Representasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa mengungkapkan dan mengembangkan ide matematis dalam bentuk verbal, simbolik, dan visual. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam merepresentasikan informasi dari soal cerita ke dalam model matematika, khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Perbedaan gaya kognitif juga dapat memengaruhi cara siswa merepresentasikan dan menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis siswa SMP dalam memecahkan masalah SPLDV berdasarkan gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas empat siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kediri, yaitu dua siswa FI dan dua siswa FD yang dipilih berdasarkan hasil tes GEFT, tes kemampuan matematika, dan kemampuan komunikasi. Data dikumpulkan melalui tugas pemecahan masalah dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok menggunakan tahapan pemecahan masalah Polya. Siswa FI mampu menyajikan informasi secara verbal dan simbolik, membuat rencana secara visual dengan menggambar grafik dari persamaan yang telah dibuat, menyajikan rencana pemecahan masalah dalam bentuk verbal, visual, dan simbolik yakni membuat model matematika, melaksanakan rencana secara verbal dengan substitusi nilai yang diperoleh ke persamaan matematika, dan memeriksa kembali dengan melakukan perhitungan ulang secara verbal. Sementara itu, siswa FD mampu menyajikan informasi secara verbal dan simbolik, belum mampu membuat rencana penyelesaian, melaksanakan rencana dengan memanipulasi model matematika yang telah dibuat dan memeriksa kembali dengan melakukan perhitungan ulang sesuai dengan indikator representasi matematis. Dengan demikian, gaya kognitif memengaruhi karakteristik representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah SPLDV.