Antibiotik adalah zat kimia yang dihasilkan dari fungi dan bakteri, dan merupakan suatu kelompok obat yang paling sering digunakan. Peresepan antibiotik yang cukup tinggi dan kurang bijak dapat meningkatkan kejadian resistensi. Salah satu upaya untuk mengendalikan resistensi antibiotik adalah dengan menggunakan antibiotik secara bijak serta melakukan evaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode ATC/DDD dan DU 90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik, kuantitas serta kualitas penggunaan antibiotik menggunakan metode ATC/DDD dan DU 90% pada pasien rawat inap di RSKD Duren Sawit periode Januari-Maret 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Data penggunaan antibiotik didapat dari laporan pemakaian obat pada pasien rawat inap di Instalasi Farmasi RSKD Duren Sawit periode Januari-Maret 2023. Diperoleh 36 data antibiotik yang masuk ke dalam kriteria inklusi. Hasil penilian menunjukan penggunaan antibiotik Seftriaxon adalah yang tertinggi dengan nilai DDD/100 hari rawat sebesar 18,32 dari nilai total DDD/100 hari rawat sebesar 54,7. Sedangkan antibiotik yang masuk dalam segmen DU90% adalah Seftriaxone (33,51%), Cefixime 200 mg tablet (25,13%), Meropenem Injeksi 5,17%, Cefadroxyl 500 mg kapsul 5,01%, Levofloxacin 500 mg tablet (4,44%), Pipemidic Acid 400 mg tablet (3,32%), Ampicilin + sulbactam Injeksi (3,11%), Azithromycin 500 mg tablet (2,30%), Levofloxacin Infus (2,28%), Cefixime 100 mg kapsul (2,13%), Metronidazol Infus ( 1,54%), Ciprofloxacin 500 mg tablet (1,33%).