhri, M. Saifuddin;
Purwosetiyono, FX. Didik;
., Sutrisno
AKSIOMA Vol 5, No 2/september (2014): aksioma
Publisher : IKIP PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Desain Peraga Interaktif matematika berbasis E-learning untuk membentuk pola kreativitas mahasiswa. Adapun target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu menyusun Desain Peraga Interaktif matematika berbasis E-learning dalam membentuk kreativitas mahasiswa.Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu penelitian pengembangan Thiagarajan.Penelitian terdiri atas dua tahap, tahun pertama diharapkan akan dihasilkan Desain Peraga Interaktif matematika berbasis E-learning yang dapat membentuk kreativitas mahasiswa melalui beberapa tahap meliputi tahap pendefinisian dan perencanaan (draft I), selanjutnya dilakukan tahap pengembangan melalui validasi ahli (draft II) dan uji coba lapangan terbatas (draft III). Pembelajaran workshop Matematika dengan desain peraga interaktif mencapai valid, yaitu dengan rata-rata penilaian validator baik yaitu 4,0 menunjukkan perangkat pembelajaran tersebut sudah baik dengan sedikit revisi (revisi diperlukan untuk perbaikan agar perangkat menjadi lebih baik).Pembelajaran workshop matematika dengan desain peraga interaktif sudah terlaksana dengan baik. Keterlaksanaan pembelajaran berdasarkan temuan ternyata mahasiswa dan dosen mata kuliah workshop memberikan respon bahwa pembelajaran matematika dengan desain peraga interaktif berjalan dengan baik. Implementasi pembelajaran dengan desain peraga interaktif mencapai hasil belajar yang baik ditandai Rataan kelas eksperimen sebesar 79,24 dan kelas kontrol sebesar 74,11, maka kelas eksperimen memiliki rataan hasil belajar lebih baik secara signifikan dari pada rataan kelas kontrol. Kata Kunci : Pengembangan, Desain Peraga Interaktif, E-learning, Hasil belajar.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS II PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN
Sutrisno, Sutrisno
AKSIOMA Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa kelas II dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan bilangan serta memberikan alternatif solusinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II semester I Sekolah Dasar Negeri Kalibeluk 01 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Propinsi Jawa Tengah. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru kelas II, sedangkan informan selanjutnya adalah siswa kelas II yang diambil berdasarkan saran informan kunci dan nilai Ujian Tengah Semester I yang kemudian digolongkan ke dalam kriteria akademik tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk kesulitan belajar siswa dalam materi penjumlahan dan pengurangan bilangan meliputi miskonsepsi pada operasi yang melibatkan bilangan nol, belum menguasai prosedur penjumlahan bilangan dengan cara menyimpan dan pengurangan bilangan dengan cara meminjam; kesulitan memaknai soal cerita; serta kekurangtelitian dalam mengerjakan soal. Solusi yang ditawarkan untuk mengantisipasi kesulitan belajar siswa selama dilaksanakan proses pembelajaran meliputi menerapkan pembelajaran yang didasarkan pada prinsip pembelajaran matematika, pemberian soal latihan yang bersifat konstruktif, dan pemberian penguatan terhadap konsep yang belum dipahami siswa. Sedangkan solusi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa setelah dilaksanakan proses pembelajaran meliputi pengajaran remedial yang didasarkan pada prinsip pembelajaran matematika. Berdasarkan kesimpulan tersebut, dapat dikemukakan saran yaitu guru hendaknya memperhatikan tingkat penguasaan materi siswa; guru dapat mengajarkan konsep dengan cara menekankan definisi dan sifat, menekankan contoh dan alasannya, dan membandingkan objek yang tidak sesuai dengan konsep; guru hendaknya mengkaitkan materi pembelajaran dengan konteks riil dan saling terintegrasi dengan materi yang lain; serta bagi para insan pendidikan hendaknya lebih sering melakukan penelitian sehingga permasalahan di dalamnya dapat terungkap dan dapat ditemukan solusinya. Keywords: Kesulitan Belajar, Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan.
EFFECT OF LEARNING USING MATHEMATICA SOFTWARE TOWARD MATHEMATICAL ABSTRACTION ABILITY, MOTIVATION, AND INDEPENDENCE OF STUDENTS IN ANALYTIC GEOMETRY
Yanuar Hery Murtianto;
Sutrisno Sutrisno;
Nizaruddin Nizaruddin;
Muhtarom Muhtarom
Jurnal Infinity Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Number 2, Infinity
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.128 KB)
|
DOI: 10.22460/infinity.v8i2.p219-228
Rapid development of technology for the past two decades has greatly influenced mathematic learning system. Mathematica software is one of the most advanced technology that helps learn math especially in Geometry. Therefore this research aims at investigating the effectiveness of analytic geometry learning by using Mathematica software on the mathematical abstraction ability, motivation, and independence of students. This research is a quantitative research with quasi-experimental method. The independent variable is learning media, meanwhile the dependent variables are students’ mathematical abstraction ability, motivation, and independence in learning. The population in this research was the third semester students of mathematics education program and the sample was selected using cluster random sampling. The samples of this research consisted of two distinct classes, with one class as the experimental class was treated using Mathematica software and the other is the control class was treated without using it. Data analyzed using multivariate, particularly Hotelling’s T2 test. The research findings indicated that learning using Mathematica software resulted in better mathematical abstraction ability, motivation, and independence of students, than that conventional learning in analytic geometry subject.
ANALISIS KESIAPAN DESA VOKASI BERBASIS POTENSI INDUSTRI LOKAL DESA MORODEMAK
Dwi Prasetyo Hadi;
Aryan Eka Prastya Nugraha;
Sutrisno Sutrisno
Soedirman Economics Education Journal Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32424/seej.v3i2.4825
Tujuan dari penelitian untuk menganalisis potensi kewirausahaan yang di miliki oleh Kewirausahaan di Morodemak Kecamatan Bonang Kabupaten Demak (a) mengetahui potensi kewirausahaan masyarakat Desa Morodemak Kecamatan Bonang Kabupaten Demak (b) mengetahui potensi unit usaha (produk/jasa) Morodemak Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. Analisis deskriptif digunakan sebagai metode dengan teknik survey dan studi kasus. Kuesioner diberikan kepada 86 responden yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan pemilik usaha kecil hasil laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi kewirausahaan masyarakat Morodemak Kecamatan Bonang kabupaten Demak sudah cukup baik namun belum ditunjang dengan skill dan pengetahuan yang cukup, dikarenakan dari sebagian masyarakat hanya bekerja sebagai nelayan dan belum banyak memiliki kemampuan berinovasi terkait potensi desanya. Tindak lanjut yaitu menjalin kerjasama dari pihak pengelola desa untuk bersinergi dalam membangun potensi dengan perguruan tinggi yang akan dijadikan menjadi Desa Vokasi. Sedangkan potensi unit usaha produk dan jasa di Desa Morodemak dianggap masih terbatas hanya pada hasil olahan kerupuk ikan dan terasi yang dipasarkan disekitar Kecamatan saja.
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE DAN TIME TOKEN BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA KULIAH MATEMATIKA SMP
Noviana Dini Rahmawati;
Sutrisno Sutrisno
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Semarang
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (80.799 KB)
|
DOI: 10.26714/jkpm.4.2.2017.32-38
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar mahasiswa dengan menggunakan model pembelajaran Take and Give berbantuan multimedia interaktif, model pembelajaran Time Token berbantuan multimedia interaktif, serta model pembelajaran konvensional pada mata kuliah Matematika SMP. Sehingga diperoleh model pembelajaran yang sesuai pada mata kuliah Matematika SMP. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang dilakukan pada tahun akademik 2016/2017. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Semarang semester II yang menempuh mata kuliah Matematika SMP. Adapun teknik pengambilan sampelnya menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes tertulis, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi satu jalur sel tak sama. Hasil penelitian ini yaitu terdapat perbedaan prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Matematika SMP yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Take and Give berbantuan multimedia interaktif, model pembelajaran Time Token berbantuan multimedia interaktif, dan model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran Take and Give dan model pembelajaran Time Token berbantuan multimedia interaktif menghasilkan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika SMP yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran Take and Give berbantuan multimedia interaktif dan model pembelajaran Time Token berbantuan multimedia interaktif menghasilkan prestasi belajar mahasiswa yang sama pada mata kuliah Matematika SMP. Kata Kunci: Eksperimentasi, Take and Give, Time Token, Matematika SMP
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA
Dawi Asil Irbah;
Widya Kusumaningsih;
Sutrisno Sutrisno
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1044.405 KB)
|
DOI: 10.26877/mpp.v12i2.3829
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan gaya belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 2 Kayen. Teknik analisis datanya terdiri dari tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Siswa bergaya belajar visual mampu menyelesaikan masalah dengan fasih, lancar dan dapat memberikan beragam jawaban yang benar. Selain itu siswa bergaya belajar visual mampu menyelesaikan masalah dengan berbagai cara serta mampu mengembangkan jawaban dengan pemikiran sendiri. (2) siswa bergaya belajar auditorial dan kinestetik mampu menyelesaikan masalah dengan fasih dan cara yang berbeda atau menyelesaikan masalah dengan fasih dan mampu mengembangkan cara dengan pemikirannya sendiri.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dan Talking Stick Berbantu Prezi terhadap Prestasi Belajar Siswa
Syan Risnanda;
Muhtarom Muhtarom;
Sutrisno Sutrisno
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (117.851 KB)
|
DOI: 10.26877/mpp.v13i1.5095
Student learning achievement in mathematics lessons and using learning models are still low and not in accordance with the material. The use of models in learning must be adapted to the material to achieve satisfactory student achievement. This type of research is quantitative and aims to determine the effectiveness of learning using the Taking Stick model and Prezi's NHT assisted model on student learning achievement. The population of this research is class VII students of SMP Negeri 29 Semarang in the academic year 2017/2018. Sampling using cluster random sampling technique so that three classes were obtained randomly, namely VII A, VII B, and VII C. The design of this study was the Posttest Only Control Design. Data obtained through multiple choice test results were then processed by ANAVA test, Sceffe Test, learning completeness test and simple linear regression test. Data analysis results show that (1) there are differences in student achievement using Prezi-assisted Taking Stick learning models, Prezi-assisted NHT learning models and conventional learning models. (2) Students' learning achievement using Prezi-assisted Taking Stick models is better than conventional learning models. (3) Learning achievement of students who use Prezi-assisted NHT models is better than conventional learning models. (4) Learning achievements of students who use the Taking Stick model and Prezi-assisted NHT achieve KKM. (5) There is a correlation between student activity and learning achievement for classes that receive Prezi Talking Stick learning model and classes that receive Prezi's NHT assisted learning model.
Efektifitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa
Sutrisno Sutrisno;
Sa’ad Konaah;
Intan Indiati
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.436 KB)
|
DOI: 10.26877/mpp.v13i2.5099
This research is motivated by mathematical critical thinking skills and students' learning independence that is not yet optimal becomes something that teachers need to pay attention to their students by providing an appropriate learning model to foster this. Based on the 2013 curriculum advocates the development of learning outcomes in cognitive and affective components developed simultaneously and proportionally. This study aims to determine the effectiveness of Jigsaw type cooperative learning models on mathematical critical thinking skills and student learning independence. This type of research is a quasi-experimental research. This study uses a Pretest-Posttest Control Group Design research design. The research instrument was tested for validation by content validation before being trialled. Data analysis techniques in this study were Multavariate Normality Test, Covariance Matter Homogeneity Test, Hotelling Trace T2 Test and t Test. In the preliminary data analysis, which was taken from the daily test scores and scale sheets of the pretest attitude of students' learning independence, showed there was no difference in the average mathematical critical thinking ability and student learning independence between the experimental class and the control class. In the final data analysis taken from the posttest, it can be concluded that the average mathematical critical thinking ability that uses the Jigsaw type cooperative learning model is better than the conventional learning model. But the results of the study also showed the average independence of student learning using the Jigsaw type cooperative learning model is the same as the conventional learning model.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN SCRAMBLE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA
Eka Yulia Ulfa Malasari;
Rasiman Rasiman;
Sutrisno Sutrisno
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.076 KB)
|
DOI: 10.26877/mpp.v12i2.3835
Penggunaan model dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan materi untuk mencapai kemampuan berpikir kreatif siswa yang memuaskan. Jenis penelitian adalah kuantitatif dan bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran Scramble terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kayen Kabupaten Pati tahun pelajaran 2017/2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling sehingga didapatkan tiga kelas secara acak yaitu VIIIF, VIIIG, dan VIIII. Data diperoleh melalui hasil tes soal uraian kemudian diolah dengan uji ANAVA, Uji Sceffe’, dan uji regresi linier sederhana. Data hasil analisis menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa dalam matematika yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), model pembelajaran Scramble, dan model pembelajaran konvensional. 2) rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa dalam matematika yang diajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning(PBL) lebih baik dari model pembelajaran konvensional. 3) rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa dalam matematika yang diajarkan dengan model pembelajaran Scramblesama baiknya dengan model pembelajaran konvensional. 4) tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran matematika yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning(PBL) dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Scramble. 5) terdapat pengaruh positif antara keaktifan siswa terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.
EFEKTIVITAS ANTARA MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA KELAS VII
Dewi Ambar Wati;
Lilik Ariyanto;
Sutrisno Sutrisno
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (499.344 KB)
|
DOI: 10.26877/mpp.v12i1.3817
Penelitian ini dilatar belakangi dengan pentingnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah model pembelajaran discovery learning dan pair check. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifitas discovery learning dengan pair check terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Metode penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design. Pengambilan sampel dengan teknik Cluster Random Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 22 Semarang. Sampel penelitian kelas VII B sebagai kelas dengan model pembelajaran pair check, kelas VII D sebagai kelas dengan model pembelajaran discovery learning dan kelas VII C sebagai kelas konvensional. Data penelitian ini diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis matematis. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perhitungan anava satu arah dilanjutkan dengan uji Scheffe’ dan uji regresi untuk mengetahui besar pengaruhnya. Kesimpulan dari hasil pengolahan data tersebut adalah. 1) Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran discovery learning, pair check dan konvensional. 2) model pembelajaran discovery learning lebih baik dari pendekatan konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. 3) model pembelajaran pair check lebih baik dari pendekatan konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. 4) Kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan model pembelajaran pair check mencapai KKM. 5) Terdapat pengaruh keaktifan siswa terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan model pembelajaran discovery learning dan pair check.