This Author published in this journals
All Journal Jurnal Farmasi Ikifa
Gama Indra Taruna
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Resep Rawat Jalan Pada Rumah Sakit Wilayah Jakarta Bayu Dwi Handono; Umul Angga Brahmono; Putri Retno Pangastuti; Gama Indra Taruna; Gina Ambarwati
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu pelayanan farmasi rawat jalan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan gambaran waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan pada tiga rumah sakit di wilayah Jakarta, yaitu Alia Hospital Jakarta Timur, Rumah Sakit St. Carolus, dan Rumah Sakit Royal Taruma. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif kuantitatif retrospektif. Data diperoleh dari sistem informasi rumah sakit dan lembar resep rawat jalan periode Oktober–Desember 2024 dengan teknik total sampling pada dua rumah sakit dan purposive sampling pada satu rumah sakit, meliputi 19.026 lembar resep di Alia Hospital, 12.766 lembar resep di RS St. Carolus, dan 363 lembar resep di RS Royal Taruma. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tunggu resep non-racikan berkisar 18–24,3 menit dan resep racikan berkisar 39–43,32 menit pada ketiga rumah sakit, dengan resep racikan secara konsisten membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan resep non-racikan. Persentase kesesuaian dengan standar mutu masing-masing rumah sakit tertinggi dicapai oleh RS Royal Taruma (90,59% non-racikan; 84,21% racikan), diikuti Alia Hospital (88,86% non-racikan; 78,19% racikan), dan RS St. Carolus (66,40% non-racikan; 70,12% racikan). Faktor-faktor yang memengaruhi lamanya waktu tunggu meliputi keterbatasan sumber daya manusia, penumpukan resep pada jam praktik dokter spesialis, kompleksitas resep, kendala sistem informasi, dan ketersediaan obat. Dapat disimpulkan bahwa waktu tunggu pelayanan resep racikan pada ketiga rumah sakit masih memerlukan perbaikan lebih lanjut agar sesuai dengan target mutu pelayanan farmasi rawat jalan.