Andik Sutikno
Universitas Internasional Semen Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesenjangan Pemanfaatan dan Pemaknaan SIGHAP: Studi Fenomenologi Deskriptif Karyawan Perusahaan Manufaktur Semen Andik Sutikno; Gatot Kustyadji; Grandys Frieska Prassida
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13968

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana karyawan mengalami dan memaknai pemanfaatan aplikasi kesehatan digital SIGHAP dalam konteks dukungan kesehatan kerja pada sebuah perusahaan manufaktur semen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif dan analisis Colaizzi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap dua belas karyawan yang memiliki pengalaman langsung menggunakan SIGHAP, yaitu Informan 101–112. Analisis dilakukan melalui identifikasi pernyataan signifikan, unit makna, open/In Vivo coding, pengelompokan kategori dan tema, perumusan makna, deskripsi menyeluruh, serta struktur esensial. Hasil penelitian menghasilkan enam tema utama: SIGHAP sebagai media akses dan pemantauan kesehatan digital; medium pembentukan kesadaran dan pengelolaan diri; pengalaman perhatian organisasi; feedback dan tindak lanjut sebagai mekanisme pembentuk kebermaknaan; ruang suara karyawan; serta proses sosial dan digital. Temuan menunjukkan bahwa kebermaknaan SIGHAP tidak ditentukan oleh ketersediaan dan kemudahan teknologi saja. Karyawan memaknai aplikasi melalui kemampuan memahami kondisi diri, merasakan perhatian organisasi, mengetahui tujuan dan hasil asesmen, serta memperoleh umpan balik dan tindak lanjut. Integrasi Social Exchange Theory, Personal Engagement Theory, dan Sensemaking menunjukkan bahwa feedback dan tindak lanjut menjadi titik temu antara relasi karyawan-organisasi, keterlibatan personal, dan proses pembentukan makna. Dengan demikian, SIGHAP menjadi lebih bermakna ketika data kesehatan berubah menjadi pengetahuan bagi karyawan dan menjadi dasar respons atau tindakan yang relevan.