Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman murid kelas IIIC SDN Banjarejo terhadap materi keberagaman suku bangsa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh rendahnya hasil belajar dan keaktifan murid selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman murid melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media kartu kuartet keberagaman suku bangsa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 murid kelas IIIC SDN Banjarejo yang terdiri atas 12 laki-laki dan 13 perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media kartu kuartet dapat meningkatkan pemahaman murid terhadap materi keberagaman suku bangsa. Nilai rata-rata murid meningkat dari 68,4 pada pra siklus menjadi 76,2 pada siklus I dan meningkat menjadi 84,8 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 40% pada pra siklus menjadi 56% pada siklus I dan mencapai 88% pada siklus II. Selain itu, keaktifan belajar murid juga meningkat dari 52% pada pra siklus menjadi 60% pada siklus I dan mencapai 90% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning berbantuan media kartu kuartet terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, keaktifan, dan hasil belajar murid pada materi keberagaman suku bangsa di sekolah dasar.