Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGGUNAAN MOBILE APPLICATION BERBASIS SCIENCE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA PGSD Imelda Free Unita Manurung; Lala Jelita Ananda; Nurhairani Nurhairani; Putra Afriadi
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 11, No 2 (2021): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/esjpgsd.v11i2.25899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berfikir kritis yang dimiliki oleh mahasiswa melalui penggunaan mobile application yang dirancang berbasis science problem solving pada mata kuliah konsep dasar IPA. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode quasi eksperiment dengan desain eksperimen the randomized pretest-posttest control group design. Melalui metode cluster random sampling diperoleh kelas yang akan menggunakan mobile application berbasis science problem solving dan kelas yang menggunakan pembelajaran kontekstual. Berdasarkan hasil yang diperoleh rata-rata gain yang dinormalisasi <g> keterampilan berfikir kritis pada kelas eksperimen sebesar 0,72 dengan kategori tinggi dan kelas kontrol sebesar 0,65 dengan kategori sedang. Hasil uji hipotesis diperoleh taraf signifikansi sebesar 0,00. Nilai taraf signifikansi ini menunjukan nilai yang lebih kecil dari 0,050 yang berarti bahwa pada taraf kepercayaan 95% penggunaan mobile application yang dirancang berbasis science problem solving secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis mahasiswa.
Pendampingan Penilaian Autentik Berbasis Karakter untuk Guru Sekolah Dasar Deny Setiawan; Apiek Gandamana; Nurhairani Nurhairani; Reh Bungana Beru PA
Pelita Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): Pelita Masyarakat, Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.179 KB) | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v1i2.3225

Abstract

Community service activities generally aim to develop character in developing the potential of students who have intelligence, personality and noble character. Through this activity to assist teachers in 104202 Bandar Setia Elementary School, Percut Sei District, Deli Serdang District in carrying out character-based authentic assessments. The model applied in the implementation of Community Service is carried out in several stages, namely: First, the stage of preparation with activities, (a) conducting socialization to teachers; (b) carrying out observations and interviews; (c) determining the schedule of activities; and (d) preparing facilities and infrastructure. Second, the implementation phase through, (a) Focus Group Discussion (FGD); (b) training and education for the preparation of authentic assessment instruments; and (c) assisting in the application of character-based authentic assessments. Third, the evaluation and reflection phase is an assessment of attitudes, skills and knowledge. Through this activity the teacher has character-based authentic assessment guidelines and the formation of the Teacher Working Group (KKG)
PEMANFAATAN APLIKASI QUIZIZZ DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENGIDENTIFIKASI HASIL BELAJAR MAHASISWA PGSD Imelda Free Unita Manurung; Nurhairani Nurhairani
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 4, No 2: Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.786 KB) | DOI: 10.24114/js.v4i2.19115

Abstract

Abstract: Utilization of Quizizz Applications in Thematic Learning to Identify PGSD Student Learning Outcomes.This study aims to determine student learning outcomes based on tests that have been carried out through quizizz applications by students. The technique used in sampling in this study was in the form of a purposive sampling technique so that one class was obtained as an experimental group consisting of 38 students who had tried to answer the five questions presented in the quizizz application to meet the final semester exams in thematic learning subjects. The instrument used in this study was in the form of essay tests with 5 questions. The results of this test are able to identify student learning outcomes where based on student answers the percentage obtained for each question is 68%, 74%, 55%, 37%, and 47%. While the average test results obtained that by 56.2% of all questions students were able to answer the questions correctly in the quizizz application. Keywords: Quizizz, Thematic Learning, Learning Outcomes Abstrak: Pemanfaatan Aplikasi Quizizz Dalam Pembelajaran Tematik Untuk Mengidentifikasi Hasil Belajar Mahasiswa PGSD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa berdasarkan tes yang telah dilakukan melalui aplikasi quizizz oleh mahasiswa. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini berupa teknik purposive sampling  sehingga diperoleh satu kelas sebagai kelompok eksperimen yang terdiri dari 38 mahasiswa yang  telah mencoba untuk menjawab lima pertanyaan yang tersaji dalam aplikasi quizizz untuk memenuhi ujian akhir semester pada mata kuliah pembelajaran tematik. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa  tes berbentuk essay dengan jumlah soal sebanyak 5 soal. Hasil tes ini mampu mengidentifikasi hasil belajar mahasiswa dimana berdasarkan jawaban mahasiswa diperoleh persentase untuk setiap soal yaitu 68%, 74%, 55%, 37%, dan 47%. Sedangkan hasil rata-rata tes diperoleh bahwa sebesar 56,2 % dari keseluruhan soal mahasiswa mampu menjawab soal dengan tepat dalam aplikasi quizizz. Kata Kunci : quizizz , Pembelajaran Tematik, Hasil Belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING START WITH A QUESTION (LSQ) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA TEMA PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN DI KELAS V SDN 101777 SAENTIS Shania Mayari; Nurhairani Nurhairani
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 4, No 3: Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.636 KB) | DOI: 10.24114/js.v4i3.18858

Abstract

Abstract: The Influence Of Learning Start With A Question (LSQ) Learning Model On Critical Thinking Ability Students In Events In Life In Class V SDN 101777 Saentis. This type of research is a Pre-Experimental Design research with one group pretest-posttest design. The sample in this study were 29 students. Data collection in this study was carried out using essay and observation tests. The results showed that the learning model had an influence on students' critical thinking skills. Based on the results of normality tests the results of pretest Lo ˂ Ltable where 0.158 ˂ 0.163 with normal information, while the results of posttest Lo ˂ Ltable where 0.136 ˂ 0.163 with normal information. Then test the normality of the results of the pretest and posttest with normal information. The results of hypothesis testing using t-test at a significant level of 0.05 obtained tcount ˃ ttable where the tcount = 29.14 and the value of ttable at a significant level of 5% is 1.70. From the results of the hypothesis test analysis it can be concluded that there is a positive and significant influence between the Learning Start With A Question (LSQ) learning model on students' critical thinking skills on the themes of events in life in Class V SDN 101777 Saentis. Keywords: Learning Start Learning Model With A Question (LSQ), critical thinking skills. Abstrak: Pengaruh Model Pembelajaran Learning Start With A Question (LSQ) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Tema Peristiwa Dalam Kehidupan Di Kelas V SDN 101777 Saentis. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pra-Eksperimental Design dengan jenis one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah 29 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes essai dan observasi. Teknik analis data menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil uji normalitas hasil pretest Lo ˂ Ltabel dimana 0,158 ˂ 0,163 dengan keterangan normal, sedangkan pada hasil posttest Lo ˂ Ltabel dimana 0,136 ˂ 0,163 dengan keterangan normal. Maka uji normalitas dari hasil pretest dan posttest dengan keterangan normal. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikan 0,05 didapatkan thitung ˃ ttabel  dimana besar thitung = 29,14 dan nilai ttabel pada taraf signifikan 5% adalah 1,70. Dari hasil analisis uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara model pembelajaran Learning Start With A Question (LSQ) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada tema peristiwa dalam kehidupan di Kelas V SDN 101777 Saentis.Kata Kunci: Model pembelajaran Learning Start With A Question (LSQ), kemampuan berpikir kritis.
PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM E-LEARNING KONSEP DASAR IPA SD MAHASISWA PRODI PGSD FIP UNIMED Fahrur Rozi; Nurhairani Nurhairani; Septian Prawijaya
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 11, No 2: December 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.511 KB) | DOI: 10.24114/jh.v11i2.21972

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to develop a practical guide for basic science concepts for PGSD FIP UNIMED students, and to use the Edmodo application to make it easier for students to access learning materials that have been developed. This Practicum Guide is compiled based on the results of observations during lectures that the Practicum Guide used by the lecturer is a textbook that has been used for years and has not been revised according to the current curriculum. This development research uses the 4-D Model consisting of 4 development stages, namely (1) the stage of defining (Define) the objectives of the course by analyzing the Basic Concept of Elementary Science curriculum in accordance with, (2) the planning stage (Design), designing the Basic Concept Practicum Guide Natural Science SD that is in accordance with the demands of the curriculum and improves the ability of students to use technology in accessing lecture Practicum Guides, (3) the development stage (Develop), Designing Practicum Guides Basic concepts of Elementary Science in accordance with the demands of the curriculum and increasing the ability of students to use technology in accessing Guides Practicum lectures, and (4) the dissemination stage (Disseminate) to disseminate existing Practicum Guides to other lecturers in the same KDBK to obtain feedback and input so that better results are obtained. In addition to producing teaching material products, it also provides experience for students and lecturers in carrying out blended learning lectures, furthermore the resulting Practicum Guide will be disseminated in the form of an ISBN book, articles in Scopus indexed proceedings, accredited international or national journals and will be registered as intellectual property.Keywords: Practicum Guide, Science, Elementary SchoolAbstrak: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengembangkan Penuntun Praktikum Konsep Dasar IPA bagi mahasiswa PGSD FIP UNIMED, dan  menggunakan aplikasi Edmodo untuk kemudahan mahasiswa untuk mengakses bahan pembelajaran yang telah dikembangkan. Penuntun Praktikum ini disusun berdasarkan hasil observasi pada saat perkuliahan bahwa Penuntun Praktikum yang dipakai dosen adalah diktat yang telah bertahin-tahun digunakan dan belum ada direvisi disesuiakan dengan kurikulum yang ada saat ini.  Penelitian pengembangan ini menggunakan Model 4-D terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu (1) tahap pendefinisian (Define) tujuan perkuliahan dengan cara menganalisis kurikulum Konsep Dasar IPA SD yang sesuai dengan, (2) tahap perencanaan (Design), mendesain Penuntun Praktikum Konsep Dasar IPA SD yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan teknologi dalam mengakses Penuntun Praktikum perkuliahan, (3) tahap pengembangan (Develop), Mendesain Penuntun PraktikumKonsep Dasar IPA SD yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan teknologi dalam mengakses Penuntun Praktikum perkuliahan, dan (4) tahap penyebaran (Disseminate) mendiseminasikan Penuntun Praktikumyang telah ada kepada dosen lain dalam KDBK yang sama untuk memperoleh feedback dan masukan sehingga diperoleh hasil yang lebih baik. Selain menghasilkan produk bahan ajar, juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa dan dosen dalam melaksanakan perkuliahan secara blended learning, selanjutnya Penuntun Praktikumyang dihasilkan akan didesiminasikan dalam bentuk buku berISBN, artikel di prosiding terindeks scopus, jurnal internasional atau nasional terkreditasi dan akan didaftarkan sebagai kekayaan intelektual Kata Kunci: Penuntun Praktikum, IPA, Sekolah Dasar
PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD NEGERI 105292 BANDAR KLIPPA Nurhairani Nurhairani; Arni Dewita Lubis
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 9, No 1: June 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.191 KB) | DOI: 10.24114/jh.v9i1.15183

Abstract

Abstract: The Effect of Contextual Teaching And Learning Model (CTL) on Critical Thinking Ability of Grade V Students of SD Negeri 105292 Bandar Klippa. The purpose of this study was to determine the effect of CTL learning model on students' critical thinking ability. The type of research is experimental research with pretest-posttest control group research design. The research population is 40 students. Data collection using test. Data analysis techniques use normality test, homogeneity test, and hypothesis test. The results showed the average value of pretest 47.7 and posttest 75.7 for the experimental class whereas for the control class the pretest average value 54.6 while the posttest 56.56. In the experimental class, 4 students (20%) showed very high critical thinking skills, 9 students (45%) critical thinking skills, 6 students (30%) moderate critical thinking skills, 1 student (5%) low critical thinking ability . Then in the control class there were 4 students (20%) showed very high critical thinking ability, 2 students (10%) critical thinking ability, 7 students (35%) moderate critical thinking skills, 7 students (35%) critical thinking ability low. From the results of t-test calculations obtained t count> ttable where the value of t count = 9.62 and ttable value at 5% significance level is 1.686. Keywords: CTL Learning Model, Critical Thinking Skill Abstrak : Pengaruh Model Contextual Teaching And Learning (CTL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SD Negeri 105292 Bandar Klippa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CTL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian adalah penelitian Eksperimen dengan desain penelitian control grup pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 40 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest 47,7 dan posttest 75,7 untuk kelas eksperimen sedangkan untuk kelas kontrol nilai rata-rata pretest 54,6 sedangkan posttest 56,56. Terdapat di kelas eksperimen sebanyak 4 siswa (20%) menunjukkan kemampuan berpikir kritis sangat tinggi, 9 siswa (45%) kemampuan berpikir kritis tinggi, 6 siswa (30%) kemampuan berpikir kritis sedang, 1 siswa (5%) kemampuan berpikir kritis rendah. Kemudian di kelas kontrol terdapat sebanyak 4 siswa (20%) menunjukkan kemampuan berpikir kritis sangat tinggi, 2 siswa (10%) kemampuan berpikir kritis tinggi, 7 siswa (35%) kemampuan berpikir kritis sedang, 7 siswa (35%) kemampuan berpikir kritis rendah. Dari hasil perhitungan uji-t didapatkan thitung > ttabel dimana besar nilai thitung= 9,62 dan nilai ttabel  pada taraf signifikansi 5% adalah 1,686. Kata Kunci: Model Pembelajaran CTL, Kemampuan Berpikir KritisPENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIRKRITIS SISWA KELAS VSD NEGERI 105292 BANDAR KLIPPA
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 104206 SEI ROTAN Yani Mariyani; Syahria Syahria; Elvi Mailani; Nurhairani Nurhairani; Khairul Usman
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 104206 Sei Rotan pada materi pecahan. Desain penelitian menguntukkan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-postest dimana kelas V-A sebagai kelompok eksperimen diberi perlakuan model PBL.  Sampel dengan kelas V-A (20 siswa) sebagai kelompok eksperimen diberikan perlakuan.Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 27 soal yang telah divalidasi melalui uji validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest. Teknik analisis data menguntukkan uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis (Independent Sample T-Test) dengan bantuan SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest (51,1) lebih rendah dibandingkan nilai posttest (79,95). Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang membuktikan bahwa model PBL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah model PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa, khususnya pada materi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
PROBLEMATIKA EFIKASI DIRI SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SDN 060877 SEI KERA HILIR (STUDI FENOMENOLOGI) Kesia Maylane Purba; Elvi Mailani; Nurhairani Nurhairani; Albert Pauli Sirait; Nur Hudayah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat efikasi diri siswa terhadap pembelajaran matematika; (2) mendeskripsikan problematika siswa dengan efikasi diri yang rendah dalam pembelajaran matematika; (3) menjabarkan pemaknaan siswa dengan efikasi diri yang rendah dalam pembelajaran matematika. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dalam pembelajaran matematika, kurangnya efikasi diri siswa dengan hasil belajar yang rendah, kurangnya literatur penelitian ilmiah yang menyelidiki pengalaman dan kesadaran siswa dengan efikasi diri yang rendah. Penelitian ini dilakukan di SDN 060877 Sei Kera Hilir dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif studi fenomenologi dan subjek penelitian ini adalah tujuh orang siswa kelas V-B SDN 060877 Sei Kera Hilir. Objek pada penelitian ini adalah pengalaman siswa dengan efikasi diri yang rendah pada pembelajaran matematika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) dengan menggunakan angket, diperoleh tujuh siswa dengan karakteristik siswa yang memiliki efikasi diri rendah; (2) problematika yang terjadi pada siswa dengan efikasi diri yang rendah adalah trauma, ketidaksukaan terhadap matematika, dan tidak terpenuhinya kebutuhan prasyarat siswa; (3) pemaknaan siswa dengan efikasi diri yang rendah pada pembelajaran matematika adalah siswa memaknai matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan tidak dapat dikuasai, tantangan dalam mengerjakan soal matematika dimaknai sebagai ancaman psikologis, dan ketidakmampuan dalam matematika dimaknai sebagai kegagalan diri. Dapat disimpulkan siswa dengan efikasi diri yang rendah tidak berdiri sebagai fenomena tunggal, melainkan merupakan hasil interaksi antara keterbatasan pandangan terhadap tingkat kesulitan tugas (magnitude), lemahnya ketahanan keyakinan diri (strength), serta ketidakmampuan siswa dalam bidang kemampuan lainnya (generality).
Teachers’ knowledge and implementation of inquiry-based-learning in elementary science education: a phenomenological study in indonesia Nurhairani Nurhairani; Suyanta Suyanta; Haryanto Haryanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pendas.13.1.226-244

Abstract

Science education in Indonesian elementary schools currently faces significant challenges in fostering students' critical and scientific thinking skills and positioning them as active learning subjects. A key contributing factor is teachers' insufficient knowledge regarding the effective implementation of Inquiry-Based Learning (IBL), which consequently diminishes student engagement. This phenomenological study, utilising a qualitative approach, investigates elementary school teachers' understanding of IBL and analyses its practical application in science classrooms. Data were gathered through open-ended questionnaires, interviews, and literature review, involving 74 in-service teachers distributed across Indonesia's Western, Central, and Eastern regions. The findings reveal significant conceptual gaps among teachers. Particularly, teachers demonstrated a limited and often inaccurate understanding of IBL's core principles, indicating prevalent misconceptions. This knowledge deficit critically hinders the effective implementation of IBL in science instruction. Furthermore, the study identified pronounced disparities in IBL knowledge between teachers in the Western, Central, and Eastern regions, highlighting distinct regional inequities. The study emphatically concludes that the systemic integration of IBL into elementary science education is imperative. Achieving this necessitates targeted professional development programs specifically designed to address the identified knowledge gaps and regional disparities among teachers.