Juliana Maria Rumperiai
Universita Ngudi Waluyo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. N Umur 23 Tahun G2P2A0 di Desa Klepu Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang Juliana Maria Rumperiai; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain important indicators in assessing the quality of maternal and neonatal health services. One strategy to reduce maternal and infant morbidity and mortality is the implementation of Continuity of Care (CoC), a comprehensive and continuous midwifery care approach provided throughout pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and neonatal periods. This case study aimed to describe the implementation of Continuity of Care midwifery services for Mrs. N, a 23-year-old G2P1A0 woman, at PMB Fatmah Baradja and in Klepu Village, Pringapus District, Semarang Regency. This study employed a descriptive case study design. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, obstetric examinations, supporting examinations, documentation review, and SOAP documentation based on Varney’s seven-step midwifery management approach. The care was provided from the third trimester of pregnancy through labor, postpartum, and neonatal periods from March to May 2026. The results showed that the pregnancy progressed physiologically with normal maternal and fetal conditions. Labor occurred normally at 39 weeks of gestation, resulting in the spontaneous birth of a healthy male infant weighing 3,200 grams and measuring 48 cm in length. Early Initiation of Breastfeeding (EIBF) was successfully implemented. The postpartum period progressed normally, characterized by appropriate uterine involution, adequate breast milk production, and the absence of postpartum complications. The newborn and neonatal periods demonstrated good physiological adaptation, appropriate growth and development, adequate weight gain, and no neonatal danger signs. Health education provided during the care process was well understood and implemented by the mother. In conclusion, the implementation of Continuity of Care effectively supported maternal and neonatal health, improved maternal readiness for childbirth, promoted postpartum recovery, and enhanced newborn and neonatal care outcomes. Continuous and comprehensive midwifery services should be strengthened to support efforts in reducing maternal and infant morbidity and mortality.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kesakitan dan kematian ibu serta bayi adalah melalui pelayanan kebidanan Continuity of Care (CoC), yaitu asuhan kebidanan yang diberikan secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga neonatus. Tujuan studi kasus ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan Continuity of Care pada Ny. N umur 23 tahun G2P1A0 di PMB Fatmah Baradja dan wilayah Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan obstetri, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi, serta pencatatan menggunakan format SOAP berdasarkan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney. Asuhan dilakukan sejak kehamilan trimester III, persalinan, nifas, hingga masa neonatus pada bulan Maret–Mei 2026. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis dengan kondisi ibu dan janin baik. Persalinan berlangsung normal pada usia kehamilan 39 minggu dengan bayi lahir spontan berjenis kelamin laki-laki, berat badan lahir 3200 gram, panjang badan 48 cm, serta dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Masa nifas berlangsung normal yang ditandai dengan involusi uterus sesuai usia nifas, produksi ASI lancar, dan tidak ditemukan komplikasi. Bayi baru lahir dan neonatus menunjukkan adaptasi fisiologis yang baik, pertumbuhan sesuai usia, peningkatan berat badan yang adekuat, serta tidak ditemukan tanda bahaya neonatal. Edukasi kesehatan yang diberikan selama asuhan dapat diterima dan diterapkan oleh ibu dengan baik. Simpulan dari studi kasus ini adalah penerapan Continuity of Care mampu mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal, meningkatkan kesiapan ibu menghadapi persalinan, mempercepat pemulihan masa nifas, serta mendukung keberhasilan perawatan bayi baru lahir dan neonatus. Pelayanan kebidanan berkelanjutan perlu terus ditingkatkan untuk mendukung upaya penurunan morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi.
Peningkatan Pemahaman Ibu Nifas Tentang Teknik Menyusui Melalui Media Video Edukasi Kesehatan di Ruang Mawar RSUD Kabupaten Temanggung Zahrotussalamah; Emi Rafita Sari; Daimatussolikhah; Milya Rizki; Desi Viviana; Juliana Maria Rumperiai; Puriyati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The postpartum period is an important phase in the breastfeeding process, but many mothers still do not understand the correct breastfeeding technique, which can cause problems such as nipple pain and ineffective breastfeeding. Health education using video media can help improve mothers' understanding because it provides audio-visual information. This activity aimed to determine the improvement of postpartum mothers' understanding of breastfeeding techniques after video education. The method used was a pre-experimental design with one group pretest–posttest. The activity was conducted in Mawar Ward, RSUD Kabupaten Temanggung, in March 2026 with 20 postpartum mothers using total sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed descriptively by comparing pre-test and post-test results. The results showed that before education most respondents had poor knowledge (60.0%), and after education it increased to good knowledge (65.0%) with no respondents in the poor category. In conclusion, video-based education is effective in improving postpartum mothers' understanding of breastfeeding techniques and can support the success of exclusive breastfeeding.   Abstrak Masa nifas merupakan periode penting dalam proses menyusui, namun masih banyak ibu nifas yang belum memahami teknik menyusui yang benar sehingga berisiko mengalami masalah seperti puting lecet dan bayi menyusu tidak efektif. Edukasi kesehatan melalui media video dapat membantu meningkatkan pemahaman ibu karena menyajikan informasi secara audio-visual. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman ibu nifas tentang teknik menyusui setelah diberikan edukasi melalui media video. Metode yang digunakan adalah Penyuluhan. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Mawar RSUD Kabupaten Temanggung pada bulan Maret 2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (60,0%), dan setelah edukasi meningkat menjadi pengetahuan baik (65,0%) serta tidak terdapat responden dengan pengetahuan kurang. Simpulan menunjukkan bahwa edukasi melalui media video efektif meningkatkan pemahaman ibu nifas tentang teknik menyusui dan dapat mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.