Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Reward dan Punishment dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pembelajaran IPAS Kelas IV SDN 066056 Mandala T.A 2025/2026 Talita A.J Nainggolan; Nurmayani Nurmayani; Wildansyah Lubis; Nurhairani Nurhairani; Fahrur Rozi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13535

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian reward dan punishment terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 066056 Mandala Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment dan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian terdiri atas seluruh siswa kelas IV A dan IV B sebanyak 30 siswa, dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Kelas IV A berperan sebagai kelas kontrol, sedangkan kelas IV B sebagai kelas eksperimen. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan angket motivasi belajar berskala Likert. Instrumen diuji menggunakan uji validitas dan reliabilitas, kemudian data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor motivasi belajar dari 60,93 pada kondisi awal menjadi 98,73 pada kondisi setelah perlakuan, atau meningkat 37,80 poin. Uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data memenuhi asumsi analisis parametrik. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai t sebesar -8,555 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan menunjukkan bahwa penerapan reward yang proporsional dan punishment yang edukatif dapat meningkatkan motivasi, keaktifan, kedisiplinan, rasa percaya diri, dan antusiasme siswa dalam pembelajaran IPAS. Strategi ini dapat dipertimbangkan guru sebagai bentuk penguatan yang terencana, konsisten, dan sesuai karakteristik siswa sekolah dasar.