Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Biaya Perjalanan Wisatawan sebagai Dasar Valuasi Ekonomi Destinasi Wisata Pesisir Tanjung Karang, Kabupaten Donggala Andhy Rahmat Padyawan; Hasrudin Usman; Sonny Lahati; Rasul; Hartina; Meylan; Gilang Rahman Hakim; Virgiawan; Putri Noviyanti
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 3 (2026): Juni - September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i3.1575

Abstract

Pantai Tanjung Karang di Kabupaten Donggala merupakan salah satu destinasi wisata pesisir unggulan di Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki daya tarik berupa hamparan pasir putih, perairan yang jernih, serta beragam aktivitas ekowisata bahari. Kajian biaya perjalanan wisatawan merupakan informasi esensial sebagai dasar pengembangan studi valuasi ekonomi kawasan wisata pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik wisatawan dan mengidentifikasi biaya perjalanan untuk menaksir nilai ekonomi destinasi wisata Pantai Tanjung Karang, Kabupaten Donggala. Penelitian dilaksanakan pada Agustus 2024 dengan melibatkan 30 wisatawan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode Individual Travel Cost Method (ITCM) untuk menghitung total biaya perjalanan yang mencakup biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, tiket masuk, dan pengeluaran pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan didominasi oleh laki-laki (60%), rentang usia 26–35 tahun (36,7%), berpendidikan sarjana (50%), dan berprofesi sebagai pegawai swasta (50%). Variasi biaya perjalanan wisatawan menunjukkan rentang yang lebar, yakni antara Rp125.000,00 hingga Rp2.960.000,00 per kunjungan, dengan nilai rata-rata Rp592.933,00 dan median Rp470.000,00 per kunjungan. Temuan ini mengonfirmasi bahwa Pantai Tanjung Karang memiliki potensi ekonomi yang signifikan sebagai destinasi wisata pesisir. Hasil kajian ini dapat menjadi rujukan dasar dalam penyusunan kebijakan pengelolaan ekowisata bahari yang berkelanjutan, khususnya terkait optimalisasi fasilitas, peningkatan kualitas pelayanan, dan pelibatan masyarakat lokal dalam pengembangan kawasan.