Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

“Sarong Baju Mananol”: Rites of Passage dan Konstruksi Relasi Orang Basudara di Negeri Amahai Popi Kotala; Anna Clara Solissa; Herlin Kayadoe; Vederico Pitsalitz Sabandar
Journal Social Sciences And Technology For Community Service Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7 Nomor 2 September 2026
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jsstcs.v7i2.2267

Abstract

Ritual perkawinan adat merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Maluku karena tidak hanya dipahami sebagai tradisi seremonial, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai budaya dan penguatan hubungan sosial masyarakat. Salah satu ritual adat yang masih dipertahankan oleh masyarakat Negeri Amahai adalah Aruno Lahitolo Mananol atau prosesi Sarong Baju Mananol. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai makna sosial budaya prosesi Sarong Baju Mananol sebagai bagian dari identitas budaya dan penguatan relasi orang basudara di Negeri Amahai, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan diskusi bersama Badan Saniri Negeri Amahai, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa prosesi Sarong Baju Mananol tidak hanya berfungsi sebagai ritual penerimaan mempelai perempuan ke dalam mata rumah laki-laki, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat solidaritas, kohesi sosial, dan relasi orang basudara dalam masyarakat Amahai. Setiap tahapan ritual mengandung makna simbolik mengenai penerimaan sosial, penghormatan terhadap adat, serta pewarisan nilai budaya secara turun-temurun. Oleh karena itu, pelestarian ritual Sarong Baju Mananol perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Negeri Amahai.