Nazirah Sukma
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA ASUH ORANG TUA PADA ANAK ERA DIGITALISASI DALAM PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (PENELITIAN DI DESA DAYAH TANOH KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE) Nazirah Sukma; Aulil Amri; Nahara Eriyanti; Badrul Munir
YUSTISI Vol 13 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i3.25218

Abstract

Idealnya anak diasuh dengan pola autoritatif-demokratis, dilaksanakan kedua orang tua secara bersama-sama. Era digitalisasi saat ini, banyak orang tua yang abai terhadap anak. Untuk itu, fokus kajian ini yaitu bagaimana bentuk pola asuh orang tua dan relevansinya dengan prinsip keluarga Islam. Melalui metode kualitatif dengan bentuk yuridis empiris, artikel ini menggunakan case approach, conceptual approach, dan statute approach. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dianalisis secara preskriptif. Hasil penelitian bahwa pola asuh yang dominan diterapkan orang tua bercorak permisif-abai sebanyak 13 (65%) dari 20 orang tua yang punya anak di bawah umur. Orang tua cenderung longgar, kurang konsisten, tanpa adanya pengawasan. Anak bebas mengakses internet hingga larut malam, berdampak negatif kepada kesehatan, prestasi, dan disiplin. Ada 5 (25%) orang tua menerapkan pola asuh otoriter dengan pola larangan keras atau hukuman sementara itu pola otoritatif diterapkan 2 (10%) orang tua. Menurut perspektif hukum keluarga Islam, pola permisif, abai, dan pola otoriter, tidak sesuai dengan prinsip pengasuhan Islam yang menekankan keseimbangan di antara kasih sayang, pengawasan dan pendidikan. Jadi, pola asuh orang tua belum sepenuhnya adaptif terhadap tantangan digitalisasi dan perlu menerapkan pola otoritatif dengan prinsip hukum Islam. Kata kunci: pola asuh orang tua; era digitalisasi; hukum keluarga Islam.
POLA ASUH ORANG TUA PADA ANAK ERA DIGITALISASI DALAM PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (PENELITIAN DI DESA DAYAH TANOH KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE) Nazirah Sukma; Aulil Amri; Nahara Eriyanti; Badrul Munir
YUSTISI Vol 13 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i3.25218

Abstract

Idealnya anak diasuh dengan pola autoritatif-demokratis, dilaksanakan kedua orang tua secara bersama-sama. Era digitalisasi saat ini, banyak orang tua yang abai terhadap anak. Untuk itu, fokus kajian ini yaitu bagaimana bentuk pola asuh orang tua dan relevansinya dengan prinsip keluarga Islam. Melalui metode kualitatif dengan bentuk yuridis empiris, artikel ini menggunakan case approach, conceptual approach, dan statute approach. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dianalisis secara preskriptif. Hasil penelitian bahwa pola asuh yang dominan diterapkan orang tua bercorak permisif-abai sebanyak 13 (65%) dari 20 orang tua yang punya anak di bawah umur. Orang tua cenderung longgar, kurang konsisten, tanpa adanya pengawasan. Anak bebas mengakses internet hingga larut malam, berdampak negatif kepada kesehatan, prestasi, dan disiplin. Ada 5 (25%) orang tua menerapkan pola asuh otoriter dengan pola larangan keras atau hukuman sementara itu pola otoritatif diterapkan 2 (10%) orang tua. Menurut perspektif hukum keluarga Islam, pola permisif, abai, dan pola otoriter, tidak sesuai dengan prinsip pengasuhan Islam yang menekankan keseimbangan di antara kasih sayang, pengawasan dan pendidikan. Jadi, pola asuh orang tua belum sepenuhnya adaptif terhadap tantangan digitalisasi dan perlu menerapkan pola otoritatif dengan prinsip hukum Islam. Kata kunci: pola asuh orang tua; era digitalisasi; hukum keluarga Islam.