Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Pembelajaran Matematika melalui Program ASMARA untuk Menguatkan Mental Emosional, Pemahaman Matematis, dan Kemandirian Belajar Murid Tunagrahita di SLBN Salatiga Muhammad Bagas Riyanto; Nurul Hidayati; Indah Lutfiana; Ali Alatas; Gusti Kresna Wisnusiwi; Nuriana Rachmani Dewi
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 1 (2027): September - Januari
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v6i1.9141

Abstract

Murid tunagrahita di SLBN Salatiga menghadapi kendala dalam memahami konsep bangun ruang serta memerlukan pembelajaran yang mendukung kesiapan emosional dan kemandirian belajar sesuai dengan karakteristik mereka. Program ASMARA hadir sebagai bentuk pendampingan pembelajaran matematika melalui media berbasis Augmented Reality (AR) yang memanfaatkan konteks budaya Gedung Papak dan pendekatan pembelajaran mendalam. Program ini bertujuan menguatkan mental emosional, pemahaman matematis, dan kemandirian belajar murid tunagrahita melalui pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan. Pelaksanaan program dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu Zona Laku, Zona Budaya, dan Zona Sinau, dengan melibatkan 12 murid tunagrahita di SLBN Salatiga. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi, wawancara, penilaian hasil karya, dan tes pemahaman matematis. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa seluruh murid mengalami peningkatan fokus dan kesiapan belajar pada Zona Laku, 92% murid mengalami peningkatan pemahaman matematis, 83% menunjukkan peningkatan keterlibatan dan kemampuan menerapkan konsep geometri melalui hasil karya pada Zona Budaya, serta seluruh murid menunjukkan peningkatan kemandirian belajar pada Zona Sinau. Pendampingan juga memberikan ruang bagi murid untuk mengeksplorasi kreativitas sesuai kemampuan masing-masing dengan dukungan guru pendamping dan tim ASMARA. Dengan demikian, program ASMARA dapat menjadi alternatif pembelajaran matematika yang kontekstual, interaktif, inklusif, dan sesuai dengan karakteristik murid tunagrahita.