Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa pendidikan karakter menjadi isu strategis dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya dalam penguatan nilai kesetiaan pada Pancasila dan integritas murid di tengah tantangan era digital. Namun, praktik pembiasaan karakter di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan pada aspek sistematika, dokumentasi, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembiasaan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis strategi integrasi e-modul interaktif kepramukaan dalam pembentukan karakter murid sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di SDN Gugus KH. Ahmad Dahlan Kecamatan Dayeuhluhur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses pembiasaan karakter berlangsung secara sistematis melalui tahapan perencanaan, integrasi nilai dalam materi, pelaksanaan berbasis praktik, refleksi digital, dan evaluasi autentik; (2) faktor pendukung dan penghambat bersifat multidimensional, meliputi aspek kebijakan, kompetensi SDM, sarana TIK, kualitas e-modul, motivasi murid, budaya sekolah dan keluarga, serta monitoring dan evaluasi; dan (3) strategi integrasi dilakukan melalui enam tahapan utama, yaitu kebijakan strategis, penguatan kompetensi, integrasi operasional, pemanfaatan teknologi, pembudayaan nilai, serta evaluasi berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa e-modul interaktif kepramukaan merupakan instrumen strategis dalam membangun karakter kesetiaan pada Pancasila dan integritas murid secara sistematis dan berkelanjutan.