Kemampuan berpikir spasial merupakan salah satu kemampuan kognitif yang berperan penting dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa memvisualisasikan, memanipulasi, dan memahami hubungan antarbentuk serta objek geometri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir spasial siswa kelas V pada pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 24 siswa kelas V di SD Negeri Lambaro Angan. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir spasial yang mencakup indikator visualisasi, orientasi, dan relasi spasial. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif berupa nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir spasial siswa masih berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata sebesar 54,25. Selain itu, persentase ketuntasan siswa berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan hanya mencapai 54,16%, yang menunjukkan bahwa hampir setengah dari jumlah siswa belum mencapai standar kompetensi yang diharapkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir spasial siswa sekolah dasar masih memerlukan perhatian dan penguatan melalui strategi pembelajaran matematika yang lebih berorientasi pada pengembangan visualisasi dan penalaran spasial. Penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai kondisi kemampuan berpikir spasial siswa yang dapat menjadi dasar bagi perancangan pembelajaran matematika yang lebih efektif di sekolah dasar.