Agnes Katrin Butungan
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Quarter Life Crisis Di Kalangan Generasi Z: Studi Pada Pemuda Di Pedesaan Kecamatan Towuti Agnes Katrin Butungan; Firdaus W Suhaeb; Ashari Ismail
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 No.2 Agustus 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i2.88349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor-faktor sosial yang memengaruhi terjadinya quarter life crisis pada Gen Z di Kecamatan Towuti, dan (2) upaya yang dilakukan oleh Gen Z dalam menghadapi penyebab quarter life crisis tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quarter life crisis pada Gen Z di Kecamatan Towuti dipengaruhi oleh lima faktor sosial utama, yaitu: (1) Keterbatasan dan hambatan dalam pendidikan yang menyebabkan pemuda tidak dapat melanjutkan atau menyelesaikan pendidikan sesuai harapan, sehingga menimbulkan perasaan tertinggal dan tidak mampu memenuhi standar sosial yang berlaku;(2) tekanan ekonomi keluarga yang mendorong informan untuk bekerja lebih awal atau mengorbankan kepentingan dan harapan masa depan; (3) budaya perbandingan, terutama melalui media sosial, yang memunculkan rasa tertinggal, iri, dan ketidakpuasan terhadap diri sendiri; (4) beban sebagai penopang keluarga, yang menggeser fokus mereka dari pengembangan diri menuju pemenuhan kebutuhan keluarga; serta (5) social clock atau norma usia, ekspektasi dan penilaian masyarakat dalam keberhasilan seseorang berdasarkan pencapaian tertentu seperti pekerjaan tetap, pendidikan tinggi, atau pernikahan pada usia muda. Kombinasi faktor-faktor ini membentuk tekanan struktural dan kultural yang memperdalam krisis identitas dan arah hidup pada informan. Adapun upaya yang dilakukan oleh Gen Z dalam menghadapi quarter life crisis meliputi: (1) pengembangan diri melalui pelatihan keterampilan, pendidikan nonformal, dan aktivitas produktif untuk meningkatkan rasa percaya diri; (2) inisiatif bekerja dan membangun kemandirian ekonomi meskipun pekerjaan yang diperoleh tidak selalu sesuai harapan; (3) memanfaatkan dukungan sosial dari keluarga sebagai sumber kekuatan emosional; dan (4) melakukan digital detox dengan mengurangi penggunaan media sosial untuk menghindari perbandingan sosial yang memperburuk kondisi individu. Upaya-upaya ini menunjukkan bahwa quarter life crisis merupakan pengalaman sosial yang dipengaruhi oleh struktur ekonomi, budaya, dan lingkungan sosial yang membentuk cara generasi muda memaknai masanya di usia dewasa. Dalam perspektif teori anomie Emile Durkheim, temuan ini menunjukkan bahwa quarter life crisis muncul akibat ketidaksesuaian antara harapan sosial yang berkembang di masyarakat dengan kesempatan dan kondisi nyata yang dimiliki individu, sehingga menimbulkan kondisi anomie berupa kebingungan arah hidup dan melemahnya pedoman dalam menentukan masa depan. Sementara itu, berbagai upaya yang dilakukan informan, seperti bekerja, mengembangkan keterampilan, memperoleh dukungan sosial, dan melakukan digital detox, menunjukkan proses membangun kembali keterikatan sosial serta menginternalisasi nilai tanggung jawab, kemandirian, dan solidaritas sebagai bentuk penguatan moralitas sosial.