Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Dosis Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan Bibit Mahoni (Swietenia mahagoni) pada Tahap Pre-nursery Mussanif; Santi Diana Putri; Resti Fevria; Kiki Amelia
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 3 (2026): Juni - September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i3.1588

Abstract

Mahoni (Swietenia mahagoni) adalah spesies kayu bernilai tinggi yang keberhasilan budidayanya sangat bergantung pada kualitas bibit selama tahap pre-nursery. Penelitian ini menentukan dosis pupuk hayati optimal untuk pertumbuhan bibit mahoni pada media pasir-cocopeat-pupuk kandang di Persemaian Permanen Solok. Meskipun efektivitas pupuk hayati dan media organik telah dikaji secara terpisah, belum ada penelitian yang mengevaluasi pengaruh variasi dosis konsorsium multi-mikroba dikombinasikan dengan media campuran tersebut pada fase pre-nursery, sehingga terdapat kesenjangan informasi dalam optimalisasi produksi bibit awal untuk rehabilitasi hutan. Penelitian ini memberi bukti awal respons bibit terhadap dosis bertingkat konsorsium biofertilizer pada media campuran tersebut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan (P0: 0%, P1: 3%, P2: 5%, P3: 7%, P4: 10% pupuk hayati) dari total berat media, dengan empat ulangan. Konsorsium mikroba digunakan berisi Bacillus mycoides, Bacillus paramycoides, Bacillus inaquosorum, Phanerodontia chrysosporium, dan Penicillium citrinum. Parameter yang diamati meliputi persentase hidup, tinggi bibit, panjang akar, berat segar, berat kering, serta pH, suhu, dan kelembapan media. Hasil menunjukkan dosis pupuk hayati berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman dari minggu ke-3 hingga minggu ke-7 (p < 0,05). Perlakuan P4 (10%) pupuk hayati memberikan nilai terbaik pada sebagian besar parameter pertumbuhan, yaitu tinggi bibit (17,78 cm), panjang akar (7,78 cm), berat basah (1,23 g), dan berat kering (0,25 g). Persentase hidup tertinggi tercatat pada P3 (95%), sedangkan P4 mencapai 90%. Uji BNJ menunjukkan P4 berbeda nyata dibanding P0 dan P1 pada tinggi tanaman. Dosis 10% direkomendasikan sebagai acuan produksi bibit mahoni pada tahap pre-nursery.