Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perempuan Migran dan Pelacur Terselubung (Kajian Tentang Faktor Penarik Terjadinya Prostittusi Terselubung di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan) Musdaliah Mustadjabar; Ashari Ismail
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.513 KB)

Abstract

The rise of the practice of prostitution carried out by migrant women in Wajo --- raises the problem - anomalies of disharmony and the weakening of social and cultural moral order. The practice of prostitution, which is carried out by migrant women, is understood as a complex social problem. Prostitution as a social pathology, is - hypermodern, which is caused by various factors (including push factors) such as: the condition of women themselves, the drive to fulfill economic needs, sexual desire, weak social order (including omission by unscrupulous village officials) --- a number of factors this includes, --- the source of anomic problems, - in the constellation, the creation of a social order that is as hard as, far from the norm perspective, in the social structure of the Bugis Makassar culture in Wajo.
PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERENCANA (KB) DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SEJAHTERA DI DUSUN BALABATU DESA BUNTU BARANA KABUPATEN ENREKANG sri astuti; ashari ismail
PREDESTINASI Vol 15, No 3 (2023): PREDESTINASI
Publisher : Program Studi Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/predestinasi.v15i3.59672

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat Dusun Balabatu mengenai program Kampung KB dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera serta untuk bagaimana partisipasi masyarakat Dusun Balabatu terhadap program kampung KB. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualititif dengan pendekatan deskriptif, dengan penentuan informan yang menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu pemerintah setempat yakni Kepala Desa Buntu Barana dan Kepala Dusun Balabatu, pengurus program kampung keluarga berencana (KB) setempat, serta masyarakat Dusun Balabatu yang telah menikah. Informan dalam penelitian ini sebanyak 12 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara yaitu redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian bahwa bandangan masyarakat terhadap program Kampung Keluarga Berencana (KB) banyak yang beranggapan bahwa program yang dikeluarkan banyak membantu masyarakat dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Terutama pada program yang dijalankan di dalam masyarakat. Salah satu program yang dikeluarkan adalah program There Bina yaitu Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Partisipasi masyarakat terhadap program Kampung KB sangat berpartisipasi dan mempunyai antusias yang tinggi terhadap program, terlebih kepada program yang dijalankan dalam masyarakat. Masyarakat sangat berpartisipasi dengan program yang ada di masyarakat salah satunya program There Bina masyarakat sangat berpastisipasi terhadap program tersebut, sedangkan dari segi program KB sendiri masyarakat di sana sangat berpartisipasi.  
Pola Pembinaan Keberdayaan Masjid “Ikhtiar Membangun Keberdayaan, Guna Mewujudkan Kemandirian Masjid Al Anshar” Ashari Ismail; Mario SM; Saifuddin; Wahda, Muhammad Aksha; Amsal, Bahrul
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 02 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v2i2.5103

Abstract

Masjid adalah instrumen penting dalam beribadah dan dakwah. Dalam banyak problematik ummat, masjid belum mampu memberikan kontribusi signifikan, guna mengatasi masalah , bahkan nyaris ada anggapan Masjid, malah menjaudi “beban” ummat, di tengah ummat berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Memahami hal demikian, salah satu upaya guna memberdayakan masjid, agar dapat “bertumpuh”, pada “kemampuan sendiri”, dan dapat membantu ummat adalah memberikan pembinaaan pada jamaaah Masjid, di Majid Al Ansar Tandara, guna meningkatkan kemampauan Masjid, agar dapat memiliki sumber pendapatan sendiri. Melalui pola pembinaan jamaah. dengan multi metode, maka pengurus masjid diarahkan : (1) Masjid harus mendapatkan “penghasilan sendiri”, melalui usaha-usaha yang dikelolah atas nama masjid; (2) Mengarahkan Pengurus Masjid agar dapat memberikan bantuan kepada para pakir miskin atau orang yang membutuhkan; (3). Mendorong, Pengurus Masjid melakukan pembangunan fisik, sebagai “tempat singgah“ sementara bagi orang-orang pendatang dari luar daerah.
Aksentuasi Nilai-Nilai Inklusif di Kalangan Pemuda Tanjung Dapura, Kota Makassar Emanuel Omedetho Jermias; Abdul Rahman; Ashari Ismail; Jumadi Jumadi; Nurlela Nurlela
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): April: Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v3i2.3139

Abstract

This community service project aims to accentuate inclusive values among the youth of Tanjung Dapura, Makassar City, to strengthen social cohesion in a heterogeneous urban environment. The implementation methods included team consolidation, material preparation, and strategic coordination with local government authorities. The core activities were conducted through participatory counseling and Focus Group Discussions (FGD) to independently analyze social exclusion challenges. The materials focused on the importance of respecting diversity and the strategic role of youth as inclusive agents of change. The results indicated a significant increase in participants' understanding of inclusion literacy and their ability to formulate creative solutions for local discrimination issues. Evaluation through observation and reflection confirmed a paradigm shift among the youth from passive tolerance toward active participation in embracing differences. This project concludes that the synergy between critical education and collaborative dialogue successfully transforms youth into resilient pillars of social harmony. The accentuation of these inclusive values is expected to become the foundation for a more just and sustainable coastal community in Makassar.
Strategi Bertahan Hidup Sopir Pete-Pete pada Era Transportasi Online di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar Muhammad Fiqri H; Ashari Ismail; Sopian Tamrin
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No.1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i1.77679

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika ketahanan hidup dan pilihan rasional sopir pete-pete ditengah maraknya transportasi online. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu sopir pete-pete yang merasakan perubahan dari sebelum dan sesudah hadirnya transportasi online. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sopir pete-pete (aktor) dalam mempertahankan eksistensi di era transportasi online saat ini memanfaatkan sumber daya berupa strategi aktif, pasif, dan strategi jaringan sosial untuk bertahan hidup. Strategi aktif dilakukan dengan mengubah waktu operasional, menjaga loyalitas penumpang, diversifikasi pekerjaan, dan memaksimalkan penghasilan melalui anggota keluarga. Strategi pasif sopir pete-pete dilakukan dengan efisiensi pengeluaran. Sementara itu, strategi jaringan terwujud dalam solidaritas antar sopir, penerimaan jasa carter dari langganan tetap seperti ibu rumah tangga dan anak sekolah, serta praktik pinjam-meminjam uang di antara keluarga, kerabat terdekat, tetangga, sesama sopir dan kepada pemilik pete-pete, maupun meminjam uang di bank atau koperasi. Strategi-strategi tersebut dijalankan sebagai bentuk rasionalitas bertahan hidup, setiap aktor memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya, seperti pengalaman kerja lebih dari 10 tahun, dukungan keluarga, dukungan sosial dari langganan dan sesama sopir pete-pete, layanan dengan fleksibilitas rute dan waktu operasional, serta digitalisasi sistem tarif digital melalui pembayaran nontunai. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat sopir pete-pete dalam bertahan hidup karena penurunan jumlah penumpang akibat meningkatnya preferensi terhadap transportasi online (seperti Gojek, Grab, Maxim, Maxride, Trans Mamminasata) yang dianggap lebih efisien, dan persaingan dengan sopir angkutan lain. Faktor penghambat lainnya juga meliputi kurangnya dukungan dari pemerintah dan keterbatasan sebagian sopir pete-pete menggunakan teknologi digital.
Preferensi Politik Mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Makassar sebagai Pemilih dalam Pilpres 2024 Astrida Putri Purnama; Ashari Ismail; Bahrul Amsal
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 No.2 Agustus 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i2.87529

Abstract

Penelitian ini membahas preferensi politik mahasiswa dalam momentum Pemilihan Umum Presiden 2024, dengan fokus pada mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Faktor yang melatarbelakangi mahasiswa Sosiologi UNM dalam memilih calon presiden pada pilpres 2024. 2) Proses pembentukan preferensi politik mahasiswa Sosiologi UNM dalam memilih calon presiden pada pilpres 2024. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif yang berjumlah 24 orang dari angkatan 2019-2023 dan mempunyai hak pilih pada Pilpres 2024. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor yang melatarbelakangi mahasiswa Sosiologi UNM dalam memilih calon presiden pada Pilpres 2024 diantaranya: a)  Kesadaran politik, artinya hak pilih dipahami sebagai hak sekaligus tanggung jawab warga negara, serta upaya memilih secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan dampak kebijakan ke depan. b) Profil calon presiden, mahasiswa mempertimbangkan latar belakang dan rekam jejak kandidat, seperti pengalaman kenegaraan, pengalaman jabatan pemerintahan, ketegasan dalam mengambil keputusan, serta kapasitas intelektual dan latar pendidikan. c) Visi misi calon presiden, terutama program yang dianggap menyentuh kebutuhan dasar dan isu prioritas masyarakat, misalnya penanganan stunting dengan makan bergizi gratis, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan pemerataan. d) Debat calon presiden menjadi rujukan penting bagi sebagian mahasiswa untuk menilai kualitas jawaban, ketenangan, cara berkomunikasi, serta penguasaan isu, sehingga dapat mengubah atau menguatkan pilihan. 2) Proses pembentukan preferensi politik mahasiswa Sosiologi UNM dalam memilih calon presiden pada Pilpres 2024 diantaranya: a) Pengaruh lingkungan keluarga di mana melalui ajakan, diskusi, serta perbedaan pandangan oleh sebagian besar mahasiswa dilihat sebagai bahan pertimbangan. Sementara pada beberapa mahasiswa lainnya ada yang mengikuti pilihan keluarga. b) Pengaruh media sosial dan media massa, di mana informasi awal banyak diperoleh dari media sosial untuk mengenal kandidat. Setelah itu, mahasiswa melakukan pengecekan di media berita dengan membandingkan dan menyaring informasi yang didapatkan sehingga preferensi dapat berubah atau menguat seiring bertambahnya informasi menjelang hari pemungutan suara. c) Pengaruh lingkungan kampus, melalui obrolan dengan teman sebaya dan pembelajaran di kelas yang menambah wawasan, mendorong perubahan pilihan, sekaligus menggeser sebagian mahasiswa dari kecenderungan pasif menjadi lebih terlibat.