Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERUBAHAN SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SARI KEDELAI DENGAN PENAMBAHAN AIR SEDUHAN BELUNTAS Widyawati, Paini Sri; Ristiarini, Susana; Werdani, Yesiana DW; Kuswardani, Indah; Herwina, Irene Novita
Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Widya Mandala Surabaya Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.469 KB) | DOI: 10.33508/jtpg.v18i2.2157

Abstract

Sari kedelai adalah minuman yang terbuat dari kedelai yang bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini karena adanya senyawa fitokimia dalam kedelai, seperti isoflavon, saponin, sterol, asam fitat, triterpenoid, oligosakarida, dan lignan. Sari kedelai menunjukkan aktivitas antioksidan dan antidiabetik. Namun aktivitas tersebut belum optimal, oleh karena itu perlu ditambahkan air seduhan daun beluntas. Beluntas merupakan tanaman herba kelompok Asteracea telah terbukti mempunyai aktivitas antioksidan dan antidiabetik karena komposisi senyawa fitokimia yang meliputi tanin, sterol, alkaloid, flavonoid, fenol, kardiak glikosida, dan saponin. Penambahan air seduhan daun beluntas pada sari kedelai diharapkan mampu meningkatkan kemampuannya sebagai sumber antioksidan dan antidiabetik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan sifat fisikokimia dan organoleptik sari kedelai dengan penambahan air seduhan bubuk daun beluntas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu konsentrasi bubuk daun beluntas dalam air seduhan yang terdiri dari enam level, yaitu 0; 1; 2; 3; 4; dan 5 (% b/v) dari berat kering kedelai yang digunakan. Percobaan diulang sebanyak lima kali. Sari kedelai yang ditambahkan air seduhan beluntas yang berasal dari daun beluntas kering dengan kadar air sebanyak 7,97±0,28% (wb), sifat fisikokimia dan organoleptiknya dipengaruhi oleh penambahan berbagai variasi konsentrasi air seduhan daun beluntas. Parameter fisikokimia yang dihasilkan dari sari kedelai beluntas meliputi pH berkisar antara 6,71 ± 0,09 sampai dengan 6,01 ± 0,05, viskositas berkisar antara 21,05±0,93 sampai dengan 26,67±0,75, total padatan terlarut berkisar antara 11,81±0,27 sampai dengan 15,35±0,26, lightness berkisar antara 82,89±0,46 sampai dengan 69,10 ±1,70, chroma berkisar antara 10,57±0,78 sampai dengan 7,59±0,80, ohue berkisar antara 87,59±0,93 sampai dengan 00,14±1,11. Hasil uji grafik Spiderweb berdasarkan skor kesukaan secara organoleptik diperoleh bahwa penambahan air seduhan bubuk daun beluntas belum dapat meningkatkan tingkat kesukaan panelis terhadap sari kedelai beluntas.
ANALISIS POSISI BERSAING PERUSAHAAN BATIK MENGGUNAKAN THE INDUSTRY ATTRACTIVENES BUSINESS STRENGTH MATRIX (MDTI)STUDY KASUS DI TOBAL BATIK Dwirainaningsih, Yustiana; Kuswardani, Indah
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 17 (2019)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.212 KB)

Abstract

Tobal Batik is a home industry that is engaged in the production and sale of batik cloth and batik clothing that is located at Jalan Terai No. 24 Pekalongan The number of other home industries which are engaged in selling batik has quite prospective business opportunities. The increasingly tight competition among batik sellers requires Tobal Batik management to be able to anticipate the emergence of threats from competitors and be able to take advantage of the opportunities and strengths the company has. To achieve this goal, Tobal Batik needs to pay attention to two main factors in the company, namely external and internal factors. External factors are factors that are not influenced by company policy, while internal factors can be influenced by company policy to optimize sales volume that is entirely within the control of the company. To analyze these external and internal factors, a purposive samplin can be used whose purpose is to determine the position of Tobal Batik in the market based on the strengths, weaknesses, opportunities and threats that the company has. Whereas in analyzing business opportunities and the extent to which products produced by Tobal Batik are able to compete in the market, it will be analyzed using the MDTI matrix which serves to see the marketing position of Tobal Batik based on market growth and market share. In order to create a competitive space, companies need to make plans in marketing strategies, so that product sales can increase in the market and provide benefits for the company. Keywords: Marketing strategy, Competitive position, MDTI
PENGARUH PENGGUNAAN CMC (carboxylmethyl cellulose) SEBAGAI GELLING AGENT TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SELAI KAWIS (Limonia acidissima) Linggawati, Linggawati; Utomo, Adrianus Rulianto; Kuswardani, Indah
Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Widya Mandala Surabaya Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jtpg.v19i2.2756

Abstract

Kawis hanya ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia salah satunya di Kota Rembang. Kota Rembang terkenal sebagai kota penghasil buah kawis. Salah satu pemanfaatan buah kawis untuk memperpanjang umur simpan buah kawis dan meningkatkan nilai ekonomis yaitu menjadikannya selai oles. Proses pembuatan selai oles membutuhkan penambahan gelling agent agar didapatkan viskositas dan struktur selai yang diinginkan. Gelling agent pada selai salah satunya adalah CMC. CMC sebagai pengental mampu mengikat air sehingga molekul air terperangkap dalam struktur gel yang dibentuk. CMC digunakan karena dapat meningkatkan total padatan pada selai kawis, mudah didapat, mudah digunakan, memiliki rentang pH tinggi dan stabil pada saat dipanaskan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu konsentrasi CMC yang terdiri dari enam level, yaitu 0,5% (P1); 0,60% (P2); 0,70% (P3); 0,80% (P4); 0,90% (P5); 1,00% (P6) dari bubur buah yang digunakan. Percobaan diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diuji yaitu kadar air, daya oles, sineresis, viskositas dan uji organoleptik (rasa, warna dan tekstur). Konsentrasi CMC semakin tinggi menyebabkan peningkatan viskositas selai serta penurunan kadar air, daya oles dan tingkat sineresis selai kawis. Rata-rata tingkat penerimaan panelis terhadap rasa selai 4,7-4,8, warna selai 4,4-4,5 dan tekstur selai saat dioles dan mouthfeel 3,3-6,3 dengan standar skor 1-7. Perlakuan yang paling disukai adalah selai dengan penambahan CMC 1% yang memiliki visikositas 5130 cp, daya oles 9,06 cm, kadar air 35,64%, sineresis hari ke-4 0,43%; hari ke-8 0,96%; hari ke-12 1,36%, serta tingkat kesukaan panelis dari parameter rasa 4,76 (agak disukai), warna 4,51 (agak disukai) dan tekstur selai yang dioles 6,34 (suka).
Antibacterial and antioxidant properties of red mold rice fermented by different Monascus purpureus strains with varying citrinin production in glycine-supplemented rice media Ristiarini, Susana; Nugerahani, Ira; Kuswardani, Indah; Srianta, Ignatius
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 8, No 4 (2025)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2025.008.04.9

Abstract

Red mold rice (RMR), a fermented product from Monascus purpureus, is traditionally used as a natural dye and flavor enhancer. The fermentation process produces various secondary metabolites, including pigments with antioxidant properties and citrinin with antibacterial properties. Adding glycine to the fermentation media lowers citrinin levels while enhancing red pigment content, potentially impacting the antibacterial and antioxidant activities of RMR. This study aimed to evaluate the antibacterial and antioxidant properties and quantify pigments in RMR extracts from different M. purpureus strains with varied citrinin production in glycine-supplemented rice media (GSRMR). A Non-Factorial Randomized Block Design was utilized, with isolates classified as low citrinin (JK2 and JK9B) and high citrinin (JK9A). Results revealed distinct metabolic profiles among strains (i.e., JK2, JK9A, JK9B) grown in GSRMR, affecting yield, pigment content, color value, and citrinin content. Notably, the JK2 extract demonstrated a larger inhibition zone against S. aureus, indicating superior antibacterial activity, while JK9B exhibited enhanced DPPH radical scavenging, FRAP, and TAC, underscoring its superior antioxidant properties. Furthermore, antibacterial and antioxidant properties in GSRMR were not related to the pigments and citrinin contents.