Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi siswa terhadap efektivitas diskusi peer-teaching dalam memahami materi Dampak Sosial Informatika. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 38 siswa yang telah mempelajari materi Dampak Sosial Informatika melalui diskusi peer-teaching. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–4 yang mengukur tiga variabel, yaitu persepsi efektivitas diskusi peer-teaching, pemahaman materi Dampak Sosial Informatika, serta dampak afektif dan perubahan perilaku. Instrumen mencakup indikator kemudahan komunikasi, keterlibatan aktif, kualitas penjelasan tutor, penguasaan konsep, kesadaran kritis, kontekstualisasi, respons tanggung jawab, dan empati digital. Data dianalisis secara deskriptif melalui rata-rata skor setiap indikator, persentase pilihan jawaban, serta pengelompokan skor ke dalam kategori persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Kesadaran kritis memperoleh skor tertinggi sebesar 3,37 dan termasuk kategori sangat tinggi, sedangkan kualitas penjelasan tutor memperoleh skor terendah sebesar 2,82, tetapi masih berada pada kategori tinggi. Sebanyak 81,6% siswa menilai diskusi peer-teaching efektif, 84,2% siswa merasa lebih memahami materi, dan 81,6% siswa melaporkan perubahan sikap positif terhadap isu digital. Temuan ini menunjukkan bahwa diskusi peer-teaching dipersepsikan positif dan bermanfaat dalam membantu siswa memahami Dampak Sosial Informatika, meningkatkan kesadaran kritis, serta mendorong sikap bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Namun, kualitas penjelasan tutor sebaya masih perlu diperbaiki karena kemampuan tutor dalam menjelaskan materi belum seragam. Oleh karena itu, guru perlu memberikan pembekalan singkat kepada tutor sebaya agar proses diskusi dapat berlangsung lebih efektif dan manfaat pembelajaran dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh kelompok.