Rubiah Rubiah
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Individual melalui Bermain Loose Parts Berbasis CTL untuk Meningkatkan Motorik Halus Anak Berisiko Autisme Rubiah Rubiah; Pujaningsih Pujaningsih; La Robi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5188

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pendampingan individual melalui kegiatan bermain loose parts berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dan peningkatan kemampuan motorik halus anak berisiko hambatan autisme. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus, masing-masing empat pertemuan. Subjek adalah seorang anak laki-laki berusia 6 tahun 3 bulan di Kelompok B TK Negeri Pratama, Kabupaten Malinau. Identifikasi risiko digunakan untuk kepentingan edukatif dan tidak menggantikan diagnosis klinis. Data diperoleh melalui observasi kemampuan motorik halus, keterlaksanaan tindakan, respons anak, catatan lapangan, dokumentasi dan diskusi reflektif dengan guru kolaborator. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Tindakan menggabungkan tujuh komponen CTL dengan scaffolding bertahap dari hand-over-hand, prompting, hingga fading. Skor rata-rata motorik halus meningkat dari 1,00 (Belum Berkembang) pada pra-siklus menjadi 2,17 pada Siklus I dan 3,50 pada Siklus II. Persentase aspek yang mencapai Berkembang Sesuai Harapan/Berkembang Sangat Baik meningkat dari 0% menjadi 33,3% dan 100%. Partisipasi aktif naik dari 20-25% menjadi 55% dan 80%, sedangkan keterlaksanaan tindakan meningkat dari 78% menjadi 92%. Gradasi material dari bahan alam menuju bahan buatan yang menuntut presisi lebih tinggi, disertai pengurangan bantuan secara sistematis, mendukung koordinasi mata-tangan, pincer grasp, menggunting, meronce, manipulasi objek kecil dan imitasi gerakan. Temuan menunjukkan bahwa paket tindakan terpadu tersebut dapat memperbaiki pembelajaran motorik halus secara kontekstual pada subjek yang diteliti.