Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STUDI KOMPARATIF KHAT NASKHI ABDURRAZIQ MUHAMMAD SALIM DAN MAHDI SAYYID MAHMUD Eko Prasetyo; Maman Abdul Jalil
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.5516

Abstract

ABSTRAK Sebagai sebuah tanda terdapatnya peradaban manusia, tulisan secara alami telah mewarisi pengetahuan dari satu generasi ke generasi yang lain. tentu saja dalam hal ini tak terelakan bahwa terdapat perkembangan signifikan didalamnya. Tidak hanya menjadi media tulis baca semata, Namun juga erat kaitannya dengan kultur, seni dan budaya masyarakat tertentu. Dalam hai ini, kaitan antara kultur, seni, serta budaya dengan tulisan sebagai sebuah pewaris dari pengetahuan terdahulu yang ada didalamnya memiliki ranah tersendiri dalam kesenian bangsa Arab, yang dikenal banyak bangsa dengan Kaligrafi atau Khatt dalam bahasa Arab. Dalam perkembangannya kaligrafi memiliki beberapa jenis tulisan, yang terdiri dari Al-Aqlam Al-Sittah (kaligrafi enam), yang meliputi: khat Naskhi, Tsuluts, Muhaqqaq, Raihani, Riqa’dan Tauqi’. Adapun dalam penggunaannya, khat Naskhi cenderung lebih banyak digunakan dalam berbagai media tulisan, baik itu berupa tulisan tangan maupun yang berbasis digital. Khat Naskhi dengan penulisan tangan pun memiliki beberapa perbedaan antar tokoh, baik itu dalam cara penulisan maupun bentuk yang dihasilkan dari proses penulisannya. Tokoh yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu Abdurraziq Muhammad Salim serta Mahdi Sayyid Mahmud. Keduanya memiliki perbedaan satu sama lain dari cara penulisan serta bentuk yang dihasilkan dari penulisan tersebut. Adapun dalam proses penelitian ini digunakan metode komparatif sebagai alat bantu mrnganalisis bentuk serta cara penulisan, serta teori tipografi dalam menganalisis tulisan kedua tokoh tersebut. Metode komparatif merupakan metode yang mempelajari data-data dari satu atau beberapa objek kajian, Data-data dari beberapa variabel tersebut diperbandingkan secara cermat untuk memperoleh kaidah-kaidah perubahan yang terjadi dalam variabel itu. serta teori tipografi yaitu teori yang berlandaskan pada teori gestalt yang membahas anatomi serta faktor-faktor yang menjadi kaitannya dengan huruf. Dengan hal ini penulis mensinkronkan antara teori dengan bahan yang akan di kaji, setelah itu ditemukan beberapa hasil bahwa dengan menggunakan teori serta metode komparatif, kedua tokoh memiliki banyak sekali perbedaan, baik dalam cara penulisan maupun dalam bentuk yang dihasilkan dari cara penulisan tersebut. Untuk lebih terperinci dapat dilihat dari lembar selanjutnya peneitian ini. Tentunya dengan adanya hasil dari pada penelitian ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi penulis, umumnya teruntuk khalayak umum. Kata kunci : khat naskhi, perbandingan, anatomi huruf
Simbol Cinta Manusia dalam Novel Zuhūr Taʾkuluhā Al-Nār Karya Amir Tag Elsir : (Semiotika Charles Sanders Pierce) Nurhitjah Rambe; Maman Abdul Jalil; Wildan Taufiq
Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan bahasa dan Sastra
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bima.v2i3.1033

Abstract

Love is an inseparable part of human life, because humans will always need love in any case to continue life, because love is human nature. The intensity of love felt will vary, depending on the person who feels it and to whom the love is. Functions as a source of positive energy but can also cause bad things if misunderstood. This research aims to understand the semiosis of love symbols in the novel "Zuhūr Taʾkuluhā al-Nār" by Amir Tag Elsir using Charles Sanders Peirce's semiotic approach. This research connects the results with Sternberg's love triangle theory. The method used is analytical descriptive qualitative research. The research results identified 25 data that reflect six love symbols: liking, infatuation love, empty love, romantic love, companionate love, and fatuous love.
Reflection of Moral Integrity in the Novel Al-Hubb Fii Zaman An-Nafth by Nawal El-Saadawi (A Sociological Literature Study) Khofifah, Siti; Abdul Djaliel, Maman; Mardiansyah, Yadi
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 8 No. 1 (2025): MARCH
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v8i1.43345

Abstract

Discrimination against women in the workplace is still a complex social problem, including in the field of archaeology. NovelAl-Hubb Fii Zaman An-Nafth depicts the story of a female archaeologist who experiences gender discrimination in her work. The main character is prohibited from going looking for statues without permission, while her male colleagues do not face similar restrictions. This study aims to describe the sociological review of literature on moral integrity in the novel. This study uses a qualitative descriptive method by analyzing the patriarchal and moral areas presented in the novel. The results show that the female character in these novel fights discrimination due to the patriarchal culture inherent in society through self-motivation and internal drive. She shows courage and moral firmness in facing the injustice she experiences. In addition, the moral integrity of the main character is reflected in honesty, consistency, commitment, perseverance, and self-discipline. Values such as responsibility, trust, and justice are also principles that are firmly held in her struggle. This study reveals that moral integrity plays an important role in dealing with gender discrimination. The female character in this novel represents an empowered woman, who not only opposes injustice but also proves that morality, perseverance, and courage can be the main weapons in fighting discrimination. These findings provide new perspectives on how literature can reflect social realities and promote gender equality in society.
Ketidaksantunan Positif dan Negatif dalam Film Dubbing “One Piece” Maulana, Ariandito Hilmy; Jalil, Maman Abdul; Dayudin, Dayudin
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7 No 2 (2024): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i2.40141

Abstract

Kesantunan merupakan salah satu kunci  agar terjalinnya komunikasi yang lancar. Akan tetapi masih banyak orang yang menggunakan ketidaksantunan sehingga komunikasi menjadi terhambat. Dalam film dubbing One Piece karya Eichiro Oda, peneliti melihat bahwa terdapat fenomena ketidaksantunan berbahasa dalam film tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk untuk : 1) mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi ketidaksantunan positif dan negatif yang terdapat di dalam dialog film dubbing One Piece, dan 2) mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor penyebab ketidaksantunan dari tuturan tidak santun yang terdapat di dalam film dubbing One Piece Penelitian ini termasuk deskriptif-kualitatif yang dimana data yang berupa tuturan dideskripsikan secara rinci. Kemudian data diambil dari dialog antar tokoh film dubbing One Piece. Data-data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan catat, kemudian di analisis menggunakan metode kontekstual.Hasil penelitian ini ditemukan total 10 tuturan yang mengandung strategi ketidaksantunan positif dan strategi ketidaksantunan negatif, serta ditemukan tiga faktor penyebab ketidaksantunan berbahasa.
Kalam Khobari in the Book Of Qiṣṣat Al-Miʿrāj By Najmudin Al-Ghaity Kafana Al Kafi, Muhammad; Dayudin, Dayudin; Abdul Djaliel, Maman
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 8 No. 2 (2025): JUNE
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v8i2.44698

Abstract

This research examines the use of kalam khobari (declarative sentences) in Qiṣṣat al-Miʿrāj, a book that documents the spiritual journey of Prophet Muhammad SAW.  The objectives of this study are (1) to identify and classify the types of kalam khobari, including ibtidā’ī, ṭalabī, and inkārī, and (2) to analyze their communicative purposes and functions in conveying spiritual messages. The research employs observation and note-taking as data collection techniques, while using the distributional method to analyze grammatical structures and meanings. The data is presented descriptively and interpretatively. The findings reveal a total of 69 kalam khobari expressions: 5 khabar ibtidā’ī, 53 khabar ṭalabī, and 11 khabar inkārī. The main communicative purposes are categorized into faidah al-khabar (58 instances) and lazīmul faidah (11 instances). Additionally, several secondary functions were identified, including izhār al-fakhr (displaying glory) in 7 sentences, tadzkīr bimā bayna al-marātib (reminding of status differences) in 5, tawbīkh (reproach) in 6, waʿẓ wa irshād (advice and guidance) in 14, izhār al-taḥassur (expressing regret) in 1, and taḥdhīr (warning) in 5 sentences. These results affirm that kalam khobari in Qiṣṣat al-Miʿrāj serves not only an informative function but also contributes significantly to emphasis, correction, motivation, and spiritual guidance within religious communication.
STUDI KOMPARATIF KHAT NASKHI ABDURRAZIQ MUHAMMAD SALIM DAN MAHDI SAYYID MAHMUD Prasetyo, Eko; Jalil, Maman Abdul
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 2 No 2 (2019): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v2i2.5516

Abstract

ABSTRAK Sebagai sebuah tanda terdapatnya peradaban manusia, tulisan secara alami telah mewarisi pengetahuan dari satu generasi ke generasi yang lain. tentu saja dalam hal ini tak terelakan bahwa terdapat perkembangan signifikan didalamnya. Tidak hanya menjadi media tulis baca semata, Namun juga erat kaitannya dengan kultur, seni dan budaya masyarakat tertentu. Dalam hai ini, kaitan antara kultur, seni, serta budaya dengan tulisan sebagai sebuah pewaris dari pengetahuan terdahulu yang ada didalamnya memiliki ranah tersendiri dalam kesenian bangsa Arab, yang dikenal banyak bangsa dengan Kaligrafi atau Khatt dalam bahasa Arab. Dalam perkembangannya kaligrafi memiliki beberapa jenis tulisan, yang terdiri dari Al-Aqlam Al-Sittah (kaligrafi enam), yang meliputi: khat Naskhi, Tsuluts, Muhaqqaq, Raihani, Riqa’dan Tauqi’. Adapun dalam penggunaannya, khat Naskhi cenderung lebih banyak digunakan dalam berbagai media tulisan, baik itu berupa tulisan tangan maupun yang berbasis digital. Khat Naskhi dengan penulisan tangan pun memiliki beberapa perbedaan antar tokoh, baik itu dalam cara penulisan maupun bentuk yang dihasilkan dari proses penulisannya. Tokoh yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu Abdurraziq Muhammad Salim serta Mahdi Sayyid Mahmud. Keduanya memiliki perbedaan satu sama lain dari cara penulisan serta bentuk yang dihasilkan dari penulisan tersebut. Adapun dalam proses penelitian ini digunakan metode komparatif sebagai alat bantu mrnganalisis bentuk serta cara penulisan, serta teori tipografi dalam menganalisis tulisan kedua tokoh tersebut. Metode komparatif merupakan metode yang mempelajari data-data dari satu atau beberapa objek kajian, Data-data dari beberapa variabel tersebut diperbandingkan secara cermat untuk memperoleh kaidah-kaidah perubahan yang terjadi dalam variabel itu. serta teori tipografi yaitu teori yang berlandaskan pada teori gestalt yang membahas anatomi serta faktor-faktor yang menjadi kaitannya dengan huruf. Dengan hal ini penulis mensinkronkan antara teori dengan bahan yang akan di kaji, setelah itu ditemukan beberapa hasil bahwa dengan menggunakan teori serta metode komparatif, kedua tokoh memiliki banyak sekali perbedaan, baik dalam cara penulisan maupun dalam bentuk yang dihasilkan dari cara penulisan tersebut. Untuk lebih terperinci dapat dilihat dari lembar selanjutnya peneitian ini. Tentunya dengan adanya hasil dari pada penelitian ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi penulis, umumnya teruntuk khalayak umum. Kata kunci : khat naskhi, perbandingan, anatomi huruf
EKSPLORASI MAKNA CINTA DALAM SYA'IR "الحب الصادق" KARYA IMAM SYAFI'I: KAJIAN HERMENEUTIKA BOUMAN Aeni Lukviati Urbah; Allisya Rizky Islami; Aura Nasywa Azzahra, Maman Abdul Djaliel
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35240

Abstract

This study aims to reveal the meaning of true love (al-mahabbah al-ṣādiqah) in Imam Syafi'i's poem al-ḥubb al-ṣādiq through Bouman's hermeneutic approach. In the modern context marked by a crisis of values and emotional alienation, classical Islamic literature offers spiritual reflections that are relevant to the formation of ethical and humanitarian awareness. This study uses qualitative methods with literature study techniques, focusing on semantic and hermeneutic analysis of classical Arabic texts and their translations. The analysis was conducted by tracing the relationship between the author, the text, and the reader to find dynamic contextual meanings. The results of the study show that sya'ir al-ḥubb al-ṣādiq describes true love as a unity between words, actions, and moral consciousness. Imam Shafi'i emphasizes that sincere love requires obedience, gratitude, and responsibility towards the beloved. Through Bouman's framework, this text is understood not merely as a religious expression, but as a universal reflection on integrity and honesty in love. This finding enriches the study of Islamic literature and hermeneutics by offering a contextual perspective on the transcendental and humanistic value of love.
THE DYNAMICS OF JAMAAH TABLIGH'S METHODS: AN EXAMINATION OF SPIRITUAL AND SOCIAL IMPACT IN PAROMPONG WEST BANDUNG Hakim, Ajid; Supianudin, Asep; Tarpin, Tarpin; Djalil, Maman Abdul; Fadjriudin, Fadjriudin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol. 21 No. 1 (2024): Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v21i1.35419

Abstract

There are several interesting things about the Jamaah Tablig movement (JT), especially in Indonesia. These interesting phenomena include, first: the method of da'wah. JT's da'wah method is considered unique and contradictory. In its da'wah method it requires to leave the family for a certain time. So that, this method requires its members to leave work and family. This of course has an impact on family livelihood and productivity. Meanwhile, earning a living for the family is considered an obligation in sharia. This is the first contradictory and unique condition. But on the other hand, this contradictory condition is followed by another condition. This condition of spiritual change certainly cannot be done by individuals or other pious organizations. This event only exists among the JT tradition. This article discusses the movement and influence of Jamaah Tabligh in Parongpong, West Bandung. Keywords: Da'wah, Jemaah Tabligh, Parongpong, Khuruj, Sharia
Dekonstruksi Makna Kehidupan dan Kematian dalam Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Fiersa Besari: Kajian Semiotika Jacques Derrida Sopi Wahyuni; Hindun Muzzaiyanah; Fauzan Isa Ash Shidiqi; Maman Abdul Djaliel
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dekonstruksi makna kehidupan dan kematian dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Fiersa Besari melalui perspektif semiotika Jacques Derrida. Pendekatan dekonstruktif digunakan untuk membongkar lapisan-lapisan makna tersembunyi di balik bahasa dan simbol yang digunakan pengarang. Derrida berpendapat bahwa makna tidak pernah bersifat tetap, melainkan senantiasa berubah melalui permainan tanda (play of signs) dan konsep différance. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menelaah secara mendalam teks novel untuk mengidentifikasi jejak dan permainan tanda yang menyingkap ambiguitas antara kehidupan dan kematian, harapan dan keputusasaan, serta kehadiran dan ketiadaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fiersa Besari menggunakan bahasa yang puitis dan metaforis untuk menyampaikan refleksi eksistensial tentang absurditas kehidupan manusia dan penundaan makna yang tiada akhir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel tersebut tidak hanya berfungsi sebagai narasi personal, tetapi juga sebagai ruang filosofis di mana makna senantiasa dinegosiasikan dan tidak pernah sepenuhnya tercapai.
Alih Kode dan Campur Kode Dalam Film Pendek Arutala Gontor: Perfektif Sosiolinguistik Ihda Azkya; Husnul KHotimah; Fadly Husni Abdillah; Maman Abdul Djaliel
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2574

Abstract

Kebebasan linguistik dalam masyarakat multikultural mendorong praktik bilingualisme dan multilingualisme, yang secara nyata terefleksi melalui fenomena alih kode dan campur kode dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan bentuk serta fungsi alih kode dan campur kode yang terjadi dalam film pendek “Arutala” Gontor. Film ini dipilih karena merepresentasikan interaksi kehidupan santri di lingkungan pesantren yang dikenal multilingul. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, studi ini mengidentifikasi dan mendokumentasikan variasi penggunaan bahasa dalam dialog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode dalam film “Arutala” Gontor adalah cerminan praktik bilingualisme di pesantren, yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi fungsional, tetapi juga berkontribusi pada ekspresi budaya dan pembentukan identitas keislaman para santri.