Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Isolasi Kegagalan dan Skalabilitas Arsitektur Microservices pada Platform Layanan Pelanggan UMKM Reksa Leo Saputra; Bambang Pramono; Isnawaty Isnawaty
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14040

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor retail seperti fashion dan kuliner umumnya masih menangani pertanyaan pelanggan dan pencatatan pesanan secara manual melalui WhatsApp, sehingga menimbulkan keterlambatan respons dan ketidakkonsistenan data. Penelitian ini merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi arsitektur microservices untuk platform otomatisasi layanan pelanggan berbasis chatbot WhatsApp dan manajemen pesanan bagi UMKM. Sistem dipecah menjadi empat layanan independen — layanan core, layanan kecerdasan buatan (AI), layanan penghubung WhatsApp, dan frontend — yang dipisahkan berdasarkan perbedaan lingkungan eksekusi, tanggung jawab fungsional, dan kebutuhan isolasi kegagalan, kemudian dikontainerisasi dengan Docker dan diorkestrasi menggunakan Kubernetes. Pengembangan mengikuti Rational Unified Process. Evaluasi difokuskan pada dua atribut kualitas arsitektur, yaitu isolasi kegagalan dan skalabilitas, diuji menggunakan Apache JMeter serta penyuntikan kegagalan pada layanan AI dan layanan WhatsApp, dan dilengkapi pengujian penerimaan pengguna (UAT) kepada 20 pemilik UMKM. Hasil UAT menunjukkan tingkat penerimaan rata-rata 86,1 persen (kategori Sangat Baik). Pengujian skalabilitas pada beban 200 pengguna serentak menunjukkan tingkat kegagalan menurun dari 75,40 persen pada satu replica menjadi 0 persen pada tiga replica, dengan throughput meningkat dari 15,23 menjadi 72,89 permintaan per detik. Pengujian isolasi kegagalan membuktikan pemesanan manual dan akses marketplace tetap berfungsi ketika layanan AI dimatikan, serta chatbot pada halaman toko tetap berfungsi ketika layanan WhatsApp dimatikan. Disimpulkan bahwa arsitektur microservices sesuai diterapkan pada platform dengan karakteristik multi-runtime, multi-kanal, dan ketergantungan pada layanan eksternal seperti yang dihadapi UMKM sektor retail.