Fitri Azizah Restiani
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI BAHASA PADA AKUN INSTAGRAM @SENMANCUNG Fitri Azizah Restiani; Edi Komarudin; Maman Abdul Djaliel
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v3i3.5862

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena alih kode dan campur kode dalam konten Instagram pada akun @senmancung yang menyajikan materi bahasa Arab dengan gaya penyampaian edukatif dan menghibur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis alih kode, bentuk campur kode, serta faktor yang melatarbelakangi terjadinya kedua fenomena kebahasaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa tuturan yang terdapat dalam Instagram reels akun @senmancung pada periode 1 Agustus 2024 hingga 22 Oktober 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, transkripsi tuturan, serta pencatatan terhadap tuturan yang mengandung alih kode dan campur kode. Selanjutnya, data dianalisis berdasarkan teori alih kode dan campur kode Suwito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 data penggunaan alih kode dan campur kode, yang terdiri atas 14 data alih kode dan 3 data campur kode. Seluruh data alih kode dikategorikan sebagai alih kode eksternal karena melibatkan perpindahan antara bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Faktor yang paling dominan dalam terjadinya alih kode adalah pokok perbincangan, khususnya ketika penutur membahas kosakata, ungkapan, atau contoh penggunaan bahasa Arab. Selain itu, ditemukan faktor lawan tutur dan timbulnya rasa humor pada konteks tertentu. Sementara itu, campur kode yang ditemukan berupa penyisipan unsur berbentuk kata dan ungkapan. Faktor yang melatarbelakangi campur kode terutama berupa keinginan untuk menjelaskan dan mengartikan, serta penggunaan unsur bahasa untuk menciptakan suasana penyampaian yang lebih santai dan humoris. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kedua fenomena tersebut berkaitan dengan cara penutur menyampaikan materi bahasa Arab secara komunikatif melalui media sosial.