Halfidz Defrians Krisnanda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN PENDIDIKAN UNNES KECAMATAN GUNUNGPATI Halfidz Defrians Krisnanda; Hani Febriyanti; Salwa Amelia Firdaus; Cindy Nabila Widyasari; Trida Ridho Fariz; Andhina Putri Heriyanti
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penggunaan lahan di kawasan perguruan tinggi merupakan fenomena yang semakinintensif seiring ekspansi infrastruktur pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasiluas, laju, dan arah perubahan penggunaan lahan di kawasan Sekaran, Patemon, dan Kalisegoroyang merupakan wilayah inti kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES), KecamatanGunungpati, Kota Semarang, selama periode 2021–2026. Metode yang digunakan adalahklasifikasi penggunaan lahan secara visual (visual interpretation) berbasis penginderaan jauhdengan memanfaatkan data citra satelit World Imagery Wayback pada dua titik waktu berbeda(multitemporal analysis), yang diolah menggunakan perangkat lunak ArcMap 10.8. Klasifikasimenghasilkan empat kelas tutupan lahan, yaitu kebun campuran, lahan pertanian, lahanterbangun, dan sungai, pada total kawasan kajian seluas ±1.625 ha. Hasil analisis menunjukkanbahwa lahan terbangun bertambah seluas 115,15 ha (25,63%) dari 449,30 ha (27,64%) padatahun 2021 menjadi 564,45 ha (34,72%) pada tahun 2026, dengan laju rata-rata 23,03 ha pertahun. Pertambahan ini terutama bersumber dari konversi kebun campuran yang berkurang113,49 ha (11,89%), sedangkan lahan pertanian relatif stabil dengan penurunan hanya 1,66 ha(0,78%). Laju konversi yang tinggi ini diprediksi akan berdampak pada penurunan kapasitasresapan air tanah, peningkatan risiko limpasan permukaan, munculnya fenomena urban heatisland, serta tekanan terhadap keanekaragaman hayati lokal. Temuan ini mengindikasikanperlunya evaluasi Rencana Induk Pengembangan Kampus UNNES yang mengintegrasikanprinsip green campus guna menjaga keseimbangan antara ekspansi fisik dan kelestarianlingkungan.
Identifikasi Potensi Akumulasi Air Menggunakan Topographic Wetness Index sebagai Informasi Pendukung Mitigasi Longsor di Desa Peron, Kendal Fauzi Helmi Romadhon; Fauzan Febriyanto; Deffa Maulidan; Halfidz Defrians Krisnanda; Akbar Rasya Pramudian; Abdul Jabbar; Trida Ridho Fariz
Proceeding Seminar Nasional IPA 2026
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan air yang terakumulasi pada lereng merupakan salah satu faktor yang dapatmenurunkan kestabilan tanah dan meningkatkan potensi terjadinya longsor. Desa Peron,Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal merupakan wilayah perbukitan yang memilikiriwayat kejadian longsor, namun informasi mengenai indikasi potensi akumulasi airberdasarkan karakteristik topografi di wilayah tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuanmenganalisis distribusi spasial indikasi potensi akumulasi air menggunakan pendekatanTopographic Wetness Index (TWI) berbasis Sistem Informasi Geografis sebagai informasiawal dalam mendukung mitigasi longsor. Data yang digunakan berupa Digital ElevationModel Nasional (DEMNAS) yang diolah menggunakan ArcGIS 10.8 melalui tahapanperhitungan kemiringan lereng, arah aliran, akumulasi aliran, dan nilai TWI. Hasil analisismenunjukkan bahwa nilai TWI di Desa Peron berada pada rentang -0,09975 hingga 20,7743dengan enam kelas kelembapan topografis. Wilayah dengan nilai TWI tinggi menunjukkanindikasi kecenderungan akumulasi air yang lebih besar berdasarkan kondisi topografi,sedangkan nilai TWI rendah menunjukkan kecenderungan drainase yang lebih baik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa TWI dapat memberikan indikasi spasial mengenaikecenderungan potensi akumulasi air, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai informasipendukung dalam mitigasi longsor. Hasil ini tidak menunjukkan kondisi akumulasi air aktual,sehingga diperlukan validasi lapangan dan integrasi dengan faktor pengontrol longsor lainnyauntuk menghasilkan informasi yang lebih komprehensif.