Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK) YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RS X BEKASI PERIODE JANUARI – MARET 2020 Niko Prasetya; Herty Nur Tanty; Honey Iskandar; Retnayu Pranacistri
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v4i2.269

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a condition of kidney damage that occurs for 3 months or more in the form of structural or functional abnormalities of the kidneys with or without a decrease in the Glomerular Filtration Rate. So far, treatment for CKD can be done by hemodialysis, Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) and kidney transplantation. This study aims to determine the description of the use of drugs in CKD patients undergoing hemodialysis at Hospital X Bekasi from January to March 2020. This study was conducted using a descriptive method. Sampling in January - March 2020 was carried out with the total sampling method, namely all electronic prescription sheets of CKD patients undergoing hemodialysis at Hospital X Bekasi. Data were collected by calculating the amount and percentage based on the active substance and class of drugs used by CKD patients undergoing hemodialysis. Based on the results of observations of electronic prescriptions of drugs used by CKD patients undergoing hemodialysis at Hospital X Bekasi during January - March 2020, it can be concluded that the use of drugs based on the active substance is Calcium carbonate 500 mg capsules as many as 10580 capsules (59.07%), Sodium bicarbonate 500 mg tablets 1725 tablets (9.63%), Gentamicin sulfate 80 mg/2 ml inj 868 ampoules (4.85%), Vitamin C (ascorbic acid) 200 mg/2 ml inj 753 ampoules (4.21% ), Recombinant human erythropoietin 3000 IU 678 injection (3.78%).
PENINGKATAN PENGETAHUAN KONSUMSI VITAMIN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI JATIASIH Herty Nur Tanty; Yudha Sukowati; Meiana Dwi Andini
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supplements are one of the supporting nutrients that are popular with the public during this pandemic. One of these groups is vitamins. In the elderly, it is necessary to increase the consumption of several vitamins, such as vitamin C (200 mg – 2 g/day), vitamin E (134 – 800 mg/day), vitamin D (10 – 100 g/day). Increased consumption of vitamins needs to be balanced with public knowledge about the right way to consume vitamins, in order to obtain effective results on health. Errors in dosage or consumption time can cause health problems for consumers. This has prompted us to carry out outreach activities to the public regarding the right way to consume vitamins during the Covid-19 pandemic. Statistical tests show that there is an effect of providing counseling with increasing public knowledge about how to consume good vitamins. The highest increase in knowledge was in question number 3 regarding the benefits of sunbathing every morning, with an increase of 50%.
EDUKASI TATALAKSANA DIABETES MELITUS TIPE II DI KELURAHAN DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR Herty Nur Tanty; Fachdiana Fidia; Aries Meryta
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease with a high incidence rate in Indonesia and is a serious problem for Indonesian people, especially in urban areas. It is estimated that by 2030 in Indonesia, DM sufferers will reach 21.3 million people. The aim of the Community Service (PkM) activity in Duren Sawit Village is to educate the public regarding the management of DM disease, especially type 2. The PkM activity was carried out on August 2, 2023, in the Duren Sawit Village Office Hall and was attended by 45 residents from several areas in Duren Sawit Village. The results of the PkM activities showed an increase in respondents' knowledge regarding the management of type 2 DM.
EDUKASI KEPADA SISWI SMK PELITA ALAM TERKAIT MENGENAL STRUKTUR DAN SISTEM REPRODUKSI PADA WANITA SERTA PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI Herty Nur Tanty; Vidia Anwar; Farida Tuahuns
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent girls' knowledge regarding reproductive health tends to be lacking, indicating that they do not know and understand the importance of reproductive health. Lack of understanding regarding the reproductive system causes young women to be unaware of their own bodies and not know how to care for them. The aim of this service activity is to provide education to Pelita Alam Vocational School students regarding the introduction of the reproductive system and the importance of maintaining reproductive health through interactive lectures and discussions. This service activity was carried out on May 21, 2024, and was attended by 23 class XI and XII female students. The increase in respondents' knowledge was measured using pretest and posttest questionnaires. The results of data processing show an increase in posttest scores compared to the pretest. Additionally, during interactive discussion activities, respondents were seen to be active in asking questions. It can be concluded that this service activity was quite successful based on the initial objectives.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DALAM MENINGKATKANMINUM  OBAT  ANTIHIPERTENSI  PADA  PASIEN  HIPERTENSI  DI  KELURAHAN PENGGILINGAN JAKARTA TIMUR Vidia Arlaini Anwar; Herty Nur Tanty; Nurul Qomariah
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.4 NO.1 APRIL TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang sering tidak terdeteksi sejak dini, sehingga disebut "silent disease". Kepatuhan terhadap pengobatan antihipertensi sangat penting untuk pengelolaan hipertensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran keluarga dalam meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Kelurahan Penggilingan, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan melibatkan 194 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai kepatuhan pengobatan dan peran keluarga, yang kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi (90%) memiliki tingkat kepatuhan yang baik dalam minum obat, sementara 10% tidak patuh. Analisis menggunakan Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan signifikan antara peran keluarga dengan kepatuhan minum obat (rho = 0.460, p-value = 0.000), yang berarti semakin besar dukungan keluarga, semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien. Selain itu, pendidikan dan pekerjaan juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan, meskipun pengaruhnya tidak sebesar peran keluarga. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kepatuhan minum obat (p-value = 0.395), yang mengindikasikan bahwa jenis kelamin tidak memengaruhi tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi.
ANALISIS HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TB) DI KELURAHAN PENGGILINGAN, JAKARTA TIMUR Marta Halim; Herty Nur Tanty; Leonov Rianto; Alifa Sabrina
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi beban kesehatan masyarakat global yang serius, termasuk di Indonesia yang masih menghadapi prevalensi tinggi. Kendati pengobatan TB tersedia dan efektif, tingkat kepatuhan pasien dalam menyelesaikan terapi jangka panjang kerap menjadi tantangan utama, khususnya di wilayah berkembang. Penelitian ini secara khusus bertujuan mengkaji hubungan antara peran dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan menjalani pengobatan di kalangan pasien TB yang berdomisili di Kelurahan Penggilingan, Jakarta Timur. Metode penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan pendekatan desain korelasional. Sebanyak 63 responden yang telah terdiagnosis TB berpartisipasi dalam studi ini. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang dirancang untuk mengumpulkan informasi demografis sekaligus mengukur tingkat dukungan keluarga yang dirasakan oleh pasien. Temuan utama penelitian mengungkapkan bahwa secara umum kepatuhan pengobatan TB di lokasi studi tergolong rendah. Dari total responden, sebanyak 28 orang (44,4%) masuk kategori kepatuhan rendah, 21 orang (33,3%) menunjukkan kepatuhan tinggi, dan 14 orang (22,2%) berada di kategori sedang. Analisis awal melalui Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai signifikansi p=0,007 (lebih kecil dari α=0,05), mengindikasikan bahwa distribusi data penelitian tidak normal. Oleh karena itu, analisis hubungan dilakukan menggunakan Uji Korelasi Spearman Rho. Hasil uji ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara variabel dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan TB, dengan nilai p=0,498 (lebih besar dari α=0,05). Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun dukungan keluarga secara teoritis merupakan faktor penting dalam manajemen penyakit kronis seperti TB, dalam konteks dan periode penelitian ini, dukungan keluarga tidak terbukti secara statistik memiliki pengaruh langsung terhadap ketaatan pasien dalam menjalani pengobatan. Temuan ini menyoroti kompleksitas faktor penentu kepatuhan yang melampaui dukungan keluarga saja. Oleh sebab itu, diperlukan strategi intervensi yang lebih holistik dan komprehensif. Upaya peningkatan kesadaran (awareness) dan pengetahuan (knowledge) yang mendalam tentang TB, tidak hanya bagi pasien tetapi juga melibatkan seluruh anggota keluarga dan lingkungan sosialnya, menjadi aspek krusial untuk didorong guna meningkatkan keberhasilan pengobatan TB secara keseluruhan di masyarakat.
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT ISLAM SUKAPURA Aripin; Herty Nur Tanty; Citra Tika Pangestu
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis sampai ini sulit diatasi antara lain oleh karena ketidakpatuhan penderita dalam meminum obat antituberkulosis (OAT). World Health Organization (WHO) menyatakan Sebanyak 1,3 juta orang meninggal karena TBC pada tahun 2022. Kepatuhan hal yang sangat penting dalam perilaku hidup sehat. Pengobatan akan efektif apabila pasien patuh dalam minum obat. Keteraturan berobat memiliki pengaruh yang baik dalam kualitas hidup. kualitas hidup yang baik pada penderita tuberkulosis dengan menjalani proses penyembuhan, yaitu dengan mengonsumsi obat secara teratur. Kualitas hidup pada pasien tuberkulosis penting untuk diperhatikan karena penyakit infeksi ini bersifat kronis sehingga berdampak luas pada segala aspek kehidupan baik fisik, psikologi, hubungan sosial maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara kepatuhan minum obat yang ditentukan dengan kuesioner ProMas dengan kualitas hidup penderita yang ditentukan dengan kuesioner WHOQO-BREF. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental yang bersifat observasional. Pendekatan penelitian dilakukan secara cross sectional dan WHOQOL-BREF disertai wawancara terhadap penderita tuberkolosis di Rumah Sakit Islam Sukapura selama bulan Mei 2024. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan cara accidental sampling. Hasil berdasarkan kuesioner ProMas menunjukkan kepatuhan minum obat kategori tinggi sebanyak 45 responden (64,29%). Kualitas hidup pada pasien tuberkulosis dari 70 responden masuk dalam kategori baik sebanyak 36 responden (51,43%). Dari hasil uji spearman’s rho diperoleh bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup penderita tuberkulosis di Rumah Sakit Islam Sukapura dengan nilai p> 0,05.
Polifarmasi dan Potensi Interaksi Obat: Studi pada Pasien Geriatri Hipertensi Rawat Inap di RS Islam Jakarta Pondok Kopi (Maret 2024 - Februari 2025) Herty Nur Tanty; Muhammad Fathan Nugrah Utama; Afrah Er Rosaqh
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien geriatri dengan hipertensi sering kali memerlukan terapi kompleks yang melibatkan penggunaan banyak obat atau polifarmasi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya potensi interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas terapi dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengobatan polifarmasi dengan potensi kejadian interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi rawat inap di RS Islam Jakarta Pondok Kopi periode Maret 2024 hingga Februari 2025. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling berdasarkan data rekam medis pasien. Sebanyak 53 pasien memenuhi kriteria inklusi dalam periode penelitian. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-square untuk melihat korelasi antar variabel. Berdasarkan analisis data terhadap 53 sampel pasien geriatri, hasil uji statistik menunjukkan nilai nilai p = 0,487 (nilai p ≥ 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa secara statistik tidak ditemukan korelasi yang bermakna antara jumlah penggunaan obat (polifarmasi) dengan kejadian potensi interaksi obat pada populasi penelitian ini. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengobatan polifarmasi dengan potensi kejadian interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi di instalasi rawat inap RS Islam Jakarta Pondok Kopi. Evaluasi klinis tetap diperlukan untuk memantau efek samping obat meski hubungan statistik tidak terbukti signifikan.