Ricko Septi Maulana
universitas muria kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengurai Kematangan Emosi Siswa: Studi Confirmatory Factor Analysis pada Emotional Stability, Emotional Progression, Social Adjusment, Personality Integration dan Independence Ricko Septi Maulana; Edris Zamroni; Niswatun Sholikhah; Abdul Rochim
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.697

Abstract

Kematangan emosi merupakan aspek krusial dalam perkembangan psikologis siswa sekolah menengah pertama, namun instrumen yang mengukur konstruk ini belum banyak diuji validitas strukturalnya dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengonfirmasi struktur lima faktor kematangan emosi siswa: Emotional Stability, Emotional Progression, Social Adjustment, Personality Integration, dan Independence. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif, melibatkan 262 siswa yang dipilih secara acak dari populasi 1.318 siswa SMP Negeri 1 Kudus. Validitas dan reliabilitas instrumen terlebih dahulu diuji menggunakan SPSS, kemudian model yang dihipotesiskan diuji melalui confirmatory factor analysis (CFA) menggunakan Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model lima faktor tersebut memiliki kesesuaian yang baik dengan data empiris, dengan CFI = 0,993, TLI = 0,979, SRMR = 0,0189, dan RMSEA = 0,0452 yang seluruhnya memenuhi kriteria kesesuaian model, disertai nilai chi-square yang tidak signifikan (10,7; df = 7; p = 0,150) yang menegaskan kesesuaian antara model dan data. Seluruh indikator menghasilkan muatan faktor yang signifikan dan berada pada rentang yang dapat diterima. Temuan ini memberikan dukungan empiris awal terhadap validitas konstruk model kematangan emosi pada siswa SMP di Indonesia, sekaligus menjadi dasar berbasis bukti bagi konselor dalam merancang instrumen asesmen dan program bimbingan yang lebih tepat sasaran.