Literasi numerasi merupakan kemampuan penting bagi siswa untuk menggunakan informasi kuantitatif dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari. Perkembangan transaksi digital melalui e-wallet dan QRIS menghadirkan konteks autentik yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika kontekstual sekaligus menuntut kemampuan siswa dalam memahami dan mengolah informasi numerik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa dengan gaya belajar visual dalam menyelesaikan permasalahan matematika kontekstual berbasis digital finance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa kelas XI.2 MA Matholi'ul Anwar Simo, Kabupaten Lamongan, yang teridentifikasi memiliki gaya belajar visual berdasarkan hasil angket gaya belajar dan pertimbangan guru matematika. Data dikumpulkan melalui angket gaya belajar, tes literasi numerasi yang terdiri atas dua soal kontekstual berbasis e-wallet dan QRIS, serta wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dengan membandingkan hasil tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mampu memenuhi seluruh indikator literasi numerasi berdasarkan OECD, yaitu formulating, employing, reasoning, dan interpreting. Kedua subjek mampu mengidentifikasi informasi yang relevan, menerapkan konsep matematika yang sesuai, memberikan alasan logis terhadap strategi penyelesaian, serta menginterpretasikan hasil perhitungan berdasarkan konteks transaksi digital finance. Dengan demikian, siswa bergaya belajar visual menunjukkan kemampuan literasi numerasi yang baik dalam menyelesaikan permasalahan matematika kontekstual berbasis digital finance. Temuan ini memberikan gambaran empiris mengenai kemampuan literasi numerasi siswa bergaya belajar visual yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan pembelajaran matematika kontekstual.