Wan Nasywa Amanda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengelolaan Persediaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai Berbasis Studi Kasus di Puskesmas Melur Adrian Samosir; Ridiani Maulia; Siti Aisyah; Tiara Restiana; Wan Nasywa Amanda; Yulia Darsih; Mira Febrina
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian berbasis kasus yang dilakukan di Puskesmas Melur berfokus pada pengelolaan stok obat dan BMHP. Silkus logistic obat di fasilitas tersebut meliputi beberapa tahapan, mulai dari penyusunan kebutuhan, pengajuan barang, pemeriksaan saat barang diterma, penataan stok, penyaluran ke unit pelayanan, pengembalian atau pemusnahan, pengendalian persediaan, pencatatan, hingga evluasi secara berkala. Berdasarkan hasil observasi, seluruh tahapan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pelayaran kefarmasian. Penerapan system FEFO dan FIFO, serta adanya penanganan khusus untuk obat-obatan tertentu, menunjukkan upaya puskesmas dalam menjaga mutu, keamanan, dan ketersediaan obat agar tetap terjamin. Namun, pada beberapa item masih ditemukan perbedaan antara jumlah obat fisik dengan jumlah yang tercatat pada kartu stok. Perbedaan tersebut terutama terjadi karena pencatatan yang terkadang terlewat setelah obat dipindahkan dari gudang ke apotek, serta pembaruan kartu stok yang dilakukan berdasarkan pergantian shift. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan melakukan pencatatan secara langsung setiap kali terjadi obat masuk maupun keluar, meningkatkan frekuensi pemeriksaan fisik terutama pada item fast moving, menggunakan formulir serah-terima saat pergantian petugas, serta melakukan peninjauan rutin terhadap hasil stock opname. Oleh karena itu, keteliltian dalam pencatatan dan pengawasan persediaan perlu terus ditingkatkan agar pengelolaan obat dan BMHP dapat berjalan lebih tertib, efisien, tepat guna, dan dapat dipertanggungjawabkan.