This Author published in this journals
All Journal Agroteknika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimasi Komposisi Media Tanam untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Kresna Shifa Usodri; Akbar Hidayat; Made Same; Any Kusumastuti; Dimas Prakoswo Widiyani
Agroteknika Vol 9 No 3 (2026): September 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i3.586

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan salah satu komoditas penting dalam sektor pertanian dan perekonomian Indonesia. Salah satu hal yang sangat memengaruhi pertumbuhan dan hasil tembakau adalah jenis media tanam yang digunakan. Penambahan biochar pada media tanam diduga dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara dan mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan menentukan komposisi media tanam berbasis biochar yang optimal untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tembakau. Penelitian dilakukan di lahan percobaan pada Politeknik Negeri Lampung dari bulan Februari hingga Juli 2024. Penelitian menggunakan metode rancangan acak kelompok dengan lima jenis perlakuan yaitu B0 (tanpa biochar), B1 (90% tanah + 10% biochar), B2 (80% tanah + 20% biochar), B3 (70% tanah + 30% biochar), dan B4 (60% tanah + 40% biochar). Setiap perlakuan diulang lima kali, sehingga terdapat total 25 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, tingkat kehijauan daun, dan bobot hasil panen. Data dianalisis menggunakan uji F pada taraf signifikansi 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata, analisis dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B4 dengan komposisi 40% biochar menghasilkan nilai tertinggi pada semua variabel yang diamati, dengan bobot hasil panen sebesar 905,60 g atau 5,3% lebih tinggi dibandingkan kontrol (860,20 g). Karena tren peningkatan masih berlanjut hingga taraf dosis tertinggi yang diuji, titik optimum sesungguhnya diduga berada pada atau di atas taraf 40% biochar dan memerlukan pengujian pada dosis yang lebih tinggi untuk dipastikan.